Ada Endapan Kristal Kemerahan di Popok Bayi, Berbahayakah?

Seringkali disangka darah, padahal berbeda lho, Ma

15 November 2019

Ada Endapan Kristal Kemerahan Popok Bayi, Berbahayakah
rawpixel.com/McKinsey

Sebagai ibu baru, mengamati tumbuh-kembang bayi setiap waktu merupakan dorongan yang alamiah terjadi. Dari ujung kaki hingga kepala, Mama berusaha memastikan kondisi kesehatan anak dalam keadaan baik. Termasuk mengamati kondisi tinja dan air seni yang dapat secara tidak langsung mencerminkan kondisi kesehatan bayi.

Jika mendapati noda kemerahan di popok bayi, Mama mungkin merasa panik dan berpikir bahwa noda tersebut adalah darah. Tetapi, tak semua noda kemerahan adalah darah lho, Ma. Bisa jadi noda tersebut adalah endapan kristal yang berasal dari air seni bayi. Waduh, berbahaya nggak ya? Berikut Popmama.com merangkum informasi seputar kristal air seni bayi, dilansir dari verywellfamily.com:

Endapan Kristal pada Air Seni Bayi, Berbahayakah?

Endapan Kristal Air Seni Bayi, Berbahayakah
freepik/freepik.diller

Kristal pada air seni bayi umumnya berwarna oranye atau merah, atau menyerupai merah batu bata dan terdeteksi dari endapan di popok bayi. Kondisi ini memang tidak biasa. Bahkan banyak orangtua panik karena menganggap noda tersebut adalah darah.

Kondisi yang tidak biasa ini memang membuat orangtua khawatir. Faktanya, sebuah penelitian yang dimuat di The Journal of Pediatrics tahun 1962 dan ditemukan oleh P. Gregg Rhodes dan tim dari Children's Hospital of the District of Columbia, Amerika Serikat, 64 persen bayi baru lahir mengalami kondisi ini. 

Tentunya, kemunculan kristal ini tidak sering. Kondisi ini banyak ditemukan pada bayi yang baru lahir beberapa hari yang mengalami penurunan berat badan selama menyusui. Meskipun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dialami oleh bayi yang berat badannya stabil.

Apa Penyebab Endapan Kristal pada Air Seni Bayi?

Apa Penyebab Endapan Kristal Air Seni Bayi
Freepik/Joaquincorbalan

Endapan kristal pada air seni bayi umum terdapat pada bayi yang menyusu ASI. Selama beberapa hari awal kehidupannya, ASI mengandung kolostrum, cairan 'emas' yang kaya akan faktor imun dan nutrisi untuk menguatkan sistem imun bayi. 

Endapan kristal ini terbentuk dari asam urat yang merupakan sisa dari metabolisme tubuh normal. Bayi lahir dengan kadar asam urat darah tinggi yang didapatkannya dari plasenta. Inilah yang akhirnya dieksresikan lewat tinja dan air seni. 

Editors' Picks

Apakah Endapan Kristal Ini Akibat Dehidrasi?

Apakah Endapan Kristal Ini Akibat Dehidrasi
Freepik/Yanalya

Jika bayi tidak menghasilkan air seni dalam volume banyak, kristal air seni ini akan sangat pekat dan mudah terlihat. Tetapi kondisi ini bukan berarti si Kecil mengalami dehidrasi kok, Ma.

Namun, jika kristal ini muncul terus-menerus selama lebih dari tiga hari, bisa jadi bayi memang benar-benar mengalami dehidrasi. 

Memastikan Bayi Terhidrasi dengan Baik

Memastikan Bayi Terhidrasi Baik
parents.com

Selama minggu pertama setelah kelahirannya, sebaiknya bayi:

  • Buang air kecil setara dengan 2 kali ganti popok basah, dan tiga kali buang air besar pada hari kedua. Tekstur tinja kemungkinan tebal, kering dan berwarna hitam (meconium)
  • Buang air kecil setara 5-6 kali ganti popok basah, dan tiga kali buang air besar. Tekstur tinja lebih lembek, berwarna kehijauan hingga kuning
  • Minimal 6 kali ganti popok basah, dan tiga kali buang air besar. Tekstur tinja berwarna kuning, lembek dan berair pada hari keempat.

Sebagai tindakan pencegahan dari dehidrasi, pastkan bayi cukup minum dan cukup buang air kecil. Konsultasikan dengan ahli laktasi dan dokter anak untuk menentukan diagnosis, pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap kondisi ini.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!