7 Hal Ini Terlarang untuk Dilakukan pada Bayi

Beberapa hal yang umum dilakukan ini ternyata berbahaya untuk si Kecil, lho!

10 Mei 2020

7 Hal Ini Terlarang Dilakukan Bayi
Freepik/prostooleh

Bagi Mama yang memiliki bayi baru lahir, keamanan dan kesehatan bayi tentu menjadi prioritas utama di hidup mama. Bahkan dari bayi baru lahir, Mama sudah mempersiapkan segala keperluan yang bisa membuat bayi nyaman, aman, dan tentu saja sehat selalu. Tak heran, kasih sayang orangtua memang tak terhingga ya, Ma.

Saking sayangnya, Mama ingin selalu memeluk bayi, bahkan menciumnya sepanjang hari. Padahal, mencium bayi (terutama di daerah bibirnya) bisa berbahaya bagi kesehatannya lho, Ma. Walau ciuman Mama adalah tanda sayang untuk si Kecil, namun mencium bayi bisa disamakan dengan memaparkan kuman atau bakteri ke tubuh mungilnya.

Masih banyak lagi hal-hal yang terdengar sepele, namun ternyata berdampak besar bagi keselamatan dan kesehatan anak. Mau tahu apa saja hal tersebut? Simak tujuh hal yang sebaiknya tidak Mama lakukan pada bayi baru lahir berikut ini yang berhasil Popmama.com rangkum.

1. Mencium bayi

1. Mencium bayi
Freepik/freepic.diller

Ya, semua orang pasti setuju kalau bayi memang sangat menggemaskan. Melihat pipinya yang gembil dan bibirnya yang sangat mungil, rasanya sulit untuk tidak mencium bayi. Namun sebaiknya orangtua maupun kerabat lainnya tidak mencium bayi, terutama di bibirnya.

Ini sama saja Mama mengirimkan kuman atau bakteri yang bisa merugikan kesehatannya. Di tubuh orang dewasa, kuman itu mungkin tidak cukup kuat untuk membuat sakit. Namun di tubuh bayi baru lahir yang daya tahan tubuhnya belum sempurna, sedikit kuman atau bakteri saja bisa memberi dampak besar bagi kesehatannya.

Maka, penting untuk menerapkan etika menjenguk bayi baru lahir pada keluarga dan sahabat yang ingin menemui si Kecil, Ma.

2. Memakaikan baju berlebihan

2. Memakaikan baju berlebihan
Freepik/Prostooleh

Baju dan aksesoris untuk bayi memang serba menggemaskan, Mama pasti tidak tahan untuk mendandani si Kecil. Sayangnya, memakaikan newborn baju dan aksesoris berlebihan justru berbahaya bagi keselamatannya, Ma.

Memakaikan baju berlapis-lapis justru bisa membuat bayi kepanasan hingga membuatnya sulit bernapas. Begitu juga dengan pakaian yang berlebihan, yang justru membuatnya tidak nyaman dan sulit bernapas.

Lebih baik Mama memakaikan bayi baju satu lapis lebih banyak dari Mama. Jadi kalau Mama hanya pakai 1 lapis baju, maka bayi memakai 2 lapis saja sudah cukup untuk membuatnya hangat tapi tidak kepanasan.

Memakaikannya kaus dalam, baju, jaket, selimut, dan topi sepertinya justru dapat membuat bayi kepanasan, Ma.

Editors' Picks

3. Tidur di ayunan bayi

3. Tidur ayunan bayi
Freepik/Freephoto

Ayunan bayi atau bouncy chairs mungkin bisa jadi penyelamat bagi para orangtua yang bayinya harus ayun agar tertidur. Namun, begitu bayi sudah tertidur di ayunan, Mama harus memindahkannya ke tempat tidur. Kenapa begitu?

Karena menurut American Academy of Pediatrics (AAP), posisi agak duduk di bouncy chairs bisa membuat bayi lebih sulit bernapas, sehingga tentu saja dapat menyebabkan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).

Untuk menghindari SIDS, pastikan bayi tidur telentang, bukan tengkurap. Pastikan juga tempat tidurnya tidak terlalu banyak barang seperti boneka, bantal, guling, selimut, mainan, dan lainnya, karena itu semua bisa berpotensi membuat bayi sulit bernapas saat tidur.

4. Mengajak nonton bioskop

4. Mengajak nonton bioskop
Glassgowwithkids

Bayi baru lahir memang menghabiskan belasan jam sehari untuk tidur, tetapi itu bukan alasan tepat untuk mengajaknya ke bioskop.

“Ah, sepanjang film pasti dia tidur, jadi aman deh mengajak bayi ke bioskop.” Mama pernah mengira seperti itu?

Faktanya, AAP sangat tidak merekomendasikan bayi ke bioskop karena berbahaya bagi pendengarannya. Bagi bayi, level suara 45 desibel itu sudah cukup keras untuk telinganya. Sedangkan suara film laga di bioskop biasanya mencapai 90 desibel!

5. Memangku bayi di pesawat

5. Memangku bayi pesawat
Babygaga.com

Setelah sembilan bulan menanti kelahiran si Kecil, banyak orangtua yang tidak sabar mengajak bayi baru lahirnya untuk travelling. Dengan alasan itu, Mama mengajak bayi baru lahir naik pesawat dan memangkunya di dekapan Mama. Memang tempat paling nyaman untuk bayi adalah berada di dekapan mama, namun bukan berarti itu tempat paling aman untuknya di pesawat.

Sama saja dengan bepergian menggunakan mobil, bayi juga sebaiknya duduk di car seat yang terikat baik di kursi pesawat. Harus beli tiket, dong? Demi keamanan bayi tersayang, tiket pesawat bukan masalah kan, Ma?

6. Berjemur di pantai

6. Berjemur pantai
Freepik/ingram

Siapa yang tidak mau menghabiskan waktu seru di pantai, bersama bayi kesayangan mama. Namun ternyata, cuaca ekstrem seperti panas pantai dan dingin gunung, tidak aman untuk bayi baru lahir. Perlu diketahui, bayi baru lahir tidak bisa kepanasan, dan inilah yang membuat mereka rentan mengalami heat stroke.

Terlebih, bayi di bawah usia enam bulan belum aman menggunakan tabir surya. Wah, berjemur dengan bayi baru lahir sepertinya bukan ide yang bagus ya, Ma. Lebih baik ajak anak ‘berlibur’ di dalam rumah saja deh.

7. Terlalu banyak Baby Einstein

7. Terlalu banyak Baby Einstein
Flickr/Espensorvik

Program Baby Einstein memang sempat digandrungi beberapa tahun lalu, karena diyakini bisa meningkatkan kecerdasan anak. Padahal, bayi baru lahir justru akan terpapar cahaya layar lebih banyak jika ia harus menonton program ini atau program apapun yang ada di layar.

Newborn baru mulai mengenal wajah dan suara mama, maka membiarkannya menonton video seperti Baby Einstein justru bisa membuat otaknya terlalu terstimulasi.

AAP menyarankan agar Mama menunggu anak hingga berusia 2 tahun untuk mulai mengenalkan layar (baik tv, laptop, tablet, ponsel, atau gawai lainnya).

Selalu semangat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan si Kecil ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.