5 Kondisi Bayi Baru Lahir yang Boleh Diberikan Susu Formula

Pemberian susu formula harus sesuai petunjuk dokter ya, Ma

30 Maret 2021

5 Kondisi Bayi Baru Lahir Boleh Diberikan Susu Formula
Freepik/alexandrgrant

ASI menjadi makanan utama bayi usia 0-6 bulan. Keunggulan nutrisi pada ASI juga sudah banyak dipelajari dan dibuktikan oleh para ahli. Karena itulah ASI wajib menjadi makanan pokok bayi baru lahir.

Meskipun demikian, ada kondisi yang menyebabkan bayi terpaksa harus diberikan susu formula. Namun, susu formula tidak boleh diberikan sembarangan dan harus atas petunjuk dokter. 

Dilansir dari laman situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI,) berikut Popmama.com telah merangkum beberapa kondisi yang memperbolehkan pemberian susu formula untuk bayi yang baru lahir.

1. Bayi yang tidak bisa mencerna ASI

1. Bayi tidak bisa mencerna ASI
Freepik/boggy

Kelainan metabolik atau genetik pada bayi membuatnya tidak memiliki enzim tertentu untuk bisa mencerna susu, baik ASI maupun susu sapi. Karena itulah diperlukan susu dengan formula khusus yang sesuai dengan kebutuhan bayi.

Kelainan metabolik pada bayi yang menyebabkan bayi harus diberikan susu formula antara lain adalah galaktosemia. Penyakit ini disebabkan karena bayi tidak punya enzim galactose yang diperlukan untuk mencerna laktosa. ASI mengandung laktosa tinggi, karena itulah bayi dengan galaktosemia tidak bisa mencerna ASI.

Maple syrup urine disease adalah penyakit lain yang menyebabkan bayi tidak bisa mencerna protein leusin, isoleusin, dan valine. Sebab itulah bayi tidak boleh mendapatkan ASI atau susu biasa dan hanya boleh diberikan susu formula tanpa kandungan ketiga jenis protein tersebut.

Editors' Picks

2. Bayi Kurang Bulan (BKB)

2. Bayi Kurang Bulan (BKB)
Freepik/wavebreakmedia-micro

Bayi yang lahir kurang bulan atau lahir prematur butuh kalori, lemak, dan protein yang lebih banyak daripada bayi lahir tidak prematur. Meskipun ASI bayi prematur mengandung kalori, protein, dan lemak yang tinggi, tetapi ASI tersebut akan berubah menjadi ASI normal setelah 3-4 minggu. Inilah kenapa bayi yang lahir kurang dari 34 minggu kebutuhan gizi ASI-nya tidak bisa terpenuhi lagi setelah bayi berusia tiga minggu.

Untuk mengatasi masalah kekurangan nutrisi tersebut, diperlukan susu formula sebagai penguat ASI yang berisi karbohidrat, protein, dan mineral yang sangat dibutuhkan bayi prematur. Protein susu formula ini berasal dari susu sapi, dan bisa dicampur dengan ASI.

3. Bayi Cukup Bulan (BCB)

3. Bayi Cukup Bulan (BCB)
Freepik/parinyabinsuk

Banyak mama yang masih memberikan susu formula sebagai makanan tambahan si Kecil. Alasannya biasanya karena produksi ASI kurang sehingga khawatir kebutuhan nutrisi si Kecil tidak tercukupi lewat ASI. Padahal susu formula malah membuat si Kecil malas menyusu ASI sehingga produksi ASI jadi semakin berkurang. Selain itu Mama yang malas memompa ASI juga bisa membuat produksi ASI menurun.

Beberapa kondisi lain yang menyebabkan bayi cukup bulan perlu mendapatkan susu formula adalah sebagai berikut:

  • Bayi berisiko hipoglikemia dengan gula darah yang tidak meningkat bahkan setelah disusui dengan baik dan diberi tambahan ASI perah.
  • Bayi yang menunjukkan gejala dehidrasi, seperti frekuensi urin < 4x sehari setelah hari kedua, buang air besar lambat keluar, atau kotoran masih berupa mekonium setelah umur > 5 hari.
  • Berat badan turun 10 persen.
  • Sakit kuning karena ASI.
  • Bayi dengan bibir sumbing dan kelainan genetik.
  • Bayi yang terpisah dari ibu.

4. Kondisi ibu tidak bisa menyusui

4. Kondisi ibu tidak bisa menyusui
Freepik/jcomp

Selain kondisi bayi, kondisi ibu juga turut memengaruhi pemberian susu formula pada bayi. Ibu dengan kondisi berikut ini tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya.

  • Ibu dengan kondisi HIV positif tidak bisa menyusui bayinya karena virus HIV akan menular ke bayi melalui ASI.
  • Ibu penderita Human T-lymphotropic Virus (HTLV) tipe 1 dan tipe 2 yang bisa menular melalui ASI, dan bisa menyebabkan gangguan saraf setelah bayi dewasa.
  • Ibu penderita Citomegalovirus (CMV) yang melahirkan prematur.

5. Kondisi ibu untuk sementara tidak menyusui

5. Kondisi ibu sementara tidak menyusui
Freepik/wavebreakmedia-micro

Pada kondisi ini, ibu hanya berhenti menyusui untuk sementara dan dapat melanjutkan menyusui bayinya sesuai dengan perkembangan kondisi kesehatannya.

  • Ibu dalam pengobatan, seperti psikoterapi jenis penenang dan antiepilepsi.
  • Virus herpes yang menyebabkan luka di dada ibu.
  • Ibu sakit berat dan tidak bisa merawat bayinya, seperti psikosis, sepsis, atau eklamsi.
  • Ibu yang merokok, minum alkohol, dan pengguna narkoba.
  • Beberapa kondisi kesehatan lainnya yang memengaruhi payudara dan ASI.

Itulah beberapa kondisi yang memperbolehkan bayi untuk diberikan susu formula.

Pemberian susu formula pada bayi sebaiknya memang hanya dilakukan pada bayi yang dianggap membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Makanan paling baik bagi bayi 0 – 6 bulan adalah ASI sehingga pemberian ASI pada bayi normal harus selalu menjadi prioritas.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.