Hati-Hati! Ini Risiko Memberikan Makanan Padat untuk Bayi Terlalu Dini

Alih-alih meningkatkan kesehatan, memberikan MPASI dini justru sangat berisiko

12 April 2021

Hati-Hati Ini Risiko Memberikan Makanan Padat Bayi Terlalu Dini
Freepik/Liudmyla-yaremenko

Setelah enam bulan menyusu ASI, bayi mulai mengonsumsi makanan padat pendamping ASI. Bayi terus bertumbuh dan asupan nutrisi dari ASI tidak lagi mencukupi untuk mendukung pertumbuhannya.

WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan bayi mulai mengonsumsi MPASI setelah enam bulan.

Namun, Mama mungkin mengamati bahwa bayi tampak sering lapar atau ia sudah siap untuk mengonsumsi makanan padat setelah enam bulan.

Memberikan makanan padat sebelum enam bulan tidak dianjurkan ya, Ma. Bahkan dapat menimbulkan risiko yang akan mengganggu kesehatan si Kecil.

Apa saja risiko memberikan MPASI pada bayi terlalu dini? Simak ulasan Popmama.com berikut ini untuk mengetahui jawabannya, Ma.

1. Perut kembung, mencret, sembelit, atau diare

1. Perut kembung, mencret, sembelit, atau diare
Pexels.com/shvetsa

Sistem pencernaan bayi belum sempurna. Sehingga lambung dan usus belum dapat mencerna makanan padat dengan sempurna, Ma. Jika makanan padat masuk ke tubuhnya sebelum waktunya, maka berisiko menimbulkan kembung, sembelit, atau bahkan diare karena makanan tidak dicerna dengan baik.

Sebelum usia enam bulan, sistem pencernaan bayi baru bisa mencerna cairan, yaitu ASI dan susu formula.

2. Lendir dalam usus belum berkembang, makanan tidak dapat melewati usus dengan lancar

2. Lendir dalam usus belum berkembang, makanan tidak dapat melewati usus lancar
Pixabay/Julita83
Payudara menyembul karena pengaruh hormon Mama.

Lendir yang ada di dalam usus berfungsi untuk:

  • Melindungi dan melumasi jaringan serta organ tubuh.
  • Menangkap dan mengeluarkan bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit dari dalam tubuh.
  • Melindungi saluran cerna dari asam lambung dan cairan berbahaya lainnya.
  • Membantu makanan dan feses dapat melewati usus dengan lancar.

Sebelum usia enam bulan, lendir dalam usus bayi belum sepenuhnya berkembang. Nah, dapat dibayangkan beragam masalah yang mungkin muncul ketika makanan padat masuk saat lendir belum berkembang dalam usus bayi.

Editors' Picks

3. Infeksi

3. Infeksi
Freepik/A3pfamily

Bayi berusia di bawah enam bulan memiliki kondisi usus yang masih terbuka. Ini dapat menjadi pintu masuknya mikroorganisme yang bisa menginfeksi saluran cernanya, Ma. Selanjutnya adalah bayi berisiko terkena infeksi.

ASI mengandung antibodi imunoglobulin sekretorikyang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan organ pencernaannya sehingga tidak mudah terkena infeksi. Antibodi ini juga melindungi ususnya. Jadi, pastikan bayi menyusu ASI hingga minimal usia enam bulan.

4. Rentan sakit

4. Rentan sakit
Freepik

Alih-alih menjadi sehat dan berat badannya bertambah, memberikan MPASI dini dapat menyebabkan bayi menjadi mudah sakit.

Bayi berusia di bawah enam bulan memiliki organ tubuh dan sistem imun yang belum berfungsi optimal. Sistem imun bayi masih sangat lemah dalam melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit.

Pemberian makanan yang kurang higenis justru bisa membuatnya rentan sakit, sebab sistem kekebalan tubuhnya tidak bisa melawan dengan baik.

5. Obesitas

5. Obesitas
Unsplash/freestocks

Mungkin bayi atau anak kecil yang bertubuh gemuk terlihat lucu dan menggemaskan bagi sebagian orang. Namun, kelebihan berat badan menyebabkan beberapa masalah kesehatan. MPASI sebelum enam bulan dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi dan anak kelak.

Makanan yang dikonsumsi tidak bisa dicerna dengan baik karena organ pencernaan belum berfungsi dengan sempurna. Sehingga proses pemecahan makanan terganggu dan makanan akan diubah menjadi lemak. Kelebihan lemak membuat bayi berisiko mengalami kegemukan di usia dini.

Lemak yang tidak bisa tercerna dengan baik meningkatkan risiko asteriosklerosis. Ini adalah kondisi di mana saluran pembuluh darah arteri tersumbat oleh plak, sebagai akibat dari pemberian makanan dengan kolesterol berlebihan.

6. Kehilangan nafsu makan

6. Kehilangan nafsu makan
Pexels/polina-tankilevitch

Pankreas tidak mampu memproduksi enzim cerna secara optimal, sehingga proses penghancuran makanan juga terganggu. Makanan akan banyak diolah menjadi lemak dan tersimpan dalam perut. Ini dapat membuat perut bayi menjadi kembung dan begah, Ma. Alhasil, nafsu makan juga ikut menurun.

Jadi, bukannya meningkatkan selera makan, bayi malah menjadi tidak suka makan.

7. Sindrom kematian mendadak (SIDS)

7. Sindrom kematian mendadak (SIDS)
Pixabay/Tammydz

Ini adalah risiko yang paling fatal, yaitu menyebabkan kematian pada bayi. Bayi belum dapat mengunyah makanan sehingga dapat menyebabkan tersedak, saluran udara tersumbat, dan meninggal.

Makanan menumpuk dalam perutnya secara berlebihan karena tidak dapat dicerna juga membuat organ cerna terganggu dan rusak, Ma. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Itulah bahaya bila memberikan bayi MPASI terlalu dini. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, bersabarlah sampai bayi memasuki usia enam bulan sebelum memperkenalkan makanan padat pada si Kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.