Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Menggunduli Kepala Bayi Bisa Membuat Rambut Tumbuh Lebat?

Benarkah Menggunduli Kepala Bayi Bisa Membuat Rambut Tumbuh Lebat?
Intinya Sih
  • Menggunduli kepala bayi tidak membuat rambut tumbuh lebih lebat; kesan rambut lebih hitam hanyalah ilusi optik dari akar rambut baru yang lebih gelap dan tumpul.
  • Mencukur rambut bayi terlalu dini bisa menimbulkan iritasi kulit kepala, sementara sebagian besar bayi akan kehilangan rambutnya secara alami dalam beberapa bulan pertama kehidupan.
  • Perawatan rambut bayi cukup dilakukan beberapa kali seminggu dengan sampo lembut; mencukur untuk mengatasi kerak kepala justru dapat memperparah iritasi kulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setiap orangtua pasti ingin bayinya memiliki rambut hitam legam dan lebat. Bila bayi baru lahir Mama memiliki rambut tipis, Mama mungkin ingin mencukurnya. Tujuannya agar setelah dicukur, rambut si Kecil akan tumbuh dengan lebat.

Tapi, benarkah menggunduli kepala bayi bisa membuat rambut tumbuh lebat? Atau malah bisa menimbulkan risiko bagi si Kecil?

Sebelum Mama mencukur rambut si Kecil, yuk, simak dulu penjelasan Popmama berikut ini tentang menggunduli rambut bayi.

Benarkah Menggunduli Kepala Bayi Bisa Membuat Rambut Tumbuh Lebat?

Benarkah menggunduli kepala bayi bisa membuat rambut tumbuh lebat?

Di Indonesia, karena alasan agama dan faktor lain, orangtua menggunduli kepala bayinya. Selain itu, salah satu tujuannya adalah rambut bayi akan tumbuh dengan lebat dan sehat.

Tapi, benarkah menggunduli kepala bayi akan membuat rambutnya tumbuh dengan lebat? Dikutip dari unggahan dr. Kartika Eda Clearesta Sp. A., di laman Instagram pribadinya @dr.kartikaeda.sp.a, hal ini tidak ada kaitannya, Ma. Menggunduli kepala bayi tidak akan membuat rambutnya tumbuh dengan lebat.

Tapi, setelah dicukur, kok rambut bayi terlihat tumbuh lebat dan hitam? Menurut dr. Kartika, itu hanya ilusi optik atau tipuan dari penglihatan. Kok bisa? Pasalnya, akar rambut yang baru tumbuh itu warnanya memang lebih hitam dan tumpul. Jadi seolah-olah rambut yang baru tumbuh itu tampak lebih hitam dan lebat.

dr. Kartika juga menambahkan jika mencukur rambut bayi bisa berisiko menyebabkan iritasi pada kulit kepalanya.

Kapan Sebaiknya Bayi Potong Rambut untuk Pertama Kalinya?

Kapan sebaiknya rambut bayi dipotong untuk pertama kalinya?

Sebagai orangtua, terkadang kita sangat ingin bayi mencapai tonggak perkembangan berikutnya, dan hal-hal pertama bisa sangat menyenangkan (merangkak pertama kali, berjalan pertama kali, hingga makan makanan padat).

Namun, potong rambut adalah hal pertama yang tidak perlu terburu-buru. Karena sebagian besar bayi akan kehilangan sebagian atau seluruh rambut bayinya dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. Hal ini disebabkan oleh campuran hormon pasca kelahiran yang menyebabkan bayi yang berambut tebal menjadi botak.

Jangan khawatir, rambut bayi akan tumbuh kembali, tetapi ini juga berarti Mama tidak perlu terburu-buru memotong rambut bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bahkan hingga usia 1 tahun untuk sebagian besar anak.

Namun, ada pengecualian, seperti bayi dengan rambut yang menghalangi penglihatan mereka, serta potong rambut yang dilakukan karena kondisi medis atau tradisi agama dan budaya. Atau terkadang bayi memiliki rambut keriting yang sangat panjang sehingga menjadi kusut dan sulit diatur tanpa dipotong.

Semua situasi ini mungkin menjadikan potong rambut sebelum usia 1 tahun sebagai pilihan yang tepat. Namun, bagi sebagian besar orangtua, menundanya tidak masalah.

Mencukur atau memangkas rambut tidak membuat rambut tumbuh lebih cepat atau lebih tebal, meskipun ada beberapa mitos populer. Beberapa budaya dan agama memiliki tradisi ketat seputar potong rambut pertama, jadi konsultasikan dengan pemimpin agama atau budaya jika Mama tidak yakin bagaimana harus bertindak dalam budaya atau kepercayaan.

Tips untuk Rambut dan Kulit Kepala yang Sehat

Tips untuk rambut dan kulit kepala yang sehat
Pexels/hartono subagio

Sama seperti orang dewasa, bayi tidak perlu mencuci rambut setiap hari. Beberapa kali seminggu sudah cukup. Gunakan sampo ringan dengan sedikit tambahan bahan kimia, pewangi, dan aditif.

Banyak orangtua khawatir bayi terkena "ketombe bayi", yang ditandai dengan serpihan cokelat atau kuning di kulit kepala dan terkadang kemerahan yang dapat menyebar ke wajah, leher, dan bahkan area popok.

Juga disebut dermatitis seboroik, kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan sampo ringan setiap hari, atau terkadang bahkan sampo dengan kekuatan resep dokter. Mama dapat melanjutkan dengan menyikat rambut bayi dengan sikat lembut untuk menghilangkan sisik.

Meskipun demikian, ketombe bayi biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kondisi ini hampir selalu hilang saat bayi berusia 1 tahun.

Mencukur rambut bayi untuk mengobati kerak kepala tidak disarankan, dan hal itu justru dapat memperparah iritasi kulit dan kondisi tersebut. Bayi dengan kondisi ini tetap dapat dipangkas rambutnya secara teratur, baik di rumah maupun di salon.

Bayi bahkan mungkin mulai berlatih menyikat rambut mereka sendiri sekitar usia 1 tahun, karena mereka mulai menggunakan benda-benda untuk tujuan yang seharusnya.

Itu penjelasan tentang benarkah menggunduli kepala bayi bisa membuat rambut tumbuh lebat? Jawabannya tidak benar, ya, Ma. Mama bisa membuat pertimbangan apakah bayi benar-benar perlu dicukur atau tidak.

Apakah si Kecil juga pernah dicukur atau digunduli?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More