Wajib Tahu: Pentingnya Membangun Ikatan dengan Bayi Baru Lahir

Pengalaman bonding setiap orangtua berbeda ya, Ma

12 Mei 2021

Wajib Tahu Penting Membangun Ikatan Bayi Baru Lahir
Freepik/pch.vector

Keterikatan antara orangtua dengan bayi yang baru lahir sangat bermanfaat bagi bayi kelak. Salah satunya adalah menumbuhkan rasa percaya diri yang positif dan rasa aman.

Bonding atau ikatan antara orangtua dengan bayi membuat mereka bangun di tengah malam untuk mengurus si Kecil.

Tanggapan orangtua terhadap sinyal bayi ini ternyata juga dapat memengaruhi perkembangan sosial dan kognitifnya, Ma. Kok bisa, ya?

Kali ini Popmama.com akan membahas soal pentingnya bonding antara orangtua dan bayi yang baru lahir serta tips untuk membangunnya.

Mengapa Ikatan antara Orangtua dengan Bayi yang Baru Lahir Itu Penting?

Mengapa Ikatan antara Orangtua Bayi Baru Lahir Itu Penting
Freepik/Cookie-studio
Dok. Jovee

Ikatan sangat penting untuk bayi. Penelitian terhadap bayi kera yang baru lahir yang diberi induk manekin saat lahir menunjukkan bahwa, meskipun manekin terbuat dari bahan yang lembut dan memberikan susu formula kepada bayi kera, bayi-bayi tersebut lebih tersosialisasi ketika mereka berinteraksi dengan induk yang masih hidup.

Bayi kera dengan induk manekin juga lebih cenderung menderita putus asa. Ilmuwan menduga bahwa kurangnya ikatan pada bayi manusia dapat menyebabkan masalah serupa.

Kebanyakan bayi siap untuk segera terikat. Sebaliknya, orangtua mungkin memiliki perasaan campur aduk tentang hal itu. Beberapa orangtua merasakan keterikatan yang kuat dalam beberapa menit atau hari pertama setelah kelahiran bayi mereka. Bagi yang lain, mungkin butuh waktu lebih lama.

Tetapi ikatan adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang terjadi dalam hitungan menit dan bukan sesuatu yang harus dibatasi untuk terjadi dalam jangka waktu tertentu setelah lahir.  Bagi banyak orangtua, ikatan adalah produk sampingan dari pengasuhan sehari-hari.

Editors' Picks

Cara Bayi Terikat dengan Mama

Cara Bayi Terikat Mama
Freepik/wayhomestudio

Saat menjadi orangtua baru, sering kali perlu beberapa saat untuk memahami bayi yang baru lahir. Beberapa hal berikut bisa membuat bayi menjadi terikat dengan Mama:

  • Sentuhan menjadi bahasa awal saat bayi merespons kontak kulit ke kulit. Ini menenangkan bagi Mama dan bayi
  • Kontak mata-ke-mata memberikan komunikasi yang berarti dalam jarak dekat
  • Bayi mencoba untuk meniru ekspresi wajah dan gerak tubuh
  • Bayi lebih menyukai suara manusia dan senang bersuara dalam upaya komunikasi pertama mereka. Bayi sering kali menikmati mendengarkan percakapan, serta penjelasan mama tentang aktivitas dan lingkungannya

Membangun Ikatan dengan Papa

Membangun Ikatan Papa
Pixabay/RitaE

Membangun ikatan dengan Papa tidak kalah pentingnya. Saat ini, para papa menghabiskan banyak waktu dengan bayi, jika dibandingkan dengan para papa dari generasi sebelumnya.

Meskipun para papa sering kali merindukan kontak yang lebih dekat dengan bayinya, ikatan sering kali terjadi pada waktu yang berbeda. Ini disebabkan karena mereka tidak memiliki kontak awal menyusui seperti yang dimiliki banyak mama.

Aktivitas ikatan awal meliputi:

  • Berpartisipasi bersama dalam persalinan
  • Papa dapat membentuk ikatan khusus dengan bayi saat menangani pemberian makan tengah malam dan mengganti popok
  • Membaca atau bernyanyi untuk bayi
  • Memandikan bayi
  • Meniru gerakan bayi
  • Meniru suara bayi dan suara lainnya - upaya pertama dalam berkomunikasi
  • Menggunakan gendongan bayi depan selama aktivitas rutin
  • Membiarkan bayi merasakan tekstur wajah papa yang berbeda

Faktor yang Memengaruhi Ikatan dengan Bayi

Faktor Memengaruhi Ikatan Bayi
Pexels/Andreas Wohlfahrt

Ikatan mungkin tertunda karena berbagai alasan. Saat hamil, Mama membayangkan wajah si Kecil dan ternyata berbeda setelah bayi lahir. Wajah merupakan salah satu kunci utama ikatan dengan bayi. Sehingga Mama mungkin membutuhkan waktu untuk membangun ikatan dengan si Kecil setelah lahir. Ini normal, Ma.

Hormon juga dapat memengaruhi ikatan secara signifikan. Meskipun menyusui bayi pada jam-jam pertama kehidupan dapat membantu ikatan, hal itu juga menyebabkan keluarnya banyak hormon berbeda pada Mama. Kadang-kadang Mama mengalami kesulitan untuk terikat dengan bayinya jika hormon berubah atau mengalami depresi pascapersalinan. Ikatan juga bisa tertunda jika Mama kelelahan dan kesakitan setelah persalinan yang lama dan sulit.

Jika bayi menghabiskan beberapa waktu dalam perawatan intensif, Mama mungkin merasa sedih dan ini dapat memengaruhi upaya bonding dengan bayi. Tetapi ikatan dengan bayi tetap penting. Staf rumah sakit dapat membantu Mama untuk membangun ikatan dengan bayi yang baru lahir meski ia masih dalam perawatan khusus.

Bila Mama belum merasa terikat pada saat membawa bayi ke kunjungan pertama ke dokter, diskusikan kekhawatiran mama pada dokter. Ini mungkin tanda depresi pascapersalinan. Atau ikatan dapat ditunda jika bayi memiliki masalah kesehatan yang signifikan dan tidak terduga. Mungkin saja karena Mama merasa lelah dan kewalahan dengan kehadiran anggota keluarga baru.

Merawat bayi yang baru lahir bukanlah tugas yang mudah, Ma. Jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, ikatan dengan bayi pun akan terbentuk.

Ikatan adalah pengalaman pribadi yang kompleks yang membutuhkan waktu. Pengalaman setiap orang berbeda, jadi jangan membandingkan diri dengan orangtua lain, Ma. Tidak ada formula ajaib dan tidak bisa dipaksakan. Seorang bayi yang kebutuhan dasarnya terpenuhi tidak akan menderita jika ikatannya tidak kuat pada awalnya.

Saat Mama merasa lebih nyaman dengan bayi dan rutinitas baru menjadi lebih dapat diprediksi, Mama dan pasangan akan merasa lebih percaya diri tentang semua aspek menakjubkan dalam membesarkan si Kecil.

Itulah informasi mengenai cara membangun bonding dengan bayi baru lahir. Selamat membangun ikatan dengan si Kecil, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.