- Menggerakkan kaki bayi perlahan seperti gerakan mengayuh sepeda.
- Memijat area perut bayi dengan lembut saat ia dalam posisi rileks.
- Memberikan tambahan cairan sesuai usia bayi, terutama jika bayi sudah mengonsumsi susu formula.
Penyebab Bayi Baru Lahir Sembelit dan Cara Mengatasinya

- Dehidrasi menjadi penyebab umum sembelit pada bayi baru lahir
- Peralihan jenis susu atau kelahiran prematur dapat mempengaruhi sistem pencernaan bayi
- ASI yang belum mencukupi kebutuhan, alergi makanan, dan pola makan ibu juga berperan dalam sembelit bayi
Sistem pencernaan bayi baru lahir masih terus berkembang dan beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim. Karena itu, perubahan pola buang air besar pada si Kecil merupakan hal yang wajar, termasuk saat frekuensinya berkurang atau teksturnya menjadi lebih keras.
Menurut Ahli Gizi Charlene Kennedy, yang dikutip dari Today’s Parent, sembelit pada bayi ditandai dengan proses buang air besar yang terasa sulit, frekuensi BAB yang menurun, serta feses bayi tampak keras dan kering. Lalu, apa yang bisa menyebabkan kondisi itu terjadi?
Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman Popmama.com berikut tentang penyebab bayi baru lahir sembelit.
1. Bayi mengalami dehidrasi

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab paling umum sembelit pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat terjadi ketika asupan ASI atau susu formula belum mencukupi kebutuhan cairan si Kecil, terutama saat bayi sedang kurang sehat.
Selain itu, kesalahan dalam menakar susu formula, seperti terlalu kental, juga bisa membuat tubuh bayi kekurangan cairan. Akibatnya, feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan saat bayi buang air besar.
2. Perubahan jenis susu yang dikonsumsi

Peralihan dari ASI ke susu formula, atau mengganti merek susu formula, dapat membuat sistem pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Susu formula memiliki struktur protein yang lebih kompleks dibanding ASI, sehingga proses pencernaannya cenderung lebih berat.
Selama masa adaptasi ini, bayi bisa mengalami perubahan pola BAB, termasuk feses yang lebih keras dan risiko sembelit sementara.
3. Kelahiran prematur

Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami sembelit dibandingkan bayi cukup bulan. Hal ini berkaitan dengan perkembangan otot dan sistem saraf yang belum sepenuhnya matang, termasuk otot-otot yang berperan dalam proses buang air besar.
Akibatnya, bayi prematur mungkin kesulitan mengejan secara efektif, sehingga feses lebih lama tertahan di usus dan menjadi lebih keras.
4. ASI yang belum mencukupi kebutuhan bayi

Pada bayi yang disusui secara eksklusif, sembelit dapat terjadi apabila asupan ASI belum mencukupi kebutuhan cairan harian si Kecil. Kondisi ini bisa membuat feses menjadi lebih padat dan sulit dikeluarkan.
Untuk mengatasinya, Mama disarankan meningkatkan frekuensi menyusui agar bayi mendapatkan cairan yang cukup, sekaligus membantu kerja sistem pencernaan agar lebih optimal.
5. Alergi atau intoleransi makanan

Meski tergolong jarang, sembelit juga dapat menjadi salah satu tanda adanya alergi atau intoleransi makanan pada bayi. Kondisi ini diperkirakan hanya memengaruhi sekitar 2–8 persen bayi di bawah usia satu tahun.
Selain sembelit, biasanya muncul gejala lain seperti ruam kulit, muntah, atau bayi tampak rewel dan tidak nyaman. Jika Mama mencurigai kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Tips Mengatasi Sembelit pada Bayi di Rumah

Jika si Kecil tampak mengalami sembelit ringan, Mama bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut untuk membantu melancarkan buang air besarnya.
Biasanya, sistem pencernaan bayi akan kembali menyesuaikan diri dalam beberapa hari.
Pola Makan Mama Juga Bisa Membuat si Kecil Mengalami Sembelit

Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, kondisi sembelit juga bisa dipengaruhi oleh pola makan Mama. Mengutip Vinmec, asupan nutrisi ibu menyusui berperan dalam kualitas ASI yang diterima bayi.
Untuk membantu meredakan sembelit pada si Kecil, Mama disarankan:
- Meningkatkan konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat
- Memenuhi kebutuhan cairan harian sekitar 2–3 liter dari air putih, susu, dan jus buah
- Menambahkan sumber serat alami seperti chia seed atau jus jeruk bali, terutama jika Mama juga mengalami sembelit
Itulah penjelasan tentang penyebab bayi baru lahir sembelit dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat Mama.


















