Mencegah Bayi Sakit, Ikuti 5 Langkah Sterilisasi Botol dengan Merebus

Sterilisasi botol susu penting untuk melindungi pencernaan bayi

16 Juli 2019

Mencegah Bayi Sakit, Ikuti 5 Langkah Sterilisasi Botol Merebus
Pexels/Burst

Bayi masih rentan terhadap berbagai macam penyakit. Selain itu saluran pencernaannya juga belum sempurna. Botol susu yang tidak disterilisasi dapat meningkatkan risiko infeksi virus, parasit, dan bakteri pada saluran pencernaan bayi, yang bisa menyebabkan muntah atau diare.

Untuk menghindari penyakit, sterilisasi botol susu wajib dilakukan terutama bila air yang dipakai untuk mencuci botol susu tidak terjamin kebersihannya atau Mama tidak punya alat steril botol yang khusus. Selain itu, sterilisasi botol susu juga perlu dilakukan sejak pertama botol susu atau perlengkapan makan tersebut dibeli.

Bagaimana langkah melakukan steril dengan cara merebus? Lakukan 5 langkah berikut ini. Yuk, simak bareng Popmama.com!

1. Cuci bersih botol bayi

1. Cuci bersih botol bayi
Pexels.com/ Rawpixels

Segera cuci botol susu setelah digunakan dan tidak menunggu sisa susu mengering. Lepaskan setiap bagian botol, seperti dot dan tutupnya. Cuci seperti biasa di bawah air mengalir dengan sabun hingga bersih dari sisa susu. Lebih baik lagi jika menggunakan air hangat dan sikat botol yang bersih untuk membersihkan dinding bagian dalam botol. Ketika mencuci, pastikan agar semua sudut bersih tercuci.

Setelah membersihkan botol dengan cara di atas, Mama bisa mulai merebus botol.

2. Masukkan botol ke dalam panci

2. Masukkan botol ke dalam panci
Youtube/DUNIA WANITA

Tempatkan botol susu dan semua bagiannya di dalam panci besar yang berisi air.
Pastikan botol bayi bisa direbus sebelum kamu mencoba metode ini. Menstrerilkan botol dengan cara merebus ini paling baik untuk botol kaca, tapi botol plastik juga bisa menggunakan cara ini asal dilakukan dengan benar.

Ketika akan merebus botol susu, pastikan panci yang digunakan cukup besar. Sebaiknya tidak memasukkan terlalu banyak botol susu dalam satu panci agar tidak berdesak-desakan.

Editors' Picks

3. Rebus sampai mendidih

3. Rebus sampai mendidih
Youtube/shraddha p-'

Nyalakan kompor dan biarkan panci berisi air dan botol mendidih. Tutup panci dengan tutup bersih. Ketika air mulai mendidih, Mama perhatikan waktunya.

Biarkan air mendidih selama 15 menit agar botol disterilkan dengan benar. Setelah 15 menit, matikan api.

4. Keluarkan botol dari panci

4. Keluarkan botol dari panci
Youtube/keshalish

Keluarkan botol dengan penjepit steril. Jangan coba-coba menggunakan tangan karena tidak bisa dijamin tangan steril, selain itu juga untuk melindungi jari Mama dari air mendidih. Sebelum menggunakan penjepit, celupkan ujung penjepit di air mendidih agar steril. Lalu gunakan penjepit menarik botol keluar setelah 15 menit.

5. Keringkan botol

5. Keringkan botol
Wikihow

Mama bisa mengeringkannya dengan handuk bersih untuk mengeluarkan kelebihan air. Balikkan ke bawah sehingga botol mengering dengan baik. Setelah kering, letakkan dot di botol agar siap untuk digunakan.

Cara lainnya, setelah mengeluarkan air dari botol dan memasang dot, Mama bisa menyimpannya di wadah khusus di kulkas. Ini untuk mencegah munculnya bakteri pada botol.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Merebus Botol

Hal Harus Diperhatikan Sebelum Merebus Botol
Youtube/Indigo Nili

Gunakan panci khusus untuk merebus botol, jangan memakai panci yang sama untuk memasak makanan. Baca petunjuk keamanan pada kemasan botol susu. Beberapa botol plastik yang mengandung bisphenol A (BPA) lebih baik disterilkan di dalam microwave daripada dalam air mendidih. Botol plastik jenis ini dapat melepaskan bahan kimia berbahaya jika dipanaskan, yang kemudian dapat larut dalam susu.

Cuci bersih tangan Mama sebelum merangkai kembali bagian-bagian botol susu. Sterilisasi botol susu ini disarankan tetap dilakukan hingga bayi berusia minimal setahun, dalam kondisi-kondisi tertentu. Di samping itu, perhatikan bahwa dot botol cenderung lebih cepat rusak jika sterilisasi dilakukan dengan direbus. Buang botol atau pun bagian lainnya dari botol susu jika ada retak atau kerusakan, untuk mencegah bakteri masuk dan membahayakan bayi.

Kebersihan wajib dijaga untuk mencegah bayi sakit. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.