Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan 1 Minggu: Si Pintar Senyum dan Gemas

Seperti apa perkembangan bayi usia 3 bulan 1 minggu? Wah, mereka sudah bisa bikin muka gemas!

9 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan 1 Minggu Si Pintar Senyum Gemas
Pixabay/tabakpolska

Welcoming three! Selamat datang di usia 3 bulan. Si Kecil kini dapat menyadari kehadiran orangtuanya dan menunjukkannya lewat berbagai ekspresi. Kemampuannya semakin berkembang, salah satunya ditunjukkan lewat ekspresi yang berbeda saat melihat orangtuanya dan melihat orang asing. Ia dapat memilah-milah siapa orang yang akrab dengannya dan yang tidak.

Ia kini dapat mencari kehadiran Mama dan menggerak-gerakkan tangannya tanda gembira saat melihat Mama. Bahkan, menakjubkannya, ia dapat mengenali aroma tubuh Mama, lho.

Hal ini terjadi karena otak bayi berkembang yang berpengaruh pada perkembangan perilakunya. Ia kini lebih sensitif terhadap perubahan sekitarnya. Bagian dari otak yang bekerja untuk koordinasi mata-tangan membuat bayi menyadari obyek-obyek di sekitarnya dengan lebih baik. Pendengarannya, bahasa dan penciumannya menjadi lebih reseptif dan aktif.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Baby Blues yang Masih Menghantui

Kehidupan Orangtua Baby Blues Masih Menghantui
Freepik

Apakah Mama masih merasa cemas dan murung? Waktu-waktu yang berlalu hingga tiga bulan ini, apakah Mama merasa kecemasan sindrom baby blues semakin serius? Tak perlu ragu menemui dokter untuk menceritakan suasana hati Mama. Sekitar 10 hingga 15 persen perempuan mengalami gejala depresi atau kecemasan setelah melahirkan. 

Belum yakin dengan yang Mama rasakan? Berikut beberapa pertanyaan yang dikembangkan oleh Postpartum Stress Center di Rosemont, Pennsylvania. Apakah Mama:

  • Kesulitan tidur?
  • Merasa lelah sepanjang waktu?
  • Kehilangan nafsu makan?
  • Khawatir terhadap hal-hal kecil?
  • Merasa kehilangan waktu terhadap diri sendiri selepas kelahiran si Kecil?
  • Berpikir anak dan pasnagan akan lebih baik tanpa kehadiran Mama?
  • Khawatir pasangan merasa lelah karena perasaan Mama ini?
  • Sering membentak anak dan pasangan?
  • Menangisi hal-hal remeh?
  • Tidak lagi menikmati hal-hal yang dulu Mama nikmati?
  • Mengisolasi diri dari kehidupan sosial?
  • Takut meninggalkan rumah atau tinggal sendirian?
  • Mengalami serangan kecemasan?
  • Merasakan amarah yang tidak dapat dijelaskan?
  • Sulit berkonsentrasi?
  • Merasa ada yang salah pada diri dan khawatir tidak bisa menjadi ibu yang baik?

Jika Mama menjawab "ya" untuk tiga pertanyaan atau lebih, disarankan agar Mama mencari saran dari profesional untuk mengatasi permasalahan ini. Jangan khawatir, Ma, justru karena Mama menyayangi diri sendiri dan keluarga, maka Mama perlu menemui profesional.
 

Ruam Popok yang Seringkali Menggangu

Ruam Popok Seringkali Menggangu
Freepik

Apakah si Kecil mengalami ruam di sekitar bagian yang terpapar popok? Jika ya, bisa jadi ia mengalami alergi. Ruam popok terjadi akibat kotoran yang 'terjebak' pada bagian yang terpapar popok sehingga menimbulkan iritasi. Kotoran ini menumbuhkan bakteri dan jamur yang membuat gatal serta rasa perih. Infeksi kulit atau dermatitis bisa terjadi jika ruam popok tidak segera ditangani. 

Untuk mencegahnya, langkah awal yang perlu Mama lakukan adalah rutin mengganti popok si Kecil. Jangan menunggu basah atau penuh ya, Ma. Aplikasikan krim khusus ruam popok yang kini banyak dijual di apotek untuk memberikan lapisan pelindung antara kulit bayi dengan popok yang menimbulkan iritasi dan infeksi.

Pilih krim yang mengandung white zinc oxide. Kandungan ini lebih kental ketimbang petroleum jelly, lebih tahan lama di kulit, melindungi serta tidak perlu terlalu sering diaplikasikan setiap mengganti popok karena ketahanannya tersebut.

Beberapa bayi juga mengalami alergi terhadap kandungan pewangi atau bahan tissue basah. Jika ini terjadi, cobalah menggantinya dengan cara menggunakan air hangat yang dimasukkan ke dalam botol semprot untuk membersihkan kotoran pada tubuh bayi tanpa mengelapnya. Jika dirasa kurang bersih, Mama bisa menggunakan kain katun halus dan seka lembut hingga bersih. Gunakan sabun dengan formulasi khusus yang lembut, tanpa tambahan pewangi. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.