Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Bahaya Bayi Baru Lahir di Dekat Kucing yang Tidak Boleh Diabaikan

6 Bahaya Bayi Baru Lahir di Dekat Kucing yang Tidak Boleh Diabaikan
Unsplash/Manja Vitolic

  • Risiko gangguan pernapasan
    Avoid having cats near babies, especially during sleep, as cat fur can be inhaled by the baby's sensitive respiratory system, risking breathing problems and even shortness of breath.

  • Risiko alergi
    Cats produce allergens found in their saliva, fur, and skin flakes. Exposure to these allergens can trigger sneezing, coughing, watery eyes, and skin rashes in sensitive babies if not promptly addressed.

  • Risiko infeksi
    Cats can transmit bacteria or parasites through scratches, bites, or their feces. One disease to watch out for is toxoplasmosis caused by the Toxoplasma gondii parasite in infected cat feces.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling sering dipilih karena tingkahnya yang menggemaskan.

Namun, memelihara kucing saat memiliki bayi yang baru lahir perlu mendapat perhatian khusus karena kucing dapat membawa berbagai penyakit yang patut diwaspadai.

Bayi yang baru lahir memiliki sistem pernapasan dan kulit yang sangat sensitif, sehingga keberadaan kucing di sekitarnya perlu diperhatikan dengan baik.

Untuk itu, Popmama.com telah merangkum bahaya bayi baru lahir di dekat kucing.

  1. 1. Risiko gangguan pernapasan

    Freepik/jcomp
    Freepik/jcomp

    Hindari kucing berada di dekat bayi, terutama saat tidur, karena bulu kucing yang rontok dapat terhirup oleh bayi yang sistem pernapasannya masih sangat sensitif. Kondisi ini berisiko mengganggu pernapasan bayi, bahkan dapat memicu sesak napas.

    Agar lebih aman, pastikan kucing tidak masuk ke area tidur bayi dan tidak menggunakan perlengkapan bayi sebagai tempat bermain maupun beristirahat.

  2. 2. Risiko alergi

    Freepik/jcomp
    Freepik/jcomp

    Kucing menghasilkan alergen yang terdapat pada air liur, bulu, dan serpihan kulitnya. Alergen ini mudah menyebar ke udara dan menempel di sekitar lingkungan.

    Pada bayi yang masih sangat sensitif, paparan ini dapat memicu bersin, batuk, mata berair, hingga ruam pada kulit jika tidak segera ditangani.

  3. 3. Risiko infeksi

    Pexels/Photo by Natalie Bond
    Pexels/Photo by Natalie Bond

    Kucing dapat menularkan bakteri atau parasit melalui cakaran, gigitan, maupun kotorannya. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah toksoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii pada kotoran kucing terinfeksi.

    Jika tangan orang dewasa menyentuh kotoran kucing lalu menyentuh bayi atau perlengkapannya tanpa mencuci tangan, risiko infeksi pada bayi dapat meningkat.

    Kondisi ini tentu berbahaya bagi bayi yang baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

  4. 4. Risiko penyakit kulit akibat jamur (kurap)

    Freepik/wirestock
    Freepik/wirestock

    Kucing cukup rentan terkena kurap, yaitu infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini dapat menular ke manusia, termasuk bayi, terutama jika kebersihan kucing tidak dijaga dengan baik.

  5. 5. Risiko terkena cakaran kucing

    Freepik
    Freepik

    Kucing dapat bereaksi secara tidak terduga. Gerakan mendadak dari bayi bisa memicu kucing mencakar atau menggigit. Hal ini berbahaya karena kulit bayi masih sangat lembut dan mudah terluka.

    Nah, itu tadi bahaya bayi baru lahir di dekat kucing. Semoga si Kecil sehat selalu, ya, Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More