Ternyata, Inilah Penyebab Mengapa Kentut Bayi Berbau Busuk

Meski tubuhnya kecil, bau kentutnya luar biasa. Hmmm, apa ya penyebabnya?

11 Oktober 2020

Ternyata, Inilah Penyebab Mengapa Kentut Bayi Berbau Busuk
Pexels/Anna Shvets

Kentut adalah hal yang sangat alamiah terjadi dalam keseharian kita. Meski identik dengan pembuangan, tetapi penting lho untuk mengetahui tanda-tanda kentut yang sehat dari baunya. Terutama bagi bayi yang masih belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanan dalam tubuhnya. 

Lalu, apa sih yang menyebabkan bayi lebih sering kentut ketimbang orang dewasa? Dan mengapa kentut bayi berbau busuk? Berikut Popmama.com merangkum penjelasannya, dilansir dari Healthline:

1. Perkembangan pencernaan

1. Perkembangan pencernaan
Aix Style

Seperti mesin yang masih baru, perut dan saluran pencernaan bayi perlu waktu untuk melakukan pemanasan. Sistem pencernaan bayi masih berkembang dan belum memiliki cukup bakteri ramah untuk membantu kinerjanya. 

Sebagian bayi mungkin sudah memiliki jumlah gas normal. Tetapi mereka mungkin lebih sensitif dan perlu lebih sering mengeluarkannya. 

Editors' Picks

2. Cara makan

2. Cara makan
freepik.com/wavebreakmedia-micro

Cara bayi makan ternyata juga memengaruhi seberapa banyak gas yang masuk ke perutnya. Jika bayi mama tidak cukup bersendawa setelah selesai menyusu, maka gas yang masuk ke dalam perutnya akan dikeluarkan melalui kentut. 

Selain itu, perhatikan gelembung dan posisi saat memberi minum bayi melalui botol. Setelah mengocok susu formula dalam botol, biarkan mengendap sebelum diberikan ke bayi untuk mengurangi gelembung udara di dalamnya.

Ketika bayi mama minum atau menyusu, pastikan memosisikannya sedemikian rupa sehingga mulutnya penuh dengan payudara mama atau dot botol susunya. Jika ada celah, maka memberi kesempatan udara masuk ketika ia minum. Akibatnya udara lebih banyak terdorong ke dalam perutnya.

3. Sensitivitas atau intoleransi makanan

3. Sensitivitas atau intoleransi makanan
Freepik/Prostooleh

Beberapa bayi memiliki kepekaan atau intoleransi terhadap beberapa jenis susu formula. Hal ini dapat mengganggu pencernaannya, menyebabkan lebih banyak gas dan kentut. 

Selain susu formula, kandungan ASI mama mungkin juga berubah tergantung pada apa yang Mama makan. Perubahan pola makan ini dapat menyebabkan perubahan pada pencernaan dan gas bayi mama. Jika si Kecil tampak rewel dan sering kentut sehubungan dengan apa yang Mama makan, cobalah untuk berhenti mengonsumsi makanan tersebut dan lihatlah apakah itu cukup membantu kondisi bayi mama.
 

4. Sembelit

4. Sembelit
freepik.com/atstock-productions

Jarang terjadi bayi mengalami sembelit. Bayi biasanya mengeluarkan kotoran yang encer dan lembut. Tapi, bukan berarti hal ini tidak mungkin terjadi, Ma. 

Sembelit bisa terjadi pada bayi, terutama bagi mereka yang diberi susu formula atau sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Jika bayi mama kembung dan sering kentut, tetapi tinjanya masih lembut dan lembap, tak perlu khawatir. Tetapi apabila kentutnya berbau busuk dan tinjanya kering serta keras, bisa jadi ia mengalami sembelit.

5. Gerakan

5. Gerakan
freepik.com

Bersamaan dengan banyak buang air besar dan kentut, bayi menghabiskan banyak waktunya untuk tidur. Mereka lebih banyak berbaring dan tidak dapat bergerak sendiri. Padahal saluran pencernan membutuhkan gerakan tubuh untuk membantu mengeluarkan gas dan tinja. 

Semua kegiatan 'bersantai' ini menumpuk gas di perut si Kecil. Hal ini menyebabkan kentut besar, bukan sekadar kentut kecil biasa yang mungkin tidak tercium hidung mama.

Fakta unik lainnya seputar kentut bayi ini adalah apabila bayi mama masih minum ASI atau susu formula, bau kentutnya masih bisa ditolerir. Tetapi jika ia sudah makan makanan padat, bau kentutnya semakin busuk. Tetapi hal ini normal kok, Ma. Akan berangsur-angsur memudar seiring berjalannya waktu. 

Nah itulah penyebab kentut bayi berbau busuk. Jika bayi mama sering kentut lebih daripada biasanya, cobalah untuk membuatnya lebih banyak bersendawa. Sesekali memijat tubuhnya dengan lembut juga bisa membuatnya lebih tenang dan rileks. 

Semoga informasi ini membantu ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.