Selain rutin mengambil foto, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil dokumentasi tumbuh kembang anak lebih maksimal.
Karen juga membagikan sejumlah kesalahan yang sering dilakukan orangtua, dikutip dari laman Mirror.
1. Tidak menggunakan latar belakang yang konsisten
Banyak orangtua mengambil foto di lokasi yang berbeda-beda setiap bulan. Akibatnya, perubahan pertumbuhan anak menjadi lebih sulit dibandingkan karena tidak ada titik acuan yang sama. Sebagai solusi, Mama bisa memilih satu lokasi tetap, seperti sudut kamar bayi, keranjang tidur, atau menggunakan selimut yang sama setiap kali memotret.
2. Pencahayaan terlalu terang
Lampu flash atau pencahayaan dari atas kepala sering kali menghasilkan bayangan yang kurang nyaman dilihat. Selain itu, warna kulit bayi juga bisa tampak kurang alami. Mama bisa memanfaatkan cahaya alami dari jendela atau area semi terbuka agar hasil foto terlihat lebih lembut dan natural.
3. Latar belakang terlalu ramai
Ruangan yang penuh barang atau dekorasi mencolok dapat mengalihkan fokus dari subjek utama, yaitu si Kecil. Akibatnya, detail perkembangan anak menjadi kurang terlihat. Latar belakang yang sederhana dengan warna netral biasanya lebih efektif untuk menonjolkan ekspresi dan perubahan fisik bayi.
4. Memilih pakaian yang terlalu mencolok
Pakaian dengan motif besar, warna yang terlalu ramai, atau banyak detail visual dapat membuat perhatian teralihkan dari wajah dan ekspresi anak. Untuk dokumentasi tumbuh kembang, pakaian sederhana dengan warna netral sering kali menjadi pilihan terbaik karena membuat perubahan fisik si Kecil lebih mudah diamati dari waktu ke waktu.
Nah, itu dia informasi mengenai rutin foto anak sejak bayi di tempat sama bantu pantau pertumbuhannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk orangtua.