Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan 2 Minggu: Mulai Takut Ketemu Orang Lain

Seperti apa perkembangan bayi usia 5 bulan 2 minggu? Kenapa si Kecil takut bertemu orang lain?

12 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan 2 Minggu Mulai Takut Ketemu Orang Lain
Freepik

Ada hal-hal baru yang nampak pada pribadi bayi mama di usia 5 bulan 2 minggu ini. Salah satunya adalah kegelisahannya saat bertemu orang baru. Di usia ini bayi mulai bisa mengekspresikan rasa cemasnya saat didekati orang lain selain orangtua atau orang yang akrab di kesehariannya. Hal ini wajar, Ma. Berikan pengertian pada orang baru yang ingin mendekatinya agar pelan-pelan memperkenalkan diri supaya si Kecil tidak merasa takut.

Dari sisi perkembangan motoriknya, si Kecil kini sudah bisa memegang botol susunya sendiri. Tetapi, tetap awasi ya, Ma, karena botol susu bisa menjadi penyebab bayi tersedak. Selain itu, membiarkan bayi tidur dengan botol susu masih menempel bisa membuat giginya keropos karena gigi yang 'terendam' cairan susu manis. Nantinya kebiasaan ini bisa membuat gigi bayi mudah keropos. 

Seiring dengan kemampuannya ini, bayi menunjukkan tanda-tanda siap makan makanan padat. Salah satu tandanya adalah lidahnya bergerak-gerak menjulur keluar, seolah-olah ingin makan apa yang orang sekitarnya makan. Tetapi, tahan dulu, Ma. Jangan terburu-buru memberikan makanan padat ya sebelum bayi menginjak usia 6 bulan atau tanpa konsultasi dengan dokter sebelumnya. 

Bayi yang diberikan makanan padat sebelum usianya, belum bisa mengontrol gerakan refleks menelan atau pun mengunyahnya. Selain bahaya tersedak, hal ini juga berbahaya bagi sistem pencernaannya. Memberikan makan bayi sebelum waktunya berisiko tinggi terhadap alergi makanan, misalnya alergi terhadap susu sapi, selai kacang, putih telur, gandum atau pun makanan laut.

Kehidupan Orangtua: Membiasakan Bayi Bersosialiasi dengan Orang Lain

Kehidupan Orangtua Membiasakan Bayi Bersosialiasi Orang Lain
Freepik/Peoplecreations

Saat masih mengandung dulu, mungkin Mama punya kekhawatiran tentang bonding dengan si Kecil. Sekarang Mama telah melewati masanya di mana si Kecil sangat dekat dengan Mama. Tetapi, di sisi lain, sebagian bayi justru sangat terikat dengan orangtuanya dan jadi takut dengan kehadiran orang lain. Hal ini akan memberatkan Mama dan juga si Bayi di masa depan.

Inilah pentingnya membiasakan bayi bersosialisasi dengan orang lain. Terutama bagi bayi yang menghabiskan waktunya seharian dengan Mama. Libatkan sang Ayah atau anggota keluarga lain untuk membantu tugas harian merawat bayi. Misalnya, mengganti popok, memandikan atau mengajak bermain. Rutinitas ini akan membuat bayi familiar dengan orang lain selain Mama dan membangun ikatan dengan mereka.

Libatkan pula bayi dengan teman-teman dan keluarga lainnya. Biarkan ia dekat dengan orang lain. Mulanya sebentar, lama kelamaan bayi Mama akan terbiasa dengan keberadaan orang lain dalam kesehariannya.

Editors' Picks

Konstipasi pada Bayi yang Menjadi Tanda Alergi

Konstipasi Bayi Menjadi Tanda Alergi
sittercity.com

Sebetulnya, tidak ada patokan pasti seberapa sering bayi buang air besar. Kapan dan seberapa seringnya tergantung dari tingkat aktivitas, kinerja pencernaan dan apa yang dikonsumsinya. Konstipasi terjadi saat tinja terjebak di usus, sehingga sulit bagi bayi mengeluarkannya.

Bayi mengalami konstipasi jika kotorannya keras dan kering atau terdapat darah. Hal ini membuat bayi terlihat tak nyaman saat buang air besar. Umumnya hal ini terjadi jika bayi tidak buang air besar selama tiga hari atau lebih.

Penyebab konstipasi beragam. Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, bisa jadi ia tidak cocok dengan produk susu yang dikonsumsi. Konsultasikan dengan dokter untuk menggantinya dengan merk lain. 

Jika bayi Mama menyusu dari ASI, kasus konstipasi lebih jarang terjadi. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi kotoran yang keras, kering dan sakit saat dikeluarkan. Saat muncul gejala lain seperti muntah dan perut yang mengeras, sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter.

Konstipasi juga bisa disebabkan karena dehidrasi. Pastikan si Kecil mendapatkan asupan cairan cukup. Jika bayi Mama sudah mengonsumsi makanan padat, sertakan buah-buahan yang kaya akan air di dalamnya untuk melancarkan pencernaan.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!