wikimedia.org/ Brian Hall
Bayi bisa lahir prematur karena berbagai hal. Kondisi kesehatan mama dan janin saat hamil memengaruhi waktu lahir ini.
Jika terlanjur lahir dalam kondisi prematur, ada beberapa hal yang harus dilakukan demi keselamatan si Bayi. Salah satunya adalah upaya menambah berat badan ke ukuran normal.
Sudah pasti, Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan paling baik untuk bayi prematur. Tetapi, dalam kondisi prematur ekstrim, tidak mungkin bayi bisa menyusu sendiri dari puting mama. Maka, ada beberapa metode pemberian nutrisi untuk bayi prematur. Ini caranya menurut situs parenting firstcry.
1. Pemberian makanan melalui intravenous line (IV)
Nutrisi cair dan vitamin dapat diberikan melalui infus di pembuluh darah vena di kaki, lengan, atau kepala bayi. Namun, hal ini tergantung bagaimana kondisi bayi prematur, sebab karena terlalu cepat lahir, seluruh organ tubuhnya belum tumbuh sempurna. Bisa jadi pembuluh darahnya terlalu halus sehingga menyulitkan untuk jarum paling kecil sekalipun melaluinya. Namun cara IV ini adalah yang paling banyak dipilih untuk bayi prematur ekstrim, bayi prematur dengan kesulitan bernapas, dan sistem pencernaan yang belum sempurna.
2. Pemberian ASI melalui hidung atau mulut
Saluran pernapasan berhubungan langsung dengan tenggorokan yang menuju lambung. Jadi, cara pemberian ASI melalui hidung atau mulut, bisa membantu memberi makan bayi prematur. Cara makan yang disebut juga sistem sonde ini bisa dilakukan jika bayi sudah lebih stabil kondisinya. Bahaya tersedak menjadi alasan utama mengapa sonde tidak dilakukan untuk bayi prematur ekstrim.
3. Memakai kateter umbilical
Kateter umbilical adalah kateter yang dihubungkan langsung ke usus bayi. Risiko infeksi cukup besar, karena tabung kateter akan menempel di tubuh bayi untuk beberapa saat. Namun, cara ini menjadi rekomendasi untuk bayi prematur dengan kondisi kritis yang membutuhkan asupan gizi dengan segera.
4. Memberi ASI memakai botol susu khusus
Jika bayi prematur telah mendekati berat ideal, mungkin ia sudah bisa menyusu langsung dari payudara mama atau menyusu melalui botol khusus untuk bayi prematur. Menyusu langsung membutuhkan energi tinggi, sementara, untuk menambah berat badan, bayi prematur harus menghemat energi. Jadi, cara ini tidak disarankan untuk bayi prematur yang kondisinya sangat ekstrim.
Bayi prematur harus mendapat asupan makanan sesuai jadwal tertentu. Metoda memberikan ASI jika bayi minta, akan membahayakan kondisi bayi. Jadwal pemberian ASI pada bayi prematur adalah 2-3 jam sekali.