Bayi Sering Mengalami Kembung, Apakah Mama Perlu Khawatir?

Jika Mama selalu menangis dan rewel, bisa jadi ini disebabkan karena ia sedang kembung

16 April 2019

Bayi Sering Mengalami Kembung, Apakah Mama Perlu Khawatir
Freepik/wavebreakmedia

Kembung biasanya ditandai perut yang keras dan tampak lebih besar, sering buang angin, sering sendawa, dan sulit air besar. Kondisi ini biasanya terjadi karena organ pencernaan pada bayi belum matang sehingga gas mudah berkumpul di dalam lambung atau usus yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Pertanyaannya, saat bayi seringkali mengalami kembung, hal-hal apa saja yang perlu dikhawatirkan Mama? Berikut penjelasannya, dilansir dari parents.com.

1. Waspada jika kentut sangat bau dan bayi demam

1. Waspada jika kentut sangat bau bayi demam
Pexels.com

Saat kembung, biasanya bayi akan mengeluarkan kentut yang sangat bau sehingga membuat Mama mungkin terpaksa harus menahan napas. Secara ilmiah, sebenarnya kepekatan bau tergantung pada konsentrasi gas, makanan yang dikonsumsi bayi, dan jenis bakteri yang ada di dalam usus besarnya.

Yang perlu diingat, Mama sebaiknya waspada jika hal ini terjadi secara konsisten pada bayi dan disertai dengan gejala lainnya seperti demam, diare, sakit perut parah, serta adanya darah pada kotoran. 

2. Waspada jika kolik disertai perut sangat keras

2. Waspada jika kolik disertai perut sangat keras
Pixabay/joffi

Kolik adalah kondisi yang terjadi saat bayi menangis terus menerus tanpa penyebab yang jelas. Biasanya hal ini dialami bayi pada usia 6-8 minggu.

Meskipun bukan yang  utama, tetapi kembung diyakini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kolik. Terutama jika disertai dengan gejala lainnya, seperti perut yang mengeras, wajah tampak memerah, punggung yang melengkung, atau tangan yang terkepal. 

Editors' Picks

3. Waspada jika kembung disertai sembelit

3. Waspada jika kembung disertai sembelit
maxpixel.net

Biasanya, kembung memang erat kaitannya dengan sembelit. Sembelit adalah kondisi di mana pergerakan usus menurun dan menyebabkan terjadinya sulit buang air besar. Gejalanya adalah perut terasa penuh dan tinja yang mengeras.

Sembelit atau konstipasi ini dapat menyebabkan terjadinya kembung tetapi pada umumnya tidak akan meningkatkan gas yang ada di dalam perut. 

4. Kembung terjadi terus menerus disertai ruam kulit

4. Kembung terjadi terus menerus disertai ruam kulit
Freepik

Bisa jadi kembung yang sering terjadi pada bayi merupakan pertanda bahwa ia memiliki alergi makanan atau intoleransi. Kondisi ini dapat dikenali dengan timbulnya gejala lain seperti ruam kulit, muntah, diare, atau darah pada tinja.

Kembung juga bisa terjadi pada bayi yang mengalami penyakit celiac atau autoimun. Hal ini disebabkan karena intoleransi serius pada gluten yang menyebabkan bayi mengalami muntah, diare kronis, sembelit dan ketidaknyamanan perut lainnya. 

Mengatasi kembung pada bayi sebenarnya sangat mudah. Mama bisa memijat perut atau mengusap punggung bayi dengan lembut untuk membantu angin keluar dari perutnya.

Meskipun kembung bukan pertanda terjadinya penyakit serius pada bayi. Tetapi jika kondisinya sudah terlalu sering terjadi dan di luar kewajaran, jangan tunda untuk mengajaknya ke dokter ya,  Ma.

Baca Juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!