Ini Bukti Bahwa Kesehatan Bayi Ditentukan oleh Saluran Pencernaannya

Tanpa makhluk ini, Si Kecil bisa menderita beragam penyakit

24 November 2018

Ini Bukti Bahwa Kesehatan Bayi Ditentukan oleh Saluran Pencernaannya
Freepik/McMurry Julie

Tahukah Mama, bahwa dalam tubuh kita, terdapat triliunan mikroorganisme (makhluk hidup sederhana yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop), yang ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan?

Sejak lahir, bayi memiliki mikroorganisme di dalam saluran cerna, yang memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:

  • Mencerna nutrisi yang tak terpakai,
  • memproduksi vitamin,
  • menstimulasi perkembangan kekebalan tubuh normal,
  • melawan bakteri jahat,
  • menjaga maturasi (pematangan) saluran cerna.

Tanpa mikroorganisme yang seimbang di dalam saluran pencernaannya, bayi bisa mengalami masalah kesehatan yang bahkan bersifat serius dan berlangsung menahun seiring pertumbuhannya.

Protein yang tidak tercerna dengan baik bisa masuk ke aliran darah dan memicu alergi atau intoleransi terhadap gluten. Dan jika kekebalan tubuh tidak terstimulasi dengan baik, maka gangguan autoimun pun bisa muncul, contohnya seperti diabetes tipe 1, artritis (radang sendi) belia, atau sklerosis (pengerasan jaringan) ganda.

Kelahiran Normal vs Caesar

Kelahiran Normal vs Caesar
Pixabay/Engin_Akyurt

Penelitian menunjukkan, bahwa proses persalinan normal bisa memengaruhi jenis dan jumlah mikroba saluran cerna. Astrid Sevelsted dan rekan-rekannya dari Denmark, meneliti catatan dua juta bayi yang lahir antara tahun 1977 hingga 2012.

Publikasi yang ditulis dengan judul Caesarean Section and Chronic Immune Disorders pada Journal Pediatrics ini memaparkan, bahwa bayi yang lahir dengan metode caesar memiliki kecenderungan lebih besar antara lain untuk menderita asma, artritis belia, defisiensi kekebalan, dan leukemia.

Bayi yang lahir secara normal mendapatkan lebih banyak mikroba dari yang tinggal di saluran pencernaan serta saluran vagina mama.

Sementara, bayi yang lahir caesar hanya mendapatkan mikroba hanya dari kulit mama, petugas medis yang menangani proses kelahiran, serta dari lingkungan tempat ia lahir.

Editors' Picks

ASI yang Terbaik

ASI Terbaik
Pixabay/Adinavoicu

Bagaimana jika Mama terpaksa harus melahirkan secara caesar akibat adanya risiko yang besar jika melalui persalinan normal?

Uniknya, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pia S. Pannaraj dari Keck School of Medicine of USC, Amerika Serikat dan rekan-rekannya dalam publikasi ilmiahnya yang diterbitkan di JAMA Pediatrics, ternyata mikroba yang ada di saluran pencernaan, berhubungan dengan mikroba yang ada di ASI serta kulit di sekitar payudara Mama.

Dalam kesimpulan penelitian, dipaparkan bahwa selama 30 hari pertama kehidupannya, bayi yang menyusui mendapatkan 15,2 persen bakteri dari ASI dan 6 persen dari kulit areola.

Memberi bayi ASI adalah cara paling aman memperkenalkan bakteria yang dimiliki seorang mama kepada bayinya. Penelitian pun menunjukkan, bayi yang diberi ASI memiliki kecenderungan yang kecil terhadap penyakit kronis seperti diabetes serta obesitas.

Baca juga: Merangkak dapat Meningkatkan Imun Sistem Bayi