Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Sering Hoek-Hoek saat Makan? Mungkin Tekstur Makanannya Belum Pas
Pexels/Helena Lopes (bayi makan)
  • Gagging adalah refleks alami tubuh yang sering muncul saat anak belajar makan dan tidak selalu berarti tersedak, karena anak masih bisa bersuara atau batuk.
  • Kondisi gagging umum terjadi ketika bayi mengenal tekstur baru; seiring usia, refleks ini berkurang karena kemampuan mengunyah dan menelan makin berkembang.
  • Tekstur makanan yang tidak sesuai dapat memicu gagging lebih sering, sehingga penting menaikkan tingkat tekstur MPASI secara bertahap sesuai kemampuan anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat melihat si Kecil tiba-tiba hoek-hoek atau seperti ingin muntah saat makan, tentu orangtua langsung khawatir anak sedang tersedak. Padahal, kondisi tersebut belum tentu berbahaya dan bisa jadi merupakan bagian normal dari proses belajar makan.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai gagging, yaitu refleks alami tubuh untuk mencegah makanan masuk terlalu jauh ke saluran napas. Gagging cukup sering terjadi, terutama saat bayi mulai mengenal tekstur makanan baru atau sedang belajar mengunyah.

Lalu, bagaimana cara membedakan gagging dengan tersedak? Apakah tekstur makanan juga bisa memengaruhinya?

Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya berdasarkan informasi dari dr. Adhytio Yasashii, Sp.A., dan beberapa sumber lainnya.

1. Hoek-hoek saat makan belum tentu berarti anak tersedak

Pexels/kaboompics.com

Melihat anak hoek-hoek saat makan memang bisa membuat orangtua panik. Namun menurut dr. Adhytio Yasashii, Sp.A, di konten Instagramnya @drtio.pediatrics, kondisi ini belum tentu menandakan anak tersedak. 

Pada banyak kasus, anak sebenarnya sedang mengalami gagging, yaitu refleks alami tubuh untuk melindungi saluran napas saat belajar makan.

"Belum tentu (tersedak), anak bisa jadi gagging. Gagging adalah refleks normal tubuh saat anak sedang belajar makan. Biasanya saat gagging anak bisa jadi batuk, bersuara atau berusaha mengeluarkan makannya sendiri. Tapi kalau tersedak dia akan sulit bersuara, sulit bernapas, atau mukanya tampak kebiruan," jelas dr. Adhytio.

Dikutip dari NKH UK, gagging merupakan mekanisme perlindungan tubuh yang membantu mendorong makanan kembali ke depan mulut agar tidak masuk ke saluran napas. Karena itu, gagging biasanya terdengar berisik, sedangkan tersedak justru sering kali terjadi tanpa suara.

2. Gagging adalah bagian normal dari proses belajar makan

Pexels/Stephen Andrews

Bayi dan anak yang baru mulai mengenal makanan padat masih belajar mengunyah, memindahkan makanan di dalam mulut, serta menelan dengan aman. Tidak heran jika mereka sesekali batuk, muntah kecil, atau mengeluarkan suara hoek saat mencoba tekstur baru.

"Gagging sering terjadi ke anak yang mulai naik tekstur atau belajar tekstur baru. Dalam banyak kasus ini merupakan bagian yang normal dari proses belajar makan," kata dr. Adhytio.

Faktanya, refleks gag bayi memang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan mengunyah, refleks tersebut akan bergeser lebih ke belakang mulut sehingga kejadian gagging biasanya semakin berkurang.

3. Tekstur makanan yang tidak sesuai bisa memicu gagging lebih sering

Pexels/Andrea Piacquadio (mpasi)

Meski tergolong normal, frekuensi gagging bisa meningkat apabila tekstur makanan yang diberikan belum sesuai dengan kemampuan oral motorik anak. Misalnya, anak yang baru belajar tekstur justru diberikan makanan yang terlalu kasar, terlalu besar, atau sulit dihancurkan di dalam mulut.

Anak membutuhkan proses bertahap dalam mengenal tekstur makanan. Jika terlalu lama diberikan makanan yang sangat halus, sebagian anak justru dapat mengalami kesulitan saat beralih ke makanan yang lebih bertekstur. Karena itu, tekstur MPASI perlu dinaikkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan makan anak.

4. Kenali perbedaan gagging dan tersedak

Pexels/Yan Krukau

Orangtua perlu memahami perbedaan antara gagging dan tersedak agar tidak salah mengambil tindakan. Saat gagging, anak biasanya masih bisa batuk, bersuara, menangis, atau berusaha mengeluarkan makanan sendiri dari mulutnya. Ini seperti yang sudah dijelaskan dr. Adhytio sebelumnya.

Sebaliknya, tersedak merupakan kondisi darurat karena saluran napas tersumbat. Anak biasanya sulit mengeluarkan suara, kesulitan bernapas, tampak panik, hingga bibir atau wajah berubah kebiruan. Jika tanda-tanda ini muncul, anak membutuhkan pertolongan segera.

5. Kapan orangtua perlu berkonsultasi ke dokter?

Pexels/cottonbro studio

Meski gagging merupakan bagian normal dari proses belajar makan, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak jika kejadian ini berlangsung sangat sering, membuat anak menolak makan, berat badan sulit naik, atau disertai muntah berulang dan gangguan menelan.

Dokter dapat membantu menilai apakah masalahnya hanya terkait adaptasi tekstur makanan atau ada kondisi lain yang memengaruhi kemampuan makan anak. Dengan evaluasi yang tepat, proses belajar makan si Kecil bisa berjalan lebih nyaman dan aman.

Itulah informasi mengenai anak yang sering hoek-hoek saat makan. Dalam banyak kasus, kondisi ini merupakan gagging yang normal saat anak belajar makan. Namun, pastikan tekstur makanan diberikan secara bertahap sesuai kemampuan si Kecil agar proses makan menjadi lebih nyaman.

Editorial Team

Related Article