Benarkah Meletakkan Koin di Atas Pusar Bayi Mengatasi Bodong?

Ini lebih banyak manfaat atau bahayanya, ya? Yuk, kita cek!

12 Maret 2021

Benarkah Meletakkan Koin Atas Pusar Bayi Mengatasi Bodong
Pixabay/Alexas_Fotos

Salah satu hal yang pasti Mama perhatikan saat bayi baru lahir, yang juga biasanya mengundang perhatian orang lain, adalah penampakan pusar bayi. Setelah si Kecil lahir, komentar-komentar seperti ini biasanya akan terdengar di telinga Mama:

"Kok bodong pusarnya?"

"Aduh, hati-hati seperti itu sampai besar, loh."

"Kalau laki-laki sih gak apa-apa. Kalau perempuan, kasihan juga kalau sampai bodong."

Sampai saran seperti ini, yang biasanya datang dari orang-orang tua adalah:

"Coba tempelkan koin di atasnya biar gak bodong."

Nah, percayakah Mama, bahwa tak hanya di negara kita, namun saran ini juga beredar di seluruh dunia, bahkan Eropa dan Amerika?

Berikut Popmama.com akan memaparkan kebenaran meletakkan koin di atas pusar untuk mengatasi bodong pada bayi.

Editors' Pick

1. Mengapa pusar bisa bodong atau seperti mencuat ke luar?

1. Mengapa pusar bisa bodong atau seperti mencuat ke luar
Pixabay/Marvelmozhko

Tali pusar bagaikan saluran pipa yang fleksibel namun kuat. Fungsinya adalah membawa aliran darah ibu ke bayi.

Setelah tali pusar dipotong, saluran pipa itu seharusnya akan menutup dengan sendirinya. Namun, bisa jadi, saluran ini tidak menutup sepenuhnya setelah tali pusar kering dan copot. Jika demikian, maka bisa jadi bayi mengalami apa yang disebut dalam istilah medis: umbilical hernia.

Ukuran tonjolan pusar ini juga bervariasi. Mulai dari sebesar ujung jari, hingga sebesar jeruk nipis.

Walaupun tidak menyakitkan bagi bayi, pusar ini akan mencuat keluar dan membesar saat bayi menangis, karena adanya tekanan di perut akibat tangisan.

2. Akankah pusar "masuk" kembali?

2. Akankah pusar "masuk" kembali
Pixabay/DivvyPixel

Walau tampilannya bisa jadi mengkhawatirkan, namun menurut laman yang ditulis oleh dr. Allan Greene, seorang dokter anak di AS, pusar yang mencuat atau udel bodong ini akan mengempis dengan sendirinya seiring anak beranjak besar, tanpa tindakan apa pun.

Tonjolan yang kecil biasanya akan kembali normal dalam hitungan bulan, sementara tonjolan besar akan kembali mengempis saat si Kecil berusia dua tahun.

Dokter akan melakukan tindakan jika tonjolan ini semakin membesar, atau semakin menganggu bayi. Namun, biasanya, mereka akan menyarankan untuk menunggu usia si Kecil mencapai 6-7 tahun sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Karena hingga usia tersebut, masih terdapat kemungkinan pusar akan kembali ke bentuk normal.

Oleh karena itu, menurutnya, meletakkan koin di atas pusar dengan mengikat perut bayi, tidak memiliki fungsi apa pun, karena akan kembali dengan sendirinya. Hal ini juga ditekankan oleh banyak praktisi medis di dunia.

3. Bahaya iritasi dan infeksi

3. Bahaya iritasi infeksi
Unsplash/Adele Morris

Di Indonesia sendiri, meletakkan koin di atas pusar menimbulkan pro dan kontra. Namun, hal yang perlu Mama ingat adalah risiko iritasi kulit yang bisa membahayakan si Kecil.

Koin yang tidak steril dan bersentuhan dengan pusar yang belum mengering benar, bisa membuat bayi mengalami infeksi. Infeksi bukan hanya bisa terjadi pada kulit bayi. Namun bisa juga hingga masuk ke organ dalam tubuh bayi karena koin yang tidak steril bisa memicu kuman dan bakteri masuk melalui pusar bayi yang belum kering.

Jadi, karena tidak memiliki pengaruh terhadap bentuk pusar bahkan membahayakan kesehatan bayi, jauhkan benda itu dari bayi ya, Ma.

Baca juga:

The Latest