Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan 1 Minggu: Saatnya Mengobrol!

Seperti apa perkembangan bayi usia 4 bulan 1 minggu? Lucu ya ketika ia teriak Mama!

11 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan 1 Minggu Saat Mengobrol
Pixabay.com

Menapaki minggu pertama usia 4 bulan ini, pendengaran si Kecil telah banyak mengalami improvisasi. Para peneliti percaya, bayi di usia ini telah memahami berbagai suara-suara dasar yang membentuk bahasa ibu-nya. Antara usia empat hingga enam bulan ini, Mama akan mendengar si Kecil bisa mengucapkan kata "mama", "dada", atau "papa".

Untuk mengembangkan kemampuan ini Mama bisa menirukan ekspresi dan suara yang diciptakan sang Bayi. Sebaliknya, ia juga sudah bisa menirukan kembali suara yang Mama ciptakan. 

Menanggapi ucapan bayi akan membantunya memahami pentingnya bahasa. Hal ini juga akan membantunya mengerti sebab-akibat dan self-esteem. Perlahan-lahan bayi Mama belajar apa yang diucapkannya ternyata memiliki arti yang berbeda, yang membuat reaksi orang lain berbeda pula.

Kehidupan Orangtua: Saatnya Kembali Berolahraga

Kehidupan Orangtua Saat Kembali Berolahraga
Freepik

Kecuali ada peringatan khusus dari dokter, kini tubuh Mama telah siap untuk diajak kembali berolahraga. Setelah melahirkan, sendi dan ligamen tubuh mama mungkin masih belum kembali sempurna. Namun, tak ada salahnya memulai dengan olahraga jenis low-impact.

Jangan khawatir kembali berolahraga bagi Mama yang menyusui. Olahraga tidak akan mempengaruhi produksi ASI kok. Tetapi, demi kenyamanan, sebaiknya Mama memompa ASI terlebih dahulu sebelum sesi olahraga atau menggunakan bra yang sesuai untuk menjaga payudara selama berolahraga dan memberikan support saat bergerak.

Melibatkan si Kecil dalam aktivitas bergerak Mama juga mengasyikkan, lho. Olahraga ringan dengan mendorong bayi dalam strollermengelilingi kompleks perumahan, misalnya. Meskipun ringan, jika dilakukan setiap hari kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kesehatan mama.

Editors' Picks

Waspada! Infeksi Telinga pada Bayi

Waspada Infeksi Telinga Bayi
youdamom.com
Keringat dingin pada bayi

Infeksi telinga, atau dalam bahasa medis acute otitis media, terjadi akibat virus atau bakteri dan cairan terjebak di belakang gendang telinga bayi. Akibatnya, telinga akan terasa sakit dan bengkak hingga menimbulkan demam. Pada bayi, hal ini sering terjadi. Separuh dari jumlah bayi di seluruh dunia mengalaminya di usia sebelum satu tahun.

Gejala infeksi telinga pada bayi beragam. Antara lain:

  • Kehilangan nafsu makan dan minum karena infeksi telinga menyebabkan mengunyah dan menelan terasa sakit.
  • Menarik telinga terus-menerus walaupun terkadang bayi melakukannya tanpa alasan.
  • Demam di atas 38° Celcius.
  • Keluarnya cairan berwarna kuning, putih atau mengandung sedikit darah dari telinga.
  • Infeksi telinga juga sering disebabkan virus yang mempengaruhi sistem pencernaan sehingga bayi mama diare.

Jika bayi Mama mengalami infeksi telinga, bawalah ia berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memberikan antibiotik yang mencegah infeksi semakin memburuk dan mengurangi rasa sakit. Obat yang diberikan biasanya mengandung acetaminophen.

Untuk mencegah terjadinya infeksi telinga, inilah hal-hal yang bisa dilakukan:

  • Jauhkan bayi dari asap rokok yang dapat melemahkan sistem imunnya
  • Tetaplah memberikan ASI karena studi membuktikan, bayi yang minum ASI lebih sedikit berisiko infeksi telinga
  • Pastikan bayi Mama mendapatkan vaksin lengkap, terutama pneumococcal dan flu, yang mengurangi risiko infeksi telinga

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;