6 Bahaya Bayi Baru Lahir di Dekat Kucing yang Tidak Boleh Diabaikan

- Risiko gangguan pernapasan
Avoid having cats near babies, especially during sleep, as cat fur can be inhaled by the baby's sensitive respiratory system, risking breathing problems and even shortness of breath. - Risiko alergi
Cats produce allergens found in their saliva, fur, and skin flakes. Exposure to these allergens can trigger sneezing, coughing, watery eyes, and skin rashes in sensitive babies if not promptly addressed. - Risiko infeksi
Cats can transmit bacteria or parasites through scratches, bites, or their feces. One disease to watch out for is toxoplasmosis caused by the Toxoplasma gondii parasite in infected cat feces.
Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling sering dipilih karena tingkahnya yang menggemaskan.
Namun, memelihara kucing saat memiliki bayi yang baru lahir perlu mendapat perhatian khusus karena kucing dapat membawa berbagai penyakit yang patut diwaspadai.
Bayi yang baru lahir memiliki sistem pernapasan dan kulit yang sangat sensitif, sehingga keberadaan kucing di sekitarnya perlu diperhatikan dengan baik.
Untuk itu, Popmama.com telah merangkum bahaya bayi baru lahir di dekat kucing.
Table of Content
1. Risiko gangguan pernapasan

Hindari kucing berada di dekat bayi, terutama saat tidur, karena bulu kucing yang rontok dapat terhirup oleh bayi yang sistem pernapasannya masih sangat sensitif. Kondisi ini berisiko mengganggu pernapasan bayi, bahkan dapat memicu sesak napas.
Agar lebih aman, pastikan kucing tidak masuk ke area tidur bayi dan tidak menggunakan perlengkapan bayi sebagai tempat bermain maupun beristirahat.
2. Risiko alergi

Kucing menghasilkan alergen yang terdapat pada air liur, bulu, dan serpihan kulitnya. Alergen ini mudah menyebar ke udara dan menempel di sekitar lingkungan.
Pada bayi yang masih sangat sensitif, paparan ini dapat memicu bersin, batuk, mata berair, hingga ruam pada kulit jika tidak segera ditangani.
3. Risiko infeksi

Kucing dapat menularkan bakteri atau parasit melalui cakaran, gigitan, maupun kotorannya. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah toksoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii pada kotoran kucing terinfeksi.
Jika tangan orang dewasa menyentuh kotoran kucing lalu menyentuh bayi atau perlengkapannya tanpa mencuci tangan, risiko infeksi pada bayi dapat meningkat.
Kondisi ini tentu berbahaya bagi bayi yang baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.
4. Risiko penyakit kulit akibat jamur (kurap)

Kucing cukup rentan terkena kurap, yaitu infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini dapat menular ke manusia, termasuk bayi, terutama jika kebersihan kucing tidak dijaga dengan baik.
5. Risiko terkena cakaran kucing

Kucing dapat bereaksi secara tidak terduga. Gerakan mendadak dari bayi bisa memicu kucing mencakar atau menggigit. Hal ini berbahaya karena kulit bayi masih sangat lembut dan mudah terluka.
Nah, itu tadi bahaya bayi baru lahir di dekat kucing. Semoga si Kecil sehat selalu, ya, Mama!


















