Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Normalnya Bayi BAB Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya sesuai Usia

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Bayi baru lahir biasanya memasuki fase mekonium dalam 24-48 jam pertama.
  • Pada usia 1-6 minggu, bayi dapat buang air besar sekitar 3 kali sehari dengan feses berwarna kuning.
  • Pada usia 6 bulan ke atas, frekuensi BAB bayi cenderung lebih teratur, sekitar 2 kali sehari dengan tekstur dan warna feses yang berbeda.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sama seperti orang dewasa, bayi juga buang air besar atau BAB sebagai bagian dari proses pencernaan tubuhnya. Kebiasaan BAB bayi dapat memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan sistem pencernaannya serta proses tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, perubahan pada pola BAB sering kali menjadi salah satu hal yang paling mudah diamati oleh orangtua. Tak heran jika perubahan kebiasaan BAB pada bayi, baik menjadi lebih sering maupun justru lebih jarang dari biasanya, kerap membuat Mama merasa khawatir.

Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan apakah frekuensi BAB si Kecil masih tergolong normal. Untuk menjawab rasa penasaran Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai normalnya bayi BAB berapa kali sehari?

Table of Content

Normalnya Bayi BAB Berapa Kali Sehari?

Normalnya Bayi BAB Berapa Kali Sehari?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Normalnya kebiasaan bayi buang air besar dalam sehari bisa berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya usia bayi karena sistem pencernaannya masih terus berkembang.

Selain itu, bayi yang mengonsumsi ASI cenderung BAB lebih sering dibandingkan bayi yang diberi susu formula. Respons tubuh setiap bayi terhadap asupan juga tidak sama. Ada bayi yang langsung BAB setelah menyusu, sementara ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.

Meski kebiasaan ini bisa berbeda-beda, secara umum normalnya BAB bayi dapat dilihat dari tahap usianya, sehingga perbedaan yang terjadi masih dapat dianggap wajar sesuai dengan proses pertumbuhan bayi.

1. Bab bayi newborn usia 24–48 Jam memasuki fase mekonium

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dalam 24–48 jam pertama setelah lahir, bayi biasanya memasuki fase mekonium. Mekonium adalah feses pertama yang dikeluarkan bayi, dengan tekstur yang kental dan lengket serta berwarna hijau tua hingga cokelat kehitaman. Feses ini terbentuk dari berbagai zat yang tertelan bayi selama berada di dalam rahim.

Zat-zat tersebut kemudian menumpuk di dalam usus dan dikeluarkan setelah bayi lahir. Keluarnya mekonium menjadi tanda awal bahwa saluran pencernaan bayi mulai bekerja dan berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

2. Bayi usia 1-6 minggu BAB berapa kali sehari?

Normalnya Bayi BAB Berapa Kali Sehari 3
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada usia 1-6 minggu, kebiasaan BAB bayi akan cukup sering karena sistem pencernaannya sedang beradaptasi. Bayi pada usia ini dapat buang air besar sekitar 3 kali dalam sehari, bahkan pada beberapa bayi frekuensinya bisa lebih sering, yaitu sekitar 4-12 kali sehari, dan kondisi ini masih tergolong normal.

Feses bayi pada usia ini biasanya berwarna kuning dengan tekstur lembek hingga agak encer. Kondisi tersebut wajar terjadi karena ASI mudah dicerna oleh tubuh bayi. Selama bayi tampak nyaman, tidak rewel berlebihan, dan berat badannya bertambah dengan baik, kebiasaan BAB yang sering tidak perlu dikhawatirkan.

3. Bayi usia 6 minggu-3 bulan BAB berapa kali sehari?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memasuki usia 6 minggu–3 bulan frekuensi buang air besar cenderung menurun dibandingkan usia sebelumnya. Banyak bayi yang hanya BAB 1 kali dalam sehari, bahkan ada pula yang BAB beberapa hari sekali hingga sekitar 1 kali dalam seminggu.

Kondisi ini tergolong normal karena sistem pencernaan bayi sudah mulai bekerja lebih efisien dalam menyerap nutrisi. Mama dan Papa tidak perlu khawatir selama tidak disertai kondisi medis lain yang memengaruhi kesehatan bayi.

4. Bayi usia 3–4 bulan BAB berapa kali sehari?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada usia 3–4 bulan pertama, frekuensi BAB bayi mulai mengalami variasi yang lebih jelas. Untuk bayi yang menyusui, umumnya BAB sekitar 3 kali dalam sehari, sedangkan bayi yang mengonsumsi susu formula biasanya BAB 2–3 kali sehari.

Namun, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa bayi bisa buang air besar lebih sering dari angka tersebut. Tidak jarang ada bayi yang BAB hingga 10 kali dalam sehari, dan kondisi ini masih tergolong normal.

Pada usia ini, tekstur feses bayi yang menyusui biasanya lebih encer, tidak berbau dan cenderung berwarna kuning atau hijau. Sementara itu, feses bayi yang diberi susu formula cenderung lebih padat, berwarna lebih gelap atau cokelat, dan biasanya berbau.

5. Bayi usia 4–5 bulan sebelum MPASI, BAB berapa kali sehari?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Seiring bertambahnya usia, kebiasaan BAB bayi biasanya mulai berkurang karena sistem pencernaannya semakin matang. Pada usia 4-5 bulan, sebelum mulai menerima makanan pendamping ASI (MPASI), bayi umumnya buang air besar sekitar 2 kali sehari.

Namun, frekuensi BAB setiap bayi tidak selalu sama. Beberapa bayi mungkin hanya buang air besar sekali sehari, sementara ada juga yang baru BAB setiap beberapa hari sekali. Hal ini masih tergolong normal.

Yang perlu diperhatikan adalah tekstur feses. Selama feses tetap lembut dan mudah dikeluarkan, orang tua tidak perlu khawatir meski frekuensi BAB lebih jarang dari biasanya. Ini menunjukkan bahwa sistem pencernaan bayi tetap berfungsi dengan baik dan bayi tetap menyerap nutrisi secara optimal.

6. Bayi usia 6–12 bulan, BAB berapa kali sehari?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memasuki usia 6–12 bulan, kebiasaan BAB bayi biasanya mulai lebih teratur, dengan frekuensi sekitar 2 kali sehari. Pada tahap ini, bayi sudah mulai diperkenalkan dengan MPASI, sehingga tekstur dan warna feses BAB mulai berbeda.

Feses bayi biasanya menjadi lebih padat dan kental, warnanya lebih gelap, serta memiliki bau yang lebih jelas. Hal ini wajar karena bayi mulai mengonsumsi berbagai jenis makanan selain ASI atau susu formula. Selain itu, warna dan tekstur feses bisa berubah-ubah tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.

Kenali Warna dan Tekstur Feses yang Tidak Normal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain memperhatikan seberapa sering bayi BAB, hal yang perlu diperhatikan adalah warna dan tekstur feses bayi. Perubahan tekstur feses bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan bayi sehingga perlu dikenali. Beberapa kondisi yang termasuk tidak normal antara lain:

  • Feses berwarna putih atau abu-abu. feses ini bisa menandakan masalah pada hati atau saluran empedu bayi. Kondisi ini mungkin menunjukkan tubuh bayi tidak memproduksi cukup empedu untuk mencerna lemak, sehingga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

  • Feses hitam. Jika bayi mengeluarkan feses berwarna hitam setelah fase mekonium, hal ini bisa menjadi tanda perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau usus halus.

  • Feses berdarah. Kehadiran darah dalam feses biasanya disebabkan oleh iritasi ringan atau retakan kecil di anus akibat feses keras. Namun, bila darah muncul terus-menerus atau dalam jumlah banyak, hal ini bisa menjadi indikasi masalah pencernaan yang lebih serius.   

Nah, itu dia penjelasan normalnya bayi BAB berapa kali sehari yang bisa Mama perhatikan pada si Kecil. Semoga informasi ini bermanfaat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Celotehan Bayi Bukan Hanya Lucu, tapi Jadi Komunikasi Penting

02 Feb 2026, 13:00 WIBBaby