Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Ketahui Waktu yang Tepat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Umur berapa bayi bisa tengkurap? Umumnya bayi mulai bisa tengkurap secara mandiri pada usia 4–6 bulan. Pada usia sekitar 4 bulan, bayi biasanya sudah mampu mengangkat kepala dan dada dengan bertumpu pada lengan saat tengkurap.
  • Bisakah bayi tengkurap lebih cepat? Tahapan perkembangan bayi tidak selalu sama, sehingga beberapa bayi dapat mulai tengkurap lebih cepat dari usia rata-rata. Ada bayi yang sudah menunjukkan kemampuan tengkurap sejak usia 3 bulan.
  • Penyebab bayi belum bisa tengkurap Meski perkembangan tengkurap pada bayi berbeda-beda, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan si Kecil belum mamp
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tumbuh kembang si Kecil tentu menjadi perhatian Mama dan Papa, terutama saat bayi mulai memasuki tahap perkembangan motorik. Salah satu kemampuan awal perkembangan motorik kasar, ketika bayi mulai belajar untuk mencapai posisi tengkurap.

Tengkurap dilakukan saat bayi berada pada posisi perut di bawah dan tubuh menghadap ke lantai. Dalam posisi ini, bayi akan berusaha mengangkat kepala dan menopang tubuh dengan lengan. Gerakan tersebut membantu memperkuat otot leher, bahu, punggung, dan lengan.

Setelah otot tubuhnya semakin kuat, bayi akan lebih siap untuk belajar duduk, merangkak, hingga berdiri. Proses ini berlangsung secara bertahap dan saling berkaitan satu sama lain. Kemampuan tengkurap pada setiap bayi tidak selalu muncul di waktu yang sama.

Perbedaan ini wajar terjadi karena setiap bayi memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Jika bayi belum menunjukkan kemampuan tengkurap setelah usia tertentu, kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda keterlambatan tumbuh kembangnya.

Untuk itu, berikut Popmama.com telah siapkan penjelasan mengenai pada umur berapa bayi bisa tengkurap. Yuk, kita cari tahu, Ma!

Table of Content

1. Umur berapa bayi bisa tengkurap?

1. Umur berapa bayi bisa tengkurap?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Umumnya bayi mulai bisa tengkurap secara mandiri pada usia 4–6 bulan. Pada usia sekitar 4 bulan, bayi biasanya sudah mampu mengangkat kepala dan dada dengan bertumpu pada lengan saat tengkurap. Otot leher dan punggungnya mulai kuat, meski posisinya masih belum terlalu stabil.

Memasuki usia 6 bulan, kemampuan tengkurap bayi sudah semakin matang. Bayi dapat menopang tubuh dengan lebih seimbang, berguling ke kiri dan kanan, serta berpindah dari posisi telentang ke tengkurap dan kembali lagi ke telentang. Pada tahap ini, tengkurap menjadi bagian dari persiapan belajar duduk dan merangkak.

2. Bisakah bayi tengkurap lebih cepat?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tahapan perkembangan bayi tidak selalu sama, sehingga beberapa bayi dapat mulai tengkurap lebih cepat dari usia rata-rata. Ada bayi yang sudah menunjukkan kemampuan tengkurap sejak usia 3 bulan. Namun, pada usia ini kemampuan tersebut biasanya masih terbatas.

Biasanya, kepala bayi masih sering turun sehingga membuatnya kesulitan bernapas dan akhirnya menangis. Selain itu, si Kecil juga belum mampu mempertahankan posisi tengkurap dalam waktu lama serta kesulitan mengembalikan tubuhnya ke posisi telentang. Hal ini wajar selama bayi terus menunjukkan perkembangan bertahap.

3. Penyebab bayi belum bisa tengkurap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski perkembangan tengkurap pada bayi berbeda-beda, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan si Kecil belum mampu tengkurap sesuai tahapan usianya. Salah satunya adalah kelahiran prematur. Bayi yang lahir sebelum waktunya umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tahap perkembangan.

Faktor lainnya adalah kurangnya waktu tummy time. Bayi memerlukan latihan yang cukup untuk memperkuat otot leher, lengan, dan punggung. Jika si Kecil jarang diberi kesempatan berada dalam posisi tengkurap, kemampuan ini bisa berkembang lebih lambat dibandingkan bayi yang rutin berlatih.

Bayi usia 4 bulan yang belum bisa tengkurap masih tergolong wajar. Namun, Mama perlu waspada jika disertai tanda-tanda keterlambatan motorik, seperti gerakan tubuh kiri dan kanan yang tidak seimbang, tonus otot yang terlalu kaku (hipertonia) atau terlalu lemah (hipotonia), gangguan refleks, gerakan yang tidak terkontrol, serta bayi yang masih sering menggenggam tangan.

Jika bayi belum bisa tengkurap setalah usia 6 bulan, Mama disarankan untuk segera memeriksakan si Kecil ke dokter atau tenaga kesehatan agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat sejak dini.

4. Ciri-ciri bayi mau tengkurap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi yang mulai siap belajar tengkurap biasanya akan menunjukkan beberapa tanda dari gerakan tubuhnya sehari-hari. Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah bayi mulai mampu mengangkat kepala saat diletakkan dalam posisi tengkurap. Meski belum lama, bayi sudah berusaha menahan kepala agar tidak terus menempel pada alas.

Selain itu, bayi tampak mendorong tubuh bagian atas dengan kedua lengan. Gerakan ini menandakan otot lengan, bahu, dan dada mulai menguat. Saat berada dalam posisi terlentang, bayi juga sering menendang-nendangkan kaki dan mengangkatnya ke atas. Aktivitas ini merupakan latihan alami yang membantu bayi mempersiapkan diri untuk berguling dan tengkurap.

Ciri lainnya, bayi terlihat mengayunkan tubuh ke sisi kanan dan kiri, seolah mencoba mencari posisi yang lebih nyaman. Bayi juga mulai mampu menjaga kepala tetap tegak saat berada dalam posisi tengkurap, meski masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan keseimbangan.

5. Rajin tummy time agar bayi bisa tengkurap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tummy time adalah kegiatan menengkurapkan bayi saat bayi dalam kondisi bangun, dan Mama berada di dekatnya untuk mengawasi. Pada usia 0–1 bulan, tummy time sebaiknya dilakukan dengan cara menengkurapkan bayi di atas dada. Cara ini lebih aman dan nyaman karena otot leher bayi masih lemah.

Tummy time pada usia ini cukup dilakukan selama 1–2 menit dan dapat diulang beberapa kali sehari. Memasuki usia 2–3 bulan, tummy time bisa dilakukan di alas datar selama 3–5 menit per sesi, sekitar 2–3 kali sehari. Saat bayi berusia 4 bulan ke atas, durasinya dapat ditingkatkan secara bertahap hingga total 15–30 menit dalam sehari.

Untuk melakukan tummy time di alas datar, letakkan bayi di permukaan yang aman dengan alas kain atau selimut tipis. Lakukan saat bayi sedang segar, misalnya setelah ganti popok atau setelah bangun tidur.

Jika bayi terlihat kurang nyaman, Mama dapat meletakkan gulungan handuk kecil di bawah dada atau lengan sebagai penyangga. Agar lebih menarik, letakkan mainan di depan bayi dan ajak si Kecil berbicara atau bermain. Demi keamanan, hindari tummy time tepat setelah bayi makan karena dapat memicu muntah.

Selama tummy time berlangsung, Mama perlu terus mendampingi dan tidak meninggalkan bayi sendirian. Jika bayi tampak lelah atau rewel, hentikan sementara dan lanjutkan kembali di waktu yang lebih tepat.

6. Manfaat posisi tengkurap bagi bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Posisi tengkurap memberikan banyak manfaat penting bagi tumbuh kembang bayi. Beberapa manfaat posisi tengkurap bagi bayi antara lain:

  • Memperkuat otot tubuh. Posisi tengkurap membantu menguatkan otot leher, bahu, lengan, punggung, dan otot inti, sehingga bayi bisa mengangkat kepala dan menopang tubuh bagian atas dengan lebih baik.

  • Melatih koordinasi. Posisi ini mendorong bayi belajar mengontrol gerakan tubuh dan meningkatkan koordinasi antara mata, tangan, dan tubuh.

  • Mendukung perkembangan motorik kasar. Gerakan mendorong tubuh dengan lengan dan menendang kaki saat tengkurap membantu bayi belajar berguling, duduk, dan merangkak.

  • Meningkatkan postur tubuh. Otot bayi menjadi lebih seimbang, tulang belakang berkembang sehat, dan bayi lebih mudah menjaga keseimbangan.

  • Mencegah kepala peyang. Bayi yang terlalu sering tidur telentang berisiko mengalami plagiocephaly atau kepala peyang. Latihan tengkurap memberikan bayi kesempatan untuk mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala dan mencegah deformitas kepala.

  • Mengembangkan eksplorasi dan interaksi. Posisi tengkurap membuat bayi bisa melihat dan meraih benda di sekitarnya. Gerakan kepala dan tangan membantu bayi fokus, merespons suara atau gerakan, serta mulai berinteraksi dengan orang dan lingkungan, sehingga kemampuan sosial dan sensoriknya ikut berkembang.

 

7. Hal yang perlu diperhatikan saat bayi dalam posisi tengkurap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Hal yang perlu Mama perhatikan saat bayi berada dalam posisi tengkurap adalah memastikan bayi tidak tertidur. Tidur dalam posisi tengkurap pada bayi yang belum cukup kuat untuk mengangkat atau memutar kepala sendiri dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.

Selain itu, posisi tengkurap pada bayi yang belum cukup kuat menahan kepala dalam waktu lama juga dapat menimbulkan risiko tercekik jika wajahnya tertutup kasur atau bantal dan kesulitan bernapas, terutama pada bayi yang memiliki masalah pernapasan bawaan.

Oleh karena itu, Mama harus selalu mengawasi bayi selama berada di posisi tengkurap dan memastikan aktivitas ini dilakukan saat bayi dalam kondisi terjaga dan aman.

Nah, itu dia, penjelasan mengenai umur berapa bayi bisa tengkurap. Perhatikan selalu kondisi si Kecil saat berada dalam posisi ini, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Resep Banana Bread Pudding untuk Camilan Bayi

03 Feb 2026, 13:38 WIBBaby