5 Cara Mendapatkan Bakteri Baik di Saluran Cerna Bayi

Cara nomor 3 mungkin tak terpikir oleh Mama

4 November 2018

5 Cara Mendapatkan Bakteri Baik Saluran Cerna Bayi
Pixabay/Skeeze

Mikroorganisme sangat penting untuk kesehatan saluran pencernaan si Kecil. Tanpa Mama sadari, mikroorganisme yang justru didapatkan bayi dari lingkungan sekitarnya dan akan memengaruhi kesehatannya hingga masa dewasanya kelak.

Saat lahir (jika lahir normal), bayi terpapar mikroorganisme dari vagina mama. Kemudian, bayi mendapat tambahan mikroorganisme dari kulit areola di payudara mama saat proses inisiasi menyusui.

Mikroorganisme akan membuat saluran pencernaan bayi kuat dan ia akan terhindar dari banyak gangguan kesehatan seperti asma, penyakit sendi dan tulang, dan banyak penyakit lainnya.

Setelah mendapat modal awal mikroorganisme, Mama harus melakukan ini agar kesehatan saluran cerna si Kecil semakin sehat? 

1. Berikan ASI kepada bayi

1. Berikan ASI kepada bayi
Pixabay/Seeseehundhund

Beri si Kecil ASI secara eksklusif sampai usianya 6 bulan. Menurut para ahli, ASI mengandung probiotik (bakteri baik) yang akan menghuni usus bayi, dan juga prebiotik (yang menjadi makanan probiotik).

Selain itu, Mama juga harus menyantap makanan bergizi agar kualitas ASI terjaga.

2. Biarkan Si Kecil bermain di luar ruangan

2. Biarkan Si Kecil bermain luar ruangan
Pixabay/Ajale

Memasuki usia 5 bulan, bayi sudah mulai banyak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Saat berada di halaman atau taman, bahkan alam bebas, biarkan ia bermain sesuka hati. Kalau kata iklan, "Jangan takut kotor!"

Tanah penuh dengan mikroba baik dan buruk. Dengan mengekspos tubuh si Kecil dengan tanah, saluran pencernaan si Kecil akan terlatih kekuatannya. Ia akan mampu untuk menangani mikroba-mikroba buruk yang ada di tanah, yang akan membuat imunitasnya semakin kuat.

Selain memiliki saluran cerna yang sehat, anak yang bermain di luar ruang juga akan lebih bahagia.

Editors' Picks

3. Biarkan mereka bermain dengan anak lainnya

3. Biarkan mereka bermain anak lainnya
Goodfreephotos/karenwarfel

Selain perlu bermain di luar ruangan, biarkan juga ia bermain dengan anak-anak lainnya. Bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang akan melatih kekuatan tubuh si Kecil. Tubuhnya akan memilah bakteri baik dan bakteri buruk. Yang buruk akan dimatikan oleh yang baik. Yang baik, akan menjaga kesehatan bayi secara maksimal. 

Oh ya, selain di saluran cerna, bakteri baik ada juga di kulit dan melindungi kulit si Kecil dari serangan penyakit. 

4. Jangan gunakan hand sanitizer atau tisu antiseptik

4. Jangan gunakan hand sanitizer atau tisu antiseptik
Wikimedia Commons/Simsala111

Tak perlu cemas jika tangan si Kecil terkena kotoran. Tak perlu buru-buru membersihkannya dengan cairan atau sabun antiseptik untuk membunuh kuman.

Ingat, mikroorganisme di sekeliling si Kecil yang justru dibutuhkan olehnya untuk membangun pertahanan tubuh. Tapi, Mama harus tetap ingat untuk menjaga kebersihan tangan dan tubuh si Bayi sebelum makan ya.

Jadi, Mama harus mencuci tangan si Kecil sebelum ia makan, namun saat ia bermain, tidak perlu lah setiap kali tangannya dibersihkan dengan pembersih antikuman. 

5. Jangan sembarangan memberikan antibiotik

5. Jangan sembarangan memberikan antibiotik
Pixabay/Stevepb

Hati-hati sebelum memutuskan untuk memberikan antibiotik. Diskusikan dengan dokter sebelum memberi antibotik, yang biasanya diberikan tiga hari setelah anak demam dan tak kunjung ada tanda penyakitnya semakin membaik. Demam justru membantunya mengusir penyakit.

Jack Gilbert, penulis buku Dirt is Good: The Advantage of Germs for your Child's Developing Immune System menulis bahwa orang tua tak perlu takut jika anaknya bermain lumpur. Bahkan, kontak dengan binatang peliharaan pun akan memberikan keuntungan lebih bagi sistem kekebalan tubuh anak.

Jadi, kotor juga baik, ya...