Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan 2 Minggu: Semua Benda Masuk Mulutnya!

Seperti apa perkembangan bayi usia 2 bulan 2 minggu? Mengapa mereka memasukan semua benda ke mulut?

8 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan 2 Minggu Semua Benda Masuk Mulutnya
Freepik/Freepic.diller

Perkembangan bayi usia 2 bulan 1 minggu semakin menakjubkan. Namun, di usia ini bayi mulai mengalami perubahan fase jam tidurnya. Sebagian besar bayi usia 2 bulan terjaga sepanjang malam karena ia bangun lebih lama di siang hari. Bayi Mama bisa jadi mengalami dua hingga empat periode tidur panjang setiap harinya atau sekitar 14-16 jam dalam 24 jam.

Kebiasaan lain yang muncul di saat ini adalah ia mulai sering ngeces atau ngiler. Ketertarikannya memasukkan benda-benda ke mulut akan merangsang produksi air liur. Berbanding terbalik dengan kemampuannya menelan. Namun, ini bukan berarti telah tiba saatnya si Kecil tumbuh gigi ya, Ma. Umumnya bayi akan tumbuh gigi di antara usia empat hingga tujuh bulan, atau sedini-dininya di usia tiga bulan.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Mencari Pengasuh Bayi

Kehidupan Orangtua Mencari Pengasuh Bayi
Pexels/jeshoots.com

Untuk Mama yang bekerja kantoran, sebaiknya mulai mempersiapkan diri mencari pengasuh bayi sejak sekarang. Kenapa? Butuh penyesuaian bagi pengasuh bayi, Mama dan tentunya si Kecil selama nantinya Mama kembali bekerja. Penyesuaian ini sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya sebulan sebelumnya.

Mencari pengasuh bayi, begitu pun daycare, membutuhkan banyak pertimbangan. Penting melakukan survei ke berbagai tempat daycare atau agen penyalur pengasuh bayi. Sempatkan waktu yang cukup lama untuk memahami kondisi tiap daycare dan mengobrol dengan calon pengasuh. Dalam proses ini, Mama bisa melihat bagaimana pengasuh berinteraksi dengan para bayi.

Jika Mama memakai jasa pengasuh bayi untuk di rumah, carilah referensi sebanyak-banyaknya dari sekitar. Pengasuh yang direkomendasikan oleh orang yang dekat dan akrab dengan keluarga Mama juga bisa menjadi pertimbangan, karena menyangkut rasa percaya.
 

Mengatasi Refluks atau Gumoh

Mengatasi Refluks atau Gumoh
healthline.com

Di usia ini, bayi seringkali mengalami refluks alias gumoh. Refluks merupakan kondisi di mana makanan dan asam lambung bergejolak menuju ke esophagus. Hal ini normal. Bayi akan memuntahkan sedikit susu atau ASI selepas ia minum. 

Refluks akan berkurang seiring menguatnya kekuatan otot sfingter bayi. Jika bayi mengonsumsi susu formula, dokter mungkin akan menyarankan beralih ke susu formula berbahan kedelai yang hypoallergenic

Untuk mengatasi refluks pada bayi ini, Mama bisa mengatur frekuensi menyusui agar bayi tidak terlalu kenyang dan perutnya penuh. Selain itu, posisikan kepala bayi sedikit mengangkat sekitar 30 derajat selama dan setelah menyusui. Cara ini dapat menjaga agar si Kecil tidak memuntahkan minumannya lagi. Membuat bayi bersendawa juga bisa mengurangi rasa tidak nyaman pada perutnya.

Sebagian besar refluks ini tidak menimbulkan gejala. Namun jika si Kecil sering mengalaminya diiringi gejala lain seperti muntah, batuk atau berat badan yang kurang, bisa jadi ia mengalami GERD (gasteroesophageal reflux disease). Konsultasikan pada dokter jika si Kecil menunjukkan gejala gumoh yang mengkhawatirkan.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.