Urutan Skincare Bayi Baru Lahir yang Tepat agar Kulit Tetap Sehat

- Menjaga kelembapan kulit bayi penting sejak lahir, namun penggunaan produk skincare sebaiknya tidak berlebihan karena kulit bayi masih sensitif dan sedang berkembang.
- Urutan perawatan dasar meliputi pembersihan lembut, penggunaan baby oil opsional, pelembap wajib setelah mandi, serta diaper cream untuk mencegah ruam popok.
- Sunscreen tidak disarankan untuk bayi di bawah 6 bulan; lindungi kulit dengan pakaian tertutup dan hindari paparan sinar matahari langsung.
Penting untuk menjaga kelembapan kulit bayi sejak lahir. Mengutip American Academy of Pediatrics (AAP), menjaga kelembapan kulit bayi bisa tanpa perlu penggunaan produk berlebihan. Oleh karenanya, Mama dan Papa juga mulai bisa merawat kulit wajah dan tubuh bayi baru lahir.
Eits, tapi jangan berlebihan, ya, karena kulit bayi baru lahir masih berkembang dan sangat sensitif. Produk skincare hanya diperlukan jika ada kondisi tertentu, seperti kulit kering atau mengelupas, ruam popok atau eksim bayi.
Selain itu, pastikan juga produk skincare yang digunakan harus aman, hipoalergenik, bebas pewangi, dan diformulasikan khusus untuk bayi. Terlalu banyak produk justru bisa mengganggu keseimbangan alami kulit bayi.
Berikut Popmama.com rangkum urutan skincare bayi baru lahir agar kulit tetap sehat.
1. Bersihkan kulit bayi dengan cleanser

Pada dasarnya, urutan skincare bayi baru lahir hampir sama dengan orang dewasa. Diawali dengan pembersih atau cleanser. Pada tahap pembersihan atau cleansing bisa dilakukan dengan mandi dan menggunakan sabun serta sampo khusus bayi.
Mama dan Papa harus memilih produk yang bebas pewarna dan pewangi. Untuk bayi baru lahir biasanya dalam bentuk sabun cair lembut khusus bayi.
2. Baby oil, ini pilihan opsional

Baby oil biasanya dioleskan setelah mandi sekaligus untuk pijat bayi (baby massage).
Baby oil ini bisa membantu melembapkan kulit dan mempererat ikatan antara bayi dan orangtua. Namun, baby oil ini opsional, ya, dan tidak selalu perlu jika kulit bayi sudah lembap alami.
3. Moisturizer untuk melembapkan kulit si Kecil

Jika baby oil opsional, maka pelembap atau moisturizer sebaiknya tidak terlewat. Dioleskan setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap akan membuat kulit bayi lebih halus.
Pelembap berguna untuk mengunci kelembapan, terutama jika kulit bayi cenderung kering atau sensitif. Pelembap bayi sebaiknya memiliki pH netral atau sedikit asam dan tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit.
4. Diaper cream untuk mencegah ruam popok

Kulit bayi yang sensitif gampang ruam saat menggunakan popok. Tidak hanya popok sekali pakai, ada beberapa bayi yang bahkan menggunakan baju atau popok kain kulitnya langsung memerah.
Inilah gunanya diaper cream yang bisa dipakai setiap kali mengganti popok untuk mencegah ruam. Pilih yang mengandung zinc oxide atau petroleum jelly sebagai pelindung.
5. Jangan pakai sunscreen sebelum usia bayi 6 bulan

Selanjutnya adalah sunscreen untuk bayi yang sebaiknya tidak digunakan untuk bayi baru lahir. Penggunaan sunscreen untuk bayi akan lebih berguna di atas usia lahir 6 bulan.
Bayi di bawah usia 6 bulan memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karenanya tabir surya pada usia ini tidak dianjurkan karena potensi iritasi dan penyerapan bahan kimia.
Sebagai gantinya, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan menggunakan pakaian pelindung.
Itulah tadi urutan skincare bayi baru lahir agar kulit tetap sehat. Yuk, lakukan hal ini untuk merawat si kulit si Kecil!

















