Ups, BAB Bayi Berbusa, Apa Penyebabnya Ya?

Ternyata BAB yang berbusa merupakan indikasi masalah kesehatan yang lebih serius

25 Agustus 2021

Ups, BAB Bayi Berbusa, Apa Penyebab Ya
Pexels/william-fortunato

Tinja merupakan salah satu sekresi tubuh yang dapat menceritakan banyak hal tentang kondisi kesehatan manusia. Terutama pada bayi yang masih belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanan pada tubuhnya, Mama bisa mengecek kesehatannya melalui kondisi tinjanya.

Umumnya BAB pada bayi yang sehat berwarna kecokelatan dan padat. Pada sebagian bayi, seringkali didapati BAB yang berbusa. Bakteri, parasit, dan infeksi virus dapat menyerang pencernaan, menyebabkan munculnya gelembung busa yang tidak wajar. Lalu, apa saja penyebab BAB bayi berbusa?

Berikut ini Popmama.com merangkum penyebabnya, dilansir dari Medical News Today:

1. Infeksi

1. Infeksi
Freepik/Jcomp

Infeksi bakteri, parasit, atau virus dapat menyerang saluran pencernaan dan membuat gelembung gas, membuat tinja bayi tampak berbusa. Sumber infeksi yang umum adalah parasit Giardia. Bayi mungkin terinfeksi setelah mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. 

Gejala lain dari infeksi meliputi:

  • Kelelahan,
  • perut bergas,
  • mual,
  • kram perut,
  • penurunan berat badan tanpa alasan pasti.

Diperlukan waktu antara dua hingga enam minggu untuk menghilangkan gejala infeksi.

Editors' Picks

2. Sindrom iritasi usus besar

2. Sindrom iritasi usus besar
Pixabay/theproofphotography
Ilustrasi

Bayi yang menderita sindrom iritasi usus besar kemungkinan mengalami tinja berlendir, yang dapat membuat tinja tersebut berbusa. Gejala iritasi usus besar pada bayi, antara lain sakit perut dan kram, diare, kembung, dan sembelit.

Segera ke dokter bila Mama menemukan gejala tersebut.

3. Gangguan malabsorpsi

3. Gangguan malabsorpsi
Freepik/pressfoto

Apabila tubuh tidak dapat secara efektif menyerap atau menggunakan nutrisi dalam makanan, maka tubuh mengalami gangguan malabsorpsi.

Salah satu gangguan malabsorpsi yang umum adalah penyakit celiac. Penyakit ini mengakibatkan seseorang yang memiliki reaksi alergi terhadap konsumsi gluten, yang menyebabkan usus menjadi meradang dan gejala gastrointestinal lainnya seperti perubahan tinja.

Tinja bayi mungkin akan berbusa setelah makan jenis makanan tertentu. Intoleransi diet terhadap makanan lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Makanan tersebut antara lain:

  • Telur
  • Fruktosa
  • Laktosa
  • Makanan laut

4. Pankreatitis

4. Pankreatitis
Pexels/rodnae-prod

Pankreatitis adalah kondisi kesehatan yang akut atau kronis. Penyakit ini menghambat kemampuan seseorang untuk mencerna lemak. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan, terutama di daerah perut bagian atas, dan rasa sakit dapat menyebar ke punggung.

Selain tinja berbusa, gejala berikut juga terkait dengan pankreatitis:

  • Demam,
  • mual,
  • detak jantung cepat,
  • perut bengkak,
  • muntah.

Bayi yang mengalami pankreatitis perlu masuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih intensif.

5. Kelebihan laktosa

5. Kelebihan laktosa
Unsplash/Oikomo Opeyemi

Tinja berbusa pada bayi seringkali merupakan tanda bahwa mereka mengalami kelebihan laktosa, yaitu gula yang terkandung dalam ASI.

ASI terdiri dari dua bagian: foremilk dan hindmilk. Foremilk keluar selama beberapa menit saat bayi mulai menyusu. Ini diikuti oleh hindmilk yang lebih kaya dan lebih kental.

Foremilk memiliki lebih sedikit nutrisi daripada hindmilk, dan jika bayi mendapatkan terlalu banyak foremilk, pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa dengan benar. Inilah yang menyebabkan perubahan pada tinjanya. 

Jika bayi sering buang air besar berbusa, disarankan untuk menyusui bayi setidaknya selama 20 menit di satu sisi payudara, sebelum beralih ke sisi yang lain. Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa bayi menerima cukup hindmilk.

Itulah penyebab BAB bayi berbusa. Apabila Mama mendapati tinja bayi berbusa selama berhari-hari, sebaiknya periksakan bayi ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. 

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.