Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada Hair Tourniquet Syndrome, Rambut Melilit Bisa Bahayakan Bayi
Pexels/kenan zhang

  • Bayi enam bulan mendadak sangat rewel akibat sehelai rambut yang melilit erat uvula, memicu pembengkakan meski kondisi pernapasan dan saturasi oksigennya awalnya stabil.
  • Dokter menangani kasus ini di ruang operasi setelah pelepasan di IGD gagal; rambut dipotong saat bayi dibius total dan jalan napasnya diamankan.
  • Hair tourniquet syndrome dapat menghambat aliran darah serta merusak jaringan; bayi yang terus rewel perlu diperiksa, sementara rambut di mulut atau tenggorokan tidak boleh ditarik paksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Awalnya

Bayi berusia enam bulan mendadak jauh lebih rewel dibandingkan biasanya. Orangtuanya melihat sehelai rambut keluar dari mulut bayi.

Sebelumnya

Petugas di fasilitas kesehatan lain mencoba mengeluarkan sesuatu yang terlihat tersangkut. Jaringan semakin membengkak dan berdarah saat disentuh.

sekitar lima menit setelah jeratan berhasil dilepas

Pembengkakan mulai berkurang. Bayi berhasil dibangunkan dari pembiusan dan dapat dipulangkan dalam kondisi stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi enam bulan mengalami pembengkakan pada uvula karena sehelai rambut melilit erat bagian tersebut.
  • Who?
    Bayi berusia enam bulan, orangtuanya, dokter, dan dokter spesialis THT terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Pemeriksaan dilakukan di instalasi gawat darurat anak, lalu penanganan dilanjutkan di ruang operasi.
  • When?
    Bayi mendadak jauh lebih rewel dari biasanya sebelum dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
  • Why?
    Rambut melilit uvula dengan erat seperti torniket, sehingga menekan jaringan dan menyebabkan pembengkakan.
  • How?
    Dokter menggunakan pembiusan total, kamera kecil, gunting, dan penjepit untuk memotong serta melepaskan rambut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi enam bulan tiba-tiba sangat rewel karena ada rambut yang melilit anak tekaknya. Dokter melihat bagian itu bengkak dan membawa bayi ke ruang operasi. Rambutnya dipotong dan dilepas dengan hati-hati. Setelah itu, bengkaknya berkurang. Bayi bisa bangun dari obat bius dan pulang dalam keadaan stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan medis yang hati-hati membantu menemukan penyebab bayi terus-menerus rewel, meski kondisinya tidak menunjukkan gangguan napas yang jelas. Rambut yang melilit uvula akhirnya berhasil dilepaskan di ruang operasi. Setelah pembengkakan berkurang, bayi dapat dibangunkan dari pembiusan dan dipulangkan dalam kondisi stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi yang terus-menerus rewel sering kali membuat orangtua menduga si Kecil sedang lapar, mengantuk, atau merasa tidak nyaman. Namun, ada kalanya penyebabnya justru sesuatu yang sangat tidak terduga.

Sebuah kasus yang dibagikan akun Instagram @dokbuckets menceritakan bayi berusia enam bulan yang mendadak jauh lebih rewel dari biasanya. Orangtuanya tidak mengetahui penyebab pasti kondisi tersebut, tetapi sempat melihat sehelai rambut keluar dari mulut bayi.

Setelah diperiksa lebih lanjut, rambut tersebut ternyata bukan sekadar tersangkut. Rambut itu melilit erat uvula atau anak tekak hingga menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini dikenal dengan Hair tourniquet syndrome.

Berikut Popmama.com rangkum kisah dan penjelasannya.

1. Waspada jika bayi mendadak jauh lebih rewel tiba-tiba

Pexels/Antoni Shkraba

Awalnya, bayi berusia enam bulan tersebut mendadak menjadi jauh lebih rewel dibandingkan biasanya. Orangtuanya tidak melihat kejadian khusus yang dapat menjelaskan mengapa si Kecil tampak begitu tidak nyaman.

Satu hal yang menarik perhatian adalah adanya sehelai rambut yang terlihat keluar dari mulut bayi. Kondisi tersebut akhirnya membuat si Kecil dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Saat tiba di instalasi gawat darurat anak, kondisi bayi sebenarnya terlihat stabil. Ia tidak mengalami sesak napas, tidak mengeluarkan air liur secara berlebihan, dan tidak terdengar suara napas yang tidak biasa.

Saturasi oksigennya bahkan masih tercatat 100 persen. Meski demikian, dokter menemukan adanya pembengkakan pada bagian belakang mulut bayi.

2. Dokter menemukan pembengkakan pada anak tekak bayi

Pexels/Polina Smelova

Pembengkakan tersebut berada pada uvula, yakni jaringan kecil yang menggantung di bagian belakang langit-langit mulut dan sering disebut sebagai anak tekak.

Sebelumnya, petugas di fasilitas kesehatan lain sudah mencoba mengeluarkan sesuatu yang terlihat tersangkut di area tersebut. Namun, setiap kali bagian itu disentuh, jaringan justru semakin membengkak dan berdarah.

Upaya tersebut akhirnya dihentikan karena dikhawatirkan memperparah kondisi bayi. Mengingat posisi uvula berdekatan dengan jalan napas, dokter spesialis THT kemudian turut dilibatkan dalam penanganannya.

Bayi lalu diberikan obat penenang agar tetap tenang selama tindakan. Dokter mencoba melepaskan benda yang melilit dengan menggunakan alat kecil, tetapi jeratan tersebut ternyata sudah terlalu erat sehingga belum berhasil dilepaskan di IGD.

3. Ternyata sehelai rambut melilit erat uvula

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Karena upaya di IGD belum berhasil, dokter memutuskan membawa bayi ke ruang operasi.

Di sana, bayi menjalani pembiusan total dan jalan napasnya diamankan menggunakan selang. Kamera kecil kemudian digunakan agar dokter dapat melihat bagian belakang mulut dengan lebih jelas.

Barulah diketahui bahwa benda tersebut adalah sehelai rambut yang telah melilit erat uvula. Rambut itu tidak hanya tersangkut, tetapi menekan jaringan seperti karet gelang yang terus dikencangkan.

Tekanan tersebut dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan jaringan membengkak. Kondisi seperti inilah yang disebut sebagai hair tourniquet syndrome.

4. Hair tourniquet syndrome biasanya terjadi pada jari bayi

pmc.ncbi.nlm.nih.gov

Hair tourniquet syndrome merupakan kondisi langka ketika sehelai rambut atau benang melilit bagian tubuh bayi dengan sangat erat. Mengutip Cleveland Clinic, kondisi ini paling sering terjadi pada jari kaki, jari tangan, atau penis, tetapi juga dapat mengenai bagian tubuh lain seperti area genital, puting, daun telinga, lidah, hingga pusar.

Ketika rambut atau benang melilit terlalu kencang, lilitan tersebut dapat bertindak seperti torniket. Akibatnya, jaringan menjadi nyeri dan membengkak, bahkan aliran darah dapat terganggu. Jika terlambat ditangani, komplikasi berat seperti kerusakan jaringan hingga nekrosis bisa terjadi.

Kondisi ini paling banyak ditemukan pada bayi dan anak kecil, dengan rata-rata usia diagnosis sekitar 5 bulan. Gejala awal yang bisa muncul antara lain bayi menangis berlebihan, rewel, serta adanya kemerahan atau pembengkakan pada bagian tubuh yang terkena.

Dalam kasus yang dibagikan @dokbuckets, lilitan terjadi pada uvula atau anak tekak, sehingga lokasinya tergolong sangat tidak biasa. Meski kasus ini langka, orangtua tetap perlu memeriksa bagian tubuh bayi ketika si Kecil terus rewel tanpa penyebab yang jelas.

5. Rambut berhasil dilepas dan pembengkakan segera berkurang

pmc.ncbi.nlm.nih.gov

Di ruang operasi, dokter akhirnya berhasil memotong dan melepaskan rambut tersebut dari anak tekak menggunakan gunting kecil serta penjepit.

Setelah rambut dilepaskan, dokter kembali menggunakan kamera untuk memastikan tidak ada benda asing lainnya di tenggorokan maupun saluran napas bayi.

Menariknya, sekitar lima menit setelah jeratan berhasil dilepas, pembengkakan mulai berkurang. Bayi kemudian berhasil dibangunkan dari pembiusan dan dapat dipulangkan dalam kondisi stabil.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa bayi yang tiba-tiba terus menangis atau rewel tidak selalu hanya disebabkan lapar maupun mengantuk. Orangtua dapat memeriksa jari tangan, jari kaki, serta area tubuh lain untuk memastikan tidak ada rambut atau benang yang melilit.

Namun, apabila rambut terlihat masuk ke mulut atau tenggorokan bayi, jangan menariknya secara paksa. Jika bayi mengalami sesak, suara napas tidak biasa, terus batuk, sulit menelan, mengeluarkan banyak air liur, atau bibir tampak membiru, segera cari pertolongan medis.

Itulah tadi penjelasan soal rambut yang melilit pada bagian tubuh bayi. Meski kasus seperti ini tergolong jarang, orangtua tetap perlu memperhatikan perubahan perilaku bayi serta memeriksa tubuh si Kecil ketika ia tampak terus-menerus tidak nyaman tanpa penyebab yang jelas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article