Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tidur Bayi Aman dan Nyaman

Salah satu aktivitas favorit si Kecil ini juga harus Mama perhatikan keamanannya, ya

14 Mei 2020

Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tidur Bayi Aman Nyaman
freepik.com

Tidur bisa jadi salah satu aktivitas favorit bayi karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur. Biasanya bayi usia 0 – 12 bulan membutuhkan waktu 16 – 17 jam sehari untuk tidur. Waktu tidur ini turut menunjang proses tumbuh kembangnya karena saat tidur hormon perkembangan bayi bekerja lebih aktif.

Karena proses ini mendukung tumbuh kembang bayi, Mama harus memastikan jika si Kecil tidur dengan nyaman dan aman. Tidur si Kecil yang terganggu dan tidak aman tentunya bisa membuat dia rewel dan malah bisa menghambat pertumbuhannya.

Supaya tidur si Kecil aman dan nyaman, Popmama.com sudah merangkum beberapa hal yang harus Mama perhatikan seperti yang dilansir dari pregnancybirthbaby.org.au berikut ini.

    1. Hindari posisi tidur yang bisa mengakibatkan SIDS

    1. Hindari posisi tidur bisa mengakibatkan SIDS
    freepik.com

    Mama harus menjaga supaya si Kecil tidur dengan aman dan bebas dari risiko berbahaya seperti sindrom bayi meninggal mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). SIDS ini bisa terjadi saat bayi tertidur dengan posisi sebagai berikut:

    • Tengkurap, bertumpu pada perut atau posisi menyamping.
    • Tidur di permukaan halus, lembut, dan empuk seperti matras, sofa, bantal, dan lapisan bulu, tanpa pengawasan orang tua.
    • Area kepala wajah bayi tertutup dengan selimut atau kain yang menyebabkan bayi gerah dan sesak napas.

    Editors' Picks

    2. Pastikan posisi tidur si Kecil telentang

    2. Pastikan posisi tidur si Kecil telentang
    freepik.com

    Posisikan si Kecil tidur telentang dari awal ia tidur pada malam dan siang hari. Posisi tidur telentang ini setidaknya harus dilakukan sampai ia berusia enam bulan. Posisi tidur telentang bisa menurunkan risiko bayi terkena sindrom bayi meninggal mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Lebih aman bagi bayi untuk tidur dengan posisi telentang dari pada tidur dengan posisi miring. Posisi miring boleh dilakukan ketika bayi sudah bisa melakukan tummy time atau posisi tengkurap.

    3. Hindari tidur bersama si Kecil di satu tempat tidur

    3. Hindari tidur bersama si Kecil satu tempat tidur
    freepik.com

    Tempat teraman bagi si Kecil untuk tidur sejak ia dilahirkan sampai 12 bulan pertama kehidupannya adalah di tempat tidur khusus baginya, di dalam ruangan bersama Mama dan Papa atau pengasuhnya. Jangan berbagi tempat tidur dengan si Kecil, khususnya jika Mama atau Papa merokok, minum alkohol, sedang dalam pengaruh obat, atau merasa sangat lelah.

    4. Jaga suhu tubuh si Kecil tetap nyaman

    4. Jaga suhu tubuh si Kecil tetap nyaman
    freepik.com

    Mama bisa melihat jika si Kecil kegerahan atau kedinginan dari wajahnya. Posisi tidur terbaik agar si Kecil tidak kegerahan saat tidur adalah dengan menidurkannya pada posisi telentang, dengan wajah dan kepala tidak tertutupi apa pun. Suhu ruangan bisa disesuaikan dengan suhu yang menurut Mama nyaman, tapi pastikan si Kecil pakai baju yang nyaman sesuai dengan suhu ruangan.

    5. Jangan menutupi area kepala si Kecil

    5. Jangan menutupi area kepala si Kecil
    freepik.com

    Jika Mama ingin menyelimuti si Kecil, pakaikan selimut tidak lebih tinggi dari bahunya. Pastikan selimutnya juga tidak akan naik menutupi wajah si Kecil. Hal ini penting untuk diperhatikan agar si Kecil bisa bernapas dengan leluasa dan bebas mendapatkan udara saat tidur. Pilih juga bahan selimut yang nyaman untuk bayi supaya si Kecil tidak kedinginan atau kegerahan.

    Itu dia hal-hal yang harus jadi perhatian Mama untuk menjaga tidur si Kecil nyaman, aman, dan bebas dari risiko sindrom bayi meninggal mendadak (SIDS). Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan saran yang tepat tentang posisi tidur atau pola tidur si Kecil.

    Semoga informasinya bermanfaat untuk Mama!

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.