Memasuki masa MPASI, si Kecil membutuhkan asupan protein hewani untuk mendukung tumbuh kembangnya. Salah satu sumber protein yang paling sering diberikan adalah daging ayam karena mudah didapat dan bisa diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak, seperti bubur ayam, bakso ayam, atau pepes ayam.
Jangan Asal Beli, Ini 7 Cara Memilih Ayam Segar untuk MPASI

Memilih ayam segar untuk MPASI agar si Kecil mendapat asupan protein hewani berkualitas dan terhindar dari risiko bakteri berbahaya.
Tanda ayam segar dapat dilihat dari warna putih kemerahan alami.
Saat membeli, periksa tanggal produksi pada ayam beku dan kondisi kemasan, di pasar, pastikan kebersihan tempat jual.
Agar manfaatnya optimal, Mama perlu memastikan daging ayam yang digunakan selalu segar dan berkualitas. Ayam yang sudah tidak layak konsumsi dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau Campylobacter yang bisa menyebabkan anak mengalami keracunan makanan, infeksi makanan dan gangguan pencernaan.
Untuk membantu Mama, berikut Popmama.com siapkan cara memilih ayam segar untuk MPASI.
Table of Content
1. Perhatikan warna ayam

Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui kesegaran daging ayam adalah dengan memerhatikan tampilan warnanya. Ayam yang masih segar umumnya menunjukkan warna putih bersih seperti susu, dengan semburat merah muda yang terlihat alami pada beberapa bagian.
Warna ini menjadi indikator bahwa kondisi daging masih baik dan layak untuk diolah. Jika sudah tampak pucat, kusam, atau berubah ke arah putih keabu-abuan hingga kehijauan, maka hal tersebut menunjukkan bahwa kesegaran daging mulai berkurang dan berisiko mengalami pembusukan.
2. Kenali tekstur daging ayam

Kesegaran ayam bisa dilihat dari teksturnya yang kenyal dan elastis. Saat ditekan, daging ayam segar akan kembali ke bentuk semula, menandakan kondisinya masih baik. Jika daging terasa lembek, berair, atau mudah hancur, itu tanda kualitasnya sudah menurun.
Waspadai jika ayam terlihat terlalu bengkak atau justru keras, karena kondisi tersebut bisa menandakan bahwa ayam tidak dalam keadaan normal atau sudah mengalami perlakuan tertentu sebelum dijual, seperti proses penyuntikan air atau bahan tambahan.
3. Cek permukaan daging ayam

Ayam yang masih segar umumnya terasa kering, tidak lengket, dan tidak berlendir. Sebaliknya, jika permukaan ayam terasa lengket, licin, atau bahkan berlendir, hal tersebut menjadi tanda bahwa kualitasnya sudah menurun dan tidak layak dikonsumsi.
Selain itu, perlu diwaspadai ayam yang terlihat sangat putih mengilap karena meskipun tampak menarik, kondisi ini bisa mengindikasikan adanya penggunaan bahan berbahaya seperti formalin yang tidak aman bagi kesehatan.
4. Cium aroma daging ayam

Ayam yang masih segar memiliki aroma yang lembut khas daging, dengan sedikit bau amis yang tidak menyengat.
Sebaliknya, jika tercium bau amis yang tajam, menyengat, atau bahkan berbau asam, sebaiknya tidak dibeli karena menandakan daging sudah mulai membusuk. Hindari juga ayam yang mengeluarkan bau bahan kimia.
5. Periksa sisa darah dan cairan pada daging ayam

Perhatikan sisa darah dan cairan pada daging ayam untuk menilai kesegarannya. Ayam segar biasanya tidak mengeluarkan darah berlebihan saat ditekan karena proses penyembelihan sudah dilakukan dengan baik. Jika keluar darah cukup banyak, ini bisa menandakan penanganan yang kurang baik dan kualitas daging yang menurun.
Selain itu, periksa juga cairan di permukaan daging. Jika terasa ada cairan yang bertekstur aneh seperti bertepung, berpasir, atau seperti butiran kecil, hal tersebut perlu diwaspadai karena bisa berasal dari sisa proses perendaman atau perlakuan tambahan pada ayam.
6. Amati serat daging ayam

Ayam yang masih baik umumnya memiliki tekstur serat yang tampak rapi, tidak berserabut berlebihan, dan terasa lembut saat dilihat maupun disentuh. Kondisi ini menunjukkan bahwa jaringan otot pada daging masih terjaga dengan baik, sehingga belum mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang terlalu lama atau proses penanganan yang kurang tepat.
Untuk mengenalinya, Mama bisa memperhatikan langsung saat ayam dipotong oleh penjual. Pada kondisi yang baik, potongan daging tidak terlihat terlalu banyak lemak yang menumpuk di antara serat.
7. Teliti hal ini saat membeli ayam di supermarket atau pasar

Apabila Mama membeli ayam beku di supermarket, periksa terlebih dahulu tanggal produksinya. Semakin dekat tanggal produksi dengan waktu pembelian, semakin besar kemungkinan ayam masih segar. Selain itu, pastikan kemasannya dalam kondisi baik, tidak sobek, bocor, atau rusak karena kemasan yang utuh membantu menjaga kualitas dan keamanan daging ayam.
Sementara itu, jika membeli ayam di pasar, perhatikan kondisi lingkungan tempat ayam dijual. Kehadiran lalat memang sering dianggap mengganggu karena dapat membawa kuman penyebab penyakit. Namun, dalam jumlah wajar, lalat juga bisa menjadi salah satu indikator kesegaran produk hewani. Jika sama sekali tidak ada lalat yang mendekati ayam, kondisi tersebut patut dicurigai karena dikhawatirkan ayam telah diberi bahan kimia berbahaya, seperti formalin atau boraks.
Meski begitu, Mama tetap perlu memastikan kebersihan tempat penjualan. Pilih penjual yang menjaga dagangannya dengan baik, misalnya dengan menutup ayam menggunakan tudung saji atau rutin mengusir lalat agar tidak hinggap langsung pada daging yang dijual.
Nah, itu dia cara memilih ayam segar untuk MPASI. Yuk, lebih teliti dalam membeli makanan untuk si Kecil, Ma!


















