Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Anak Sufor Gampang Sakit? Ini Penjelasan Dokter 

Benarkah Anak Sufor Gampang Sakit? Ini Penjelasan Dokter 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Dokter menjelaskan bahwa anggapan anak sufor lebih mudah sakit tidak sepenuhnya benar karena penyakit dipengaruhi interaksi tiga faktor.

  • Susu formula memang tidak mengandung antibodi seperti ASI, namun tetap berperan penting sebagai sumber nutrisi bagi bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI karena alasan medis tertentu.

  • Daya tahan tubuh anak dapat diperkuat melalui imunisasi lengkap, gizi seimbang, stimulasi sesuai usia, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sehari-hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Susu formula (sufor) memang tidak bisa sepenuhnya menyamai ASI, karena ASI mengandung berbagai zat penting, termasuk antibodi yang berperan membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi serta melindunginya dari berbagai penyakit di awal kehidupan.

Di sisi lain, susu formula tidak mengandung antibodi tersebut, tetapi tetap berfungsi penting sebagai pemenuhan nutrisi bayi, terutama ketika ASI tidak dapat diberikan karena kondisi medis tertentu. Karena perbedaan inilah, muncul anggapan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula lebih mudah sakit.

Lantas, benarkah anak sufor gampang sakit? Ini penjelasan dokter yang telah Popmama.com siapkan untuk Mama.

Table of Content

Benarkah Anak Sufor Gampang Sakit?

Benarkah Anak Sufor Gampang Sakit?

Penjelasan dokter terkait benarkah anak sufor gampang sakit
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menanggapi pertanyaan apakah anak yang mengonsumsi susu formula (sufor) lebih mudah sakit, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi, Lucky Yogasatria, menjelaskan melalui akun Instagram @dr.lucky.sp.a bahwa dalam ilmu epidemiologi terdapat konsep “segitiga epidemiologi”.

Konsep ini menjelaskan bahwa penyakit tidak terjadi karena satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi dari tiga unsur yang saling berkaitan. Dengan demikian, tidak bisa disimpulkan secara sederhana bahwa anak yang tidak mendapatkan ASI lalu mengonsumsi sufor pasti lebih mudah sakit atau lemah.

Segitiga Epidemiologi, Penyebab Bayi Gampang Sakit 

1. Agent (kuman atau penyebab langsung penyakit)

Agent (kuman atau penyebab langsung penyakit)
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Agent adalah penyebab langsung terjadinya penyakit pada bayi atau anak (kuman atau pemicu sakit). Agent ini bisa berupa virus, bakteri, jamur, parasit, atau zat tertentu yang memicu reaksi alergi.

Setiap anak memiliki tingkat paparan agent yang berbeda-beda. Anak yang sering berada di lingkungan ramai seperti daycare, sekolah, tempat bermain, atau tempat umum (tempat banyak kuman mudah menyebar melalui udara, sentuhan, atau benda) akan lebih sering terpapar virus dan bakteri.

2. Environment (lingkungan) 

Environment (lingkungan) 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Lingkungan di sekitar anak memiliki peran penting terhadap kondisi kesehatannya dan dapat menjadi salah satu faktor yang membuat anak lebih mudah sakit. Kualitas udara di dalam rumah, misalnya akibat paparan asap rokok atau vape, serta ventilasi yang kurang baik dapat membuat udara tidak sehat dan kuman lebih mudah bertahan di dalam ruangan.

Selain itu, risiko penularan penyakit akan semakin tinggi ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit. Kondisi ini diperburuk oleh kebiasaan cuci tangan yang tidak rutin, paparan polusi udara, serta aktivitas anak di tempat ramai seperti daycare.

3. Host (kondisi tubuh anak) 

Host (kondisi tubuh anak) 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dalam konsep segitiga epidemiologi, host adalah kondisi tubuh anak itu sendiri yang menentukan seberapa kuat atau rentan ia terhadap penyakit. Jadi, bukan hanya soal apa yang diminum anak, tetapi bagaimana keadaan tubuhnya secara keseluruhan dalam merespons kuman atau infeksi.

Faktor host ini sangat luas. Mulai dari usia anak, status imunisasi, riwayat lahir (apakah prematur atau tidak), hingga kondisi gizi, kualitas tidur, alergi, kecenderungan asma, kondisi kulit, dan juga keadaan sementara seperti tumbuh gigi, GTM (gerakan tutup mulut), atau masa pemulihan setelah sakit. Semua hal ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh anak sehari-hari.

Oleh sebab itu, jika ada anak yang mengonsumsi susu formula lalu terlihat sering sakit, hal tersebut tidak bisa langsung disimpulkan disebabkan oleh jenis susunya. Kondisi tersebut lebih mungkin dipengaruhi oleh banyak faktor sekaligus yang saling berkaitan.

ASI Bukan Jaminan Anak Kebal dari Penyakit 

ASI bukan jaminan anak kebal dari penyakit 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

ASI memang mengandung antibodi dan zat pelindung yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Namun, ASI tidak membuat anak sepenuhnya kebal dari penyakit.

Anak tetap bisa sakit jika terpapar kuman atau lingkungan yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena sistem imun anak masih terus berkembang, terutama pada usia awal kehidupan.

Tips agar Anak Tidak Mudah Sakit 

Tips agar anak tidak mudah sakit 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Melansir dari Kementerian Kesehatan, daya tahan tubuh anak dapat dijaga dan diperkuat melalui berbagai langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh orangtua dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah yang dapat diterapkan agar anak tidak mudah sakit antara lain:

  1. Melengkapi imunisasi sesuai jadwal
    Imunisasi berperan penting dalam membentuk kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu yang berbahaya. Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, tubuh anak akan lebih siap melawan infeksi sehingga risiko sakit berat dapat berkurang secara signifikan.

  2. Memberikan gizi seimbang
    Asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem imun anak. Pola makan yang baik membantu tubuh anak memiliki energi yang cukup sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya.

  3. Memberikan stimulasi sesuai usia
    Stimulasi yang adekuat, seperti bermain, berinteraksi, membaca, dan aktivitas motorik, membantu perkembangan otak dan emosi anak. Anak yang berkembang secara optimal cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih stabil, termasuk sistem imun yang lebih baik.

  4. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, serta menghindari paparan asap rokok sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak. Lingkungan yang bersih dapat menurunkan risiko penularan penyakit secara signifikan.

Nah, itu dia penjelasan terkait benarkah anak sufor gampang sakit. Semoga informasi ini bermanfaat untuk orangtua.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More