Mama mungkin khawatir bahwa mengganti susu formula akan menyebabkan efek samping, terutama yang berhubungan dengan perut, tetapi kabar baiknya adalah efek samping jarang terjadi (dan efek samping yang muncul biasanya bersifat sementara, hilang dalam beberapa hari).
Efek samping yang paling umum dari penggantian susu formula adalah rewel setelah menyusui dan perubahan pola buang air besar, baik lebih encer atau lebih jarang.
Bukan pertanda masalah jika frekuensi atau warna kotoran bayi berubah. Ingatlah bahwa susu formula merupakan bagian besar, jika bukan seluruh, dari makanan bayi saat masih kecil.
Jika Mama mengubah seluruh pola makan Mama dalam semalam, kemungkinan besar buang air besar Mama juga akan berubah. Perut bayi mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan bahan-bahan baru atau berbeda.
Beberapa orangtua khawatir bahwa gas berlebihan atau kelainan buang air besar lainnya menunjukkan kesulitan mentoleransi jenis susu formula tertentu. Tetapi kenyataannya adalah semua bayi mengalami gas – banyak gas – jadi gas saja tidak berarti bayi tidak dapat menerima jenis susu formula apa pun yang Mama berikan.
Ini juga tidak berarti mereka alergi terhadap susu sapi. (Sebagai catatan, banyak anak yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi juga alergi terhadap susu formula berbahan dasar kedelai, jadi jika Mama berpikir bayi alergi terhadap susu, beralih ke kedelai tidak disarankan.)
Jika kotoran bayi tiba-tiba menjadi sangat keras setelah mulai menggunakan susu formula baru, mereka mungkin mengalami sembelit. Ini bukan penyebab kekhawatiran langsung, dan dapat terjadi saat mengganti susu formula, karena perut bayi sensitif terhadap perubahan.
Cobalah beberapa cara sederhana ini untuk mengatasi sembelit di rumah:
Mandikan bayi dengan air hangat.
Gerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda.
Jika bayi sudah mulai makan makanan padat, berikan pure buah pir atau prune, atau sereal gandum utuh seperti oatmeal yang dimasak.
Jika bayi masih tidak buang air besar setelah mencoba tips ini, jika sudah 5 hari atau lebih tanpa buang air besar, atau jika mencoba mengeluarkan kotoran tampaknya menyebabkan rasa sakit, hubungi dokter anak. Mereka mungkin menyarankan Mama untuk menggunakan supositoria atau obat lain, tetapi lakukan ini hanya atas rekomendasi mereka.
Tentu saja, selalu ada kemungkinan bayi tidak akan menoleransi susu formula barunya dengan baik. Jangan abaikan efek samping seperti ruam, kulit gatal atau iritasi, diare yang sering, kelelahan atau lesu, dan muntah. Jika ada darah dalam tinja atau muntahan bayi, segera hubungi dokter. Ini adalah tanda-tanda intoleransi susu formula yang sebenarnya.
Itu penjelasan tentang apakah bayi boleh berganti-ganti merek susu formula. Bila tidak terpaksa, sebaiknya dihindari, ya Ma! Dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter yang mengetahui kondisi kesehatan si Kecil.