Waspadai Tanda-tanda Katarak pada Si Kecil

Mama harus tahu supaya mata Si Kecil tetap sehat dan sempurna

4 Agustus 2018

Waspadai Tanda-tanda Katarak Si Kecil
healthline.com

Katarak adalah penyakit pada mata yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan. Penyakit ini biasanya diderita orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun lantaran lensa matanya tak bisa lagi mempertahankan kejernihan untuk melihat. Akan tetapi, dalam kasus tertentu katarak ternyata bisa diderita anak-anak atau bahkan bayi yang baru lahir, Ma.

Katarak bawaan lahir atau biasa disebut katarak kongenital merupakan salah satu penyebab lensa mata Si Kecil terhalang noda seperti kabut. Akibatnya, cahaya dari luar tidak bisa masuk ke dalam mata. Katarak kongenital bisa jadi hanya menyerang satu atau sekaligus dua mata Si Kecil.

Karena itu, ada beberapa kemungkinan penyebab katarak konginetal ini, Ma.

Pertama, bawaan genetik atau gen yang tidak sempurna yang diturunkan langsung dari orangtua ke anak.

Kedua, selama proses kehamilan terjadi infeksi, seperti campak Jerman (rubella), cacar air, virus herpes simpleks, dan toksoplasmosis cytomegalovirus.

Ketiga, katarak bisa terjadi karena penyakit tertentu, misalnya, cedera pada mata, diabetes, dan galaktosemia (kondisi yang ditandai adanya kumpulan galaktosa di dalam aliran darah).

Apabila Mama sudah memahami beberapa penyebab katarak pada Si Kecil, sebaiknya Mama juga mengenali tanda-tanda katarak pada Si Kecil. Hal ini merupakan langkah penting agar Mama bisa bertindak cepat ketika Si Anak menunjukkan gejala yang tidak wajar pada matanya.

Untuk itulah, berikut ini Popmama.com rangkum beberapa tips mengenali katarak pada Si Kecil.

1. Beri respons dengan mainan

1. Beri respons mainan
Pixabay/Cimabue

Cara memberikan respons pada bayi cukup mudah. Mama hanya perlu memberi Si Kecil mainan warna-warni yang mencolok. Lalu gerakkan mainan ke segala arah dan lihatlah respons Si Kecil. Pada bayi normal tentu bola matanya akan merespons dengan cara mengikuti arah gerakan mainan tersebut atau tangan Si Kecil mencoba menggapai mainan tersebut.

Sebaliknya, pada bayi yang diduga mengalami katarak tidak akan merespons atau sekalipun merespons tampak sangat lambat. Apabila Si Kecil tidak merasa tertarik atau tidak merespons gerakan mainan tersebut, Mama jangan langsung panik. Konsultasikan dahulu kepada dokter mata untuk mengetahui apakah Si Kecil memang mengalami katarak atau tidak.

2. Noda putih atau abu-abu di pupil mata

2. Noda putih atau abu-abu pupil mata
bausch.co.uk

Ketika Mama mengamati foto Si Kecil dan melihat adanya bayang putih atau abu-abu pada mata cobalah lihat bagian matanya tersebut. Apabila ada warna tersebut di bagian pupil, tetapi di bagian mata yang lain tak ada, maka bisa diduga Si Kecil mengalami katarak, Ma.

Editors' Picks

3. Gerakan mata tidak terkontrol

3. Gerakan mata tidak terkontrol
fakt.pl

Gerakan mata tidak terkontrol atau biasa disebut nistagmus merupakan tanda Si Kecil terkena katarak, Ma. Ciri-cirinya bola mata bergerak naik-turun atau memutar ke kiri atau kanan. Nistagmus bisa dideteksi pada bayi dalam usia satu bulan dan dalam berbagai tingkatannya bisa mempengaruhi penglihatan Si Kecil.

4. Bola mata bergerak ke arah yang berlainan

4. Bola mata bergerak ke arah berlainan
thebump.com

Jika bola mata bergerak ke arah yang berlainan atau juling bisa diduga Si Kecil mengalami katarak, Ma. Jangan pernah sepelekan mata juling pada anak karena bisa berakibat fatal pada penglihatannya.

Perlu Mama ketahui bahwa mata juling bisa mengganggu penglihatan anak karena otot mata yang terhubung ke otak tidak berjalan dengan baik. Inilah yang menyebabkan gerakan bola mata tidak sama.

5. Rewel

5. Rewel
Pixabay/Ben_Kerckx

Meski rewel pada bayi bisa disebabkan berbagai hal, katarak termasuk salah satunya, Ma. Biasanya pada bayi penderita katarak akan cenderung rewel atau menangis ketika matanya terkena cahaya.

Si Kecil akan menyipitkan matanya jika terkena cahaya atau sinar matahari. Dengan kata lain, matanya tak betah dengan pantulan sinar sekalipun sinar itu tidak terlalu menyilaukan untuk mata normal.

Itulah tanda-tanda yang bisa Mama jadikan rujukan sebagai langkah awal menangani katarak pada Si Kecil.