Bolehkah Bayi Disusui setelah Gumoh? Cek Dulu Faktanya, Ma

Meski ini normal dan sering terjadi, apakah bayi boleh disusui setelah gumoh?

11 September 2020

Bolehkah Bayi Disusui setelah Gumoh Cek Dulu Faktanya, Ma
healthline.com

Gumoh merupakan hal normal yang sering terjadi pada bayi. Beberapa bayi bahkan selalu gumoh setiap kali selesai menyusu. Gumoh sering terjadi pada bayi sampai usia satu tahun. Penyebabnya adalah lambung bayi yang kecil serta katup lambung yang belum kuat.

Meski normal dan sering terjadi, apakah Mama harus kembali menyusui si Kecil setelah ia gumoh? Seberapa cepat Mama harus memberi bayi ASI lagi setelah gumoh?

Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi seputar keamanan menyusui bayi setelah gumoh yang dirangkum oleh Popmama.com berikut ini.

Penyebab Bayi Gumoh

Penyebab Bayi Gumoh
youtube.com/pandrita

Gumoh (spitting up atau gastroesophageal reflux) merupakan keluarnya sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu. Ukuran lambung yang sangat kecil serta katup lambung yang belum kuat merupakan penyebab terjadinya gumoh.

Katup lambung bayi belum dapat menutup dengan sempurna sehingga susu yang sudah berada dalam lambung dapat mengalir kembali ke mulut, jika volume susu terlalu banyak atau jika bayi langsung berbaring setelah minum.

Gumoh umumnya terjadi saat bayi minum susu terlalu banyak, saat bersendawa, atau menelan banyak udara.

Gumoh tidak menyakitkan bagi bayi dan kebanyakan bayi bahkan tidak menyadarinya. Selama bayi sehat dan bertambah berat badannya setiap bulan, Mama tidak perlu khawatir. Ini adalah bagian dari proses perkembangan bayi.

Editors' Picks

Apakah Bayi Boleh Disusui Kembali setelah Gumoh?

Apakah Bayi Boleh Disusui Kembali setelah Gumoh
johnsonsbabyarabia.com

Sangat dianjurkan untuk menyusui bayi kembali setelah ia gumoh, Ma. Terlalu banyak gumoh dapat menyebabkan dehidrasi dan pada beberapa kasus, bayi dapat mengalami penurunan berat badan. Pemberian susu dapat membantu mencegah keduanya.

Susui bayi setelah ia selesai gumoh. Mulailah dengan sedikit ASI dan amati apakah ia akan memuntahkannya kembali. Ini juga dapat membuat bayi merasa nyaman.

Apakah Gumoh Dapat Dicegah?

Apakah Gumoh Dapat Dicegah
youtube.com/howcast

Gumoh setelah menyusu dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut, Ma:

  • Posisikan tubuh bayi tetap tegak setelah makan

Posisikan tubuhnya tetap tegak selama 30 menit atau lebih untuk membuat makanan atau susu yang baru dikonsumsi tetap berada di dalam lambung. Apabila harus berbaring, letakkan beberapa bantal untuk menopang tubuhnya sehingga badannya tetap tegak.

  • Hindari tekanan pada perut bayi

Pastikan tidak ada tekanan pada perut bayi setidaknya selama 30 menit setelah makan untuk mencegah gumoh. Pemakaian celana atau popok yang terlalu ketat sehingga menekan perut juga harus dihindari ya, Ma.

  • Bantu bayi untuk bersendawa

Setelah menyusu, usahakan bayi untuk bersendawa agar udara yang terlanjur masuk dapat ke luar kembali.Sandarkan tubuh bayi ke dada mama agar posisinya tegak, tetapi jangan sampai perutnya tertekan. 

  • Perhatikan lubang pada dot (jika bayi menyusu dengan botol)

Lubang yang terlalu besar bisa menyebabkan bayi menyusu lebih dari yang dibutuhkan dan juga tersedak. Sedangkan lubang dot yang terlalu kecil menyebabkan bayi kesulitan menyusu dan juga akan menelan banyak udara.

  • Menyusui di ruangan yang tenang

Cari tempat yang tenang dan bebas dari gangguan sehingga bayi dapat menyusu dengan tenang. Ruangan yang bising dapat menyebabkan bayi panik saat menyusu. Bayi yang menyusu dalam keadaan panik cenderung menelan udara bersamaan dengan susu yang masuk. Hal ini dapat menyebabkan gumoh setelah menyusu.

Bedakan Gumoh dengan Muntah

Bedakan Gumoh Muntah
Pexels

Gumoh dan muntah sering sulit untuk dibedakan.

Pada saat bayi gumoh, susu mengalir dengan sendirinya. Sedangkan saat bayi muntah, bayi tampak berusaha untuk mengeluarkan susu. Bayi yang muntah tampak mengedan, tidak nyaman, atau rewel.

Sebagian besar muntah bayi merupakan hal yang abnormal. Dilansir dari laman IDAI, muntah dapat menjadi gejala atau tanda penyakit refluks (gastroesphageal reflux disease), sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein.

Meski gumoh adalah hal yang normal, namun Mama harus waspada bila terjadi hal berikut, segera bawa bayi ke dokter anak:

  • Gumoh disertai gangguan napas (tersedak, batuk, atau bunyi napas yang tidak biasa).
  • Lebih banyak dari dua sendok makan setiap kali gumoh.
  • Berat badan bayi yang sulit naik.

Itulah beberapa fakta mengenai keamanan menyusui bayi setelah gumoh. Jadi jangan buru-buru panik ya, Ma!

Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.