Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan 2 Minggu: Mengapa Mereka Harus Dipeluk?

Seperti apa perkembangan bayi usia 3 bulan 2 minggu? Mereka suka sekali jika Mama memeluknya, lho!

9 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan 2 Minggu Mengapa Mereka Harus Dipeluk
spafinder.com
Langkah memijat bayi

Di usia 3 bulan 2 minggu ini, koordinasi lengan, kaki dan tangan si Kecil semakin berkembang. Ia kini mampu menggoyangkan lengan dan menendang. Seiring dengan pinggul dan lutut yang makin fleksibel, tendangannya pun semakin kuat. 

Bayi mama juga dapat menggerakkan kedua tangan bersama-sama, serta membuka-tutup jari-jemarinya. Rangsang koordinasi mata dan tangannya dnegan memberikan mainan ke arahnya. Ia akan bersemangat meraihnya. 

Pada usia ini, bayi senang disentuh dan dipeluk. Tak heran, jika ia menangis, cara paling tepat menenangkannya adalah dengan memeluknya, skin-to-skin. 

Ia juga menyukai dipijat dan dielus lembut. Mama bisa menjadikan pijat sebagai rutinitas untuk memperkuat bonding dengan buah hati. Caranya mudah. Carilah tempat dengan permukaan datar, lapisi dengan selimut dan baringkan bayi di atasnya. Tuangkan baby oil, gosokkan ke telapak tangan hingga hangat, lalu mulailah memijat bayi dengan lembut. Mama bisa melakukannya sembari bernyanyi.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Mengembalikan Bentuk Tubuh Setelah Melahirkan

Kehidupan Orangtua Mengembalikan Bentuk Tubuh Setelah Melahirkan
Pixabay/PublicDomainPictures

Melahirkan adalah pengalaman yang mengubah hidup seorang perempuan, dan tentu saja mengubah bentuk tubuh. Pinggul dan panggul mama akan melebar dan kulit di sekitarnya akan mengendur. Hal ini wajar dan alamiah, Ma. Tubuh perempuan yang sudah melahirkan memang tak semuanya bisa kembali ke bentuk tubuh semula seperti saat masih gadis.

Namun Mama tetap bisa mengelola berat dan bentuk tubuh agar tetap sehat. Antara lain dengan mengatur porsi makan sedikit tetapi sering dan mengunyah lebih lambat agar otak dapat memproses rasa kenyang lebih lama. Selain itu, penting untuk mengonsumsi lebih banyak kalori sehat dan serta camilan yang sehat seperti buah-buahan dan kacang-kacangan. Mama juga bisa mulai berolahraga ringan serta jangan lupa mengonsumsi air putih sebanyak-banyaknya. 

Mengembalikan bentuk dan berat badan semula memang impian setiap ibu baru. Namun jika Mama menyusui si Kecil, sebaiknya prioritaskan konsumsi makanan dan minuman yang cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil ketimbang menjalani diet ketat yang justru mengurangi produksi ASI mama.

Bagaimana Jika Imunisasi Terlewat?

Bagaimana Jika Imunisasi Terlewat
Freepik/wavebreakmedia

Karena bayi sakit atau alasan lain, di bulan ketiga ini Mama melewatkan jadwal rutin imunisasi si Kecil. Bila imunisasi rutin seperti DTap terlewatkan, jangan khawatir. Dokter akan melanjutkan rangkaian imunisasi, setelah si Kecil benar-benar sehat. Beberapa dokter akan menyisipkan jadwal imunisasi di tengah kunjungan rutin bulanan. Pastikan Mama mencatat dan mengingatkan jika ada rangkaian imunisasi yang terlewat ya!

Jika bayi Mama mengalami beberapa hal menyangkut kesehatan ini, biasanya dokter menyarankan untuk menunda imunisasi:

  • Demam tinggi atau adanya penyakit baru,
  • masalah imunitas yang membuat si Kecil harus minum obat untuk memperkuat imun,
  • epilepsi,
  • minum obat steroid selama dua minggu dalam tiga bulan terakhir,
  • mengalami reaksi dari imunisasi terdahulu. Misalnya: suhu tubuh meningkat di atas 38° Celcius, menangis tanpa henti, kehilangan kesadaran dan lain-lain.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.