Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Posisi Gendong Bayi yang Benar untuk Berbagai Usia
Pexels/Sarah Chai
  • Cradle hold dan shoulder hold cocok untuk bayi 0-3 bulan; keduanya menuntut topangan kepala, leher, serta bokong agar tubuh bayi stabil.

  • Posisi M-shape menopang paha dari lutut ke lutut, dengan lutut lebih tinggi dari bokong, untuk mendukung posisi pinggul yang sehat.

  • Hip carry dapat dicoba usia 4-6 bulan saat kontrol kepala dan punggung kuat; gendong hadap luar minimal usia 6 bulan dengan kepala stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi Mama yang baru pertama kali memiliki bayi, menggendong si Kecil mungkin terasa sedikit menegangkan.

Tubuhnya yang masih kecil dan terlihat rapuh bisa membuat Mama takut salah posisi atau tanpa sengaja membuatnya tidak nyaman.

Tenang, Ma. Ternyata ada banyak cara tertentu untuk menggendong bayi agar tetap aman dan nyaman, baik menggunakan gendongan maupun hanya dengan tangan, lho, Ma.

Penasaran apa saja posisi gendong bayi? Simak artikel Popmama.com berikut tentang 5 posisi gendong bayi yang benar untuk berbagai usia.

1. Cradle hold

Pexels/blankita_ua

Posisi buaian atau cradle hold merupakan posisi gendong klasik dan paling umum yang ditemukan.

Posisi ini biasanya dilakukan untuk menggendong bayi sekitar usia 0-3 bulan atau bayi yang belum mampu mengangkat kepalanya.

Untuk posisi ini, Mama bisa menopang kepala dan leher bayi dengan satu tangan, sementara punggungnya bersandar di sepanjang lengan bawah hingga menempel di dada Mama. Gunakan tangan satunya untuk menopang bagian bokong agar tubuh si Kecil tetap aman dan stabil.

Cradle hold ini ternyata juga memiliki manfaat, lho, Ma. Dilansir dari The Bump, posisi ini memungkinkan Mama melakukan kontak mata dengan bayi yang dapat membantu mendukung tumbuh kembangnya.

2. Shoulder hold

Unsplash/CHRSNDRSN

Posisi gendong untuk bayi usia 0-3 bulan lainnya ada shoulder hold. Posisi ini dilakukan dengan menggendong bayi dalam posisi tegak dan sejajar dengan tubuh Mama, lalu mengangkat tubuhnya hingga kepalanya setinggi bahu.

Sandarkan kepala bayi di dada atau bahu Mama sehingga si Kecil bisa melihat ke arah belakang Mama. Tetap topang kepala dan lehernya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menyangga bokong.

Dilansir dari Healthline, posisi ini memungkinkan bayi mendengar detak jantung Mama yang bisa membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.

3. Gendong M-shape

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Posisi M-shape merupakan salah satu cara menggendong bayi dengan posisi kaki menyerupai huruf M. Posisi ini dapat dilakukan sejak bayi baru lahir.

Posisi gendong ini dilakukan dengan cara lutut si Kecil sedikit lebih tinggi dari bokong, sementara kedua pahanya tersangga penuh oleh kain gendongan dari lekukan lutut kanan hingga kiri.

Kaki bayi dibiarkan terbuka secara alami, sedangkan punggung tetap mengikuti lengkungan alaminya.

Melansir dari laman Internasional Hip Dysplasia Institute, posisi ini membuat paha bayi tetap tertekuk, tersangga, dan terbuka, sehingga mendukung posisi pinggul yang sehat dan dapat membantu mengurangi risiko hip dysplasia atau displasia pinggul.

4. Hip carry

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Kalau si Kecil sudah semakin kuat menopang kepala dan leher, Mama bisa mencoba posisi hip carry yang umum ditemukan.

Gendong hip carry adalah posisi menggendong bayi di sisi pinggang Mama. Dalam posisi ini, kedua kaki bayi dibiarkan mengangkang sehingga membentuk posisi M-shape.

Hip carry biasanya dapat dilakukan mulai usia 4-6 bulan, yakni saat bayi sudah memiliki kontrol kepala dan leher yang baik serta otot punggung yang cukup kuat.

5. Gendong hadap depan atau luar

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Si Kecil sudah mulai aktif memperhatikan keadaan di sekitarnya? Mama bisa mencoba posisi hadap depan (front-facing out).

Bayi digendong di depan dada dengan punggung menempel pada tubuh Mama, sementara wajahnya menghadap ke luar sehingga si Kecil bisa melihat sekeliling.

Posisi ini dapat dilakukan ketika bayi sudah berusia minimal 6 bulan dan memiliki kontrol kepala, leher, serta tubuh yang cukup baik.

Itulah 5 posisi gendong bayi yang benar untuk berbagai usia. Pastikan posisi menggendong yang dipilih sudah sesuai dengan usia dan kemampuan si Kecil, terutama kemampuan mengangkat kepala serta perkembangan otot lehernya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article