5 Fakta tentang Kelainan Bentuk Telinga Bayi Baru Lahir

Wajib diwaspadai nih, Ma

27 November 2018

5 Fakta tentang Kelainan Bentuk Telinga Bayi Baru Lahir
Freepik/kneyman

Mama tentu berharap punya anak lahir sempurna, tanpa ada kekurangan apapun. Namun kemungkinan anak lahir dengan cacat bawaan (birth defects) akan selalu ada.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), banyak faktor yang memengaruhi kesehatan kehamilan sehingga membuat bayi lahir cacat. Salah satu penyebabnya adalah paparan polusi pada wanita hamil.

Salah satu bentuk cacat bawaan yang dapat terjadi adalah anotia. Menurut CDC, anotia adalah kondisi bayi terlahir tanpa telinga, baik salah satu maupun kedua telinga.

Masih banyak lagi fakta penting yang perlu Mama ketahui tentang cacat bawaan lahir berupa kelainan bentuk telinga. Simak info lainnya di bawah ini, Ma.

Apa itu Anotia?

Apa itu Anotia
Wikimedia

Seperti yang disampaikan CDC, bayi yang terlahir dengan anotia tidak memiliki telinga, baik salah satu atau kedua telinganya. Masalah yang satu ini agak sama, namun tetap berbeda dengan mikrotia yang merupakan kelainan bentuk telinga bayi.

Umumnya bayi dengan mikrotia memiliki bentuk telinga normal, namun ukurannya lebih kecil dari telinga bayi lainnya. Kondisi mikrotia yang seperti ini termasuk dalam mikrotia tipe 1 atau kelainan bentuk telinga yang paling ringan, sedangkan anotia adalah kelainan bentuk telinga yang paling parah (tipe 4).

Baca juga: Yang perlu Mama ketahui tentang mikrotia

Tipe-tipe Kelainan Telinga Bayi

Tipe-tipe Kelainan Telinga Bayi
Freepik/v.ivash

Anotia dan mikrotia mungkin menjadi dua tipe kelainan bentuk telinga kongenital yang paling sering terjadi pada bayi. Namun selain anotia dan mikrotia, masih banyak lagi tipe kelainan yang bisa terjadi pada bayi. Beberapa di antaranya, adalah:

  • Mikrotia: Telinga bagian luar tidak berkembang sempurna.
  • Anotia: Kehilangan salah satu atau kedua telinga.
  • Telinga menonjol: Lebih dari 2 cm dari kepala.
  • Telinga menyempit (atau menjuntai): Telinga pipih atau menggulung ke luar telinga.
  • Cryptotia: Telinga bagian atas masuk ke dalam kulit kepala.
  • Stahl’s ear: Telinga melancip ke luar.
  • Ear tag (accessory tragus): Tulang rawan menonjol di depan telinga.
  • Kelainan bentuk lubang telinga kongenital: Ada dua lubang telinga atau lubang memiliki celah dan atau kulit tambahan.
  • Hemangioma telinga: Ada tumor kecil hingga besar.

Editors' Picks

Bisa Menyebabkan Komplikasi

Bisa Menyebabkan Komplikasi
Freepik/freepic.diller

Menurut situs Children's National Health System, ada banyak tipe dari kelainan bentuk telinga bayi. Jika tidak ditangani dengan baik, kelainan bentuk telinga kongenital ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti:

  • Kehilangan pendengaran,
  • keterlambatan perkembangan,
  • masalah kosmetik atau penampilan,
  • masalah yang memengaruhi tulang rawan, otot, tulang, dan syaraf.

Gejala Kelainan Bentuk Telinga

Gejala Kelainan Bentuk Telinga
Freepik/freepic.diller

Menurut Children’s National Health System, kelainan bentuk telinga bawaan biasanya mudah terlihat saat bayi lahir. Namun pada kondisi yang lebih ringan, kelainan ini tidak begitu terlihat.

Umumnya, gejala yang sering muncul dari bayi yang memiliki kelainan bentuk telinga ringan adalah:

  • Sering mengalami infeksi telinga,
  • kelainan bentuk wajah, termasuk tulang pipi kecil dan tulang rahang bawah kecil. Terkadang ini hanya terjadi di satu sisi wajah,
  • gigi berantakan atau gigi saling bertumpuk,
  • bentuk mulutnya tidak normal, entah terlalu lebar atau sangat kecil.

Penanganan Kelainan Bentuk Telinga

Penanganan Kelainan Bentuk Telinga
Freepik/freepic.dilleriller

Anak yang mengalami kelainan bentuk telinga ringan sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus, jika pendengaran mereka berfungsi normal.

Namun untuk kasus yang lebih berat, penanganan yang diberikan berfokus pada memerbaiki bentuk telinga dan memperbaiki kemampuan mendengarnya.

Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi solusi bagi anak dengan kelainan bentuk telinga:

  • Ear molding. Ini biasanya dilakukan pada bayi yang terlahir dengan telinga menonjol, menyempit, Stahl’s ears. Ini idealnya dilakukan ketika usia anak 1-3 minggu.
  • Operasi. Umumnya ini dilakukan setelah anak berusia 6 tahun atau lebih, tepatnya ketika ukuran telinganya sudah tumbuh hampir seukuran telinga orang dewasa. Ini untuk memerbaiki masalah telinga bagian luar atau lubang telinga.
  • Alat bantu dengar untuk membantu anak mendengar dengan baik.
  • Implan koklea atau rumah siput. Ini merupakan operasi penanaman alat bantu dengar pada anak.