Mama Harus Tahu, Begini 5 Cara Membuang Diaper yang Benar

Jangan asal, Mama perlu mengetahui cara membuang diaper yang benar agar tidak mencemarkan lingkungan

27 November 2020

Mama Harus Tahu, Begini 5 Cara Membuang Diaper Benar
freepik.com/wavebreakmedia-micro

Membuang diaper bekas setelah dipakai si Kecil memang tidak bisa sembarangan. Mama perlu memahami beberapa cara membuang diaper yang benar, namun tetap praktis dan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar. 

Perlu diketahui bahwa membuang diaper bekas secara asal justru akan mencemarkan lingkungan, bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Dengan mengetahui cara membuang diaper yang benar, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar pun akan terjaga. 

Jika masih bingung terkait cara-cara membuang diaper yang benar, kali ini Popmama.com telah merangkumnya lebih detail lagi. Simak baik-baik ya, Ma!

1. Bersihkan kotoran terlebih dahulu agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap

1. Bersihkan kotoran terlebih dahulu agar tidak menimbulkan bau tidak sedap
Pexels/Helena Lopes

Jika terdapat kotorannya pada diaper si Kecil, sebaiknya dibersihkan dahulu. Buang kotoran pada kloset sebagaimana di tempat semestinya. Kemudian, Mama bisa membersihkannya dengan air yang mengalir sebelum dibuang. 

Diaper perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Apalagi bau diaper yang menyengat dan tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan lingkungan rumah terasa kurang nyaman.

Jadi, alangkah baiknya untuk bilas diaper terlebih dahulu demi menciptakan kenyamanan dan kebersihan di sekitar rumah. 

Editors' Picks

2. Gulung diaper ke arah dalam agar rapi dan gampang dibuang

2. Gulung diaper ke arah dalam agar rapi gampang dibuang
roadtocopenhagen.org

Setelah dibilas dengan bersih dan mengurangi aroma bau yang kurang sedang, Mama perlu menggulung diaper ke arah dalam. Jika ada diaper yang digunakan oleh si Kecil dilengkapi dengan perekat, maka proses menggulung bisa lebih mudah. 

Gulunglah dari ke dalam, dari bagian belakang atau bawah diaper. Setelah itu, gunakan perekat yang ada agar bentuk diaper menjadi lebih kecil. 

3. Kumpulkan diaper bekas ke dalam satu kantong

3. Kumpulkan diaper bekas ke dalam satu kantong
Freepik/a3pfamily

Langkah lainnya terkait cara membuang diaper yang benar, yakni Mama perlu mengumpulkan diaper bekas yang sudah dibersihkan dan dilipat untuk ditaruh ke dalam satu kantong. 

Kumpulkan diaper bekas tersebut dan tidak disarankan dicampur dengan sampah rumah tangga yang lainnya ya, Ma. Pisahkan saja ke dalam satu kantong yang berisikan diaper bebas pakai, lalu diikat sebelum dibuang. 

4. Buang diaper di tempat sampah

4. Buang diaper tempat sampah
Unsplash/Goetz Heinen

Setelah diaper bekas dikumpulkan ke dalam satu kantong, langkah selanjutnya perlu membuangkan di tempat sampah yang tertutup. Ini dilakukan agar mengurangi keluarnya bau yang kurang sedap. 

Jika Mama sedang di luar rumah, usahakan untuk membuang kantong berisikan diaper bekas ke tempat sampah bagian non organik. Ini perlu dilakukan agar tidak mencemari sampah organik lainnya.

5. Gel diaper bisa digunakan untuk media tanam

5. Gel diaper bisa digunakan media tanam
Pexels/Lisa Fotios

Apabila Mama memiliki waktu luang, gel diaper bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam. Ketika ingin berniat menggunakan gel diaper untuk menanam atau merawat pohon, maka bisa diterapkan di rumah. 

Saat ingin mengeluarkan gel diaper, gunakanlah sarung tangan dan masker. Setelah itu, gunting diaper dan keluarkan isinya perlahan-lahan. 

Jika gel sudah keluar, Mama bisa menaruhnya ke dalam wadah. Tambahkan campuran larutan EM-4 (bakteri pengurai), lalu tutup ember secara rapat selama kurang lebih tujuh hari. 

Setelah tujuh hari bisa langsung menaruh campuran gel diaper tersebut ke media tanah secukupnya. 

Nah, itulah beberapa cara membuang diaper yang benar agar kebersihannya lingkungan tetap terjaga. Setelah mengetahui cara ini, Mama hanya tinggal menerapkannya sendiri di rumah. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.