Zat besi merupakan nutrisi penting yang berperan besar dalam penyebaran oksigen di seluruh tubuh si Kecil. Kekurangan zat besi dapat berakibat fatal dan dapat menghambat tumbuh kembang bayi.
8 Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi, Perhatikan dan Segera Deteksi!

- Kekurangan zat besi menghambat produksi hemoglobin dan pengangkutan oksigen, sehingga berisiko mengganggu kesehatan serta tumbuh kembang bayi.
- Tandanya meliputi kulit pucat, lemas atau rewel, mata sayu, nafsu makan menurun, imunitas melemah, pola tidur berubah, hingga detak jantung cepat.
- Pencegahan dilakukan melalui ASI eksklusif, formula tinggi zat besi, MPASI kaya zat besi, dan suplemen bila diperlukan; konsultasikan ke dokter jika muncul tanda-tanda tersebut.
Kondisi kekurangan zat besi juga disebut anemia defisiensi besi yang terjadi akibat tubuh tidak memiliki jumlah zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah.
Kondisi tersebut dapat menghambat sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui bagaimana tanda bayi kekurangan zat besi untuk mencegah terjadinya kondisi ini.
Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum tanda bayi kekurangan zat besi yang dapat Mama pahami.
Table of Content
1. Kulit pucat

Tanda yang paling terlihat pada bayi yang kekurangan zat besi adalah kulit pucat. Zat besi yang tidak terpenuhi membuat kulit terlihat pucat sebab kekurangan hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah.
Hal ini yang akhirnya membuat darah terlihat kurang merah hingga memicu kulit pucat. Sebaiknya periksa bagian wajah, telapak tangan, dan telapak kaki si Kecil untuk melihat tanda-tanda ini.
2. Rewel dan kondisinya lemas

Bayi yang kekurangan zat besi juga cenderung lebih rewel dari biasanya. Hal ini dikarenakan kekurangan zat besi berpengaruh terhadap berkurangnya oksigen di seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat membuat si Kecil menjadi tidak lemas, lelah, dan tidak nyaman hingga akhirnya menjadi rewel dan mudah menangis.
3. Mata terlihat sayu

Tanda kekurangan zat besi juga dapat dilihat dari kondisi mata si Kecil yang terlihat berbeda dari biasanya. Kondisi ini memengaruhi mata bayi menjadi terlihat sayu dan putih matanya menjadi kebiruan atau kekuningan.
Penurunan jumlah serat kolagen pada sklera membuat lapisan biru di mata menjadi terlihat lebih jelas. Kekurangan hemoglobin juga membuat senyawa bilirubin yang berwarna kuning menumpuk di bagian sklera.
4. Nafsu makan menurun

Kekurangan zat besi juga berpengaruh terhadap pola makan bayi. Kondisinya yang lemas juga memengaruhi nafsu makan bayi yang cendeurng menurun.
Melansir dari Liv Hospital, biasanya nafsu makan yang menurun juga dapat ditandai dengan ciri-ciri sering meludah atau rewel saat makan, adanya penolakan saat disuapi, dan berpengaruh pada kenaikan berat badan yang melambat.
5. Sistem kekebalan tubuh lemah

Kekebalan tubuh si Kecil juga melemah akibat kekurangan zat besi, Ma. Kondisi ini berpengaruh pada terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel imun.
Jika kondisi ini terjadi, fungsi sel yang menjaga kekebalan tubuh ikut melemah. Hal ini berisiko membuat bayi menjadi lebih rentan terjangkit penyakit dan infeksi.
6. Tidur berlebihan

Hemoglobin yang rendah juga membuat bayi menjadi mengantuk berlebihan. Akibatnya, frekuensi tidur si Kecil menjadi lebih sering dari biasanya.
Saat tidur, si Kecil juga lebih sulit dibangunkan. Pada beberapa kondisi, efeknya justru berkebalikan, membuat bayi menjadi lebih sulit tidur dan cenderung terjaga.
7. Detak jantung cepat

Detak jantung cepat atau murmur jantung juga menjadi salah satu tanda kekurangan zat besi yang serius. kekurangan sel darah merah atau hemoglobin membuat jantung menjadi bekerja lebih keras.
Kondisi ini yang akhirnya membuat detak jantung si Kecil menjadi lebih cepat, bahkan menghasilkan suara yang tidak biasa.
8. Tumbuh kembangnya melambat

Kekurangan zat besi juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang jangka panjang pada bayi. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya yang ikut melambat.
Zat besi sangat penting bagi otak dan sistem saraf untuk tumbuh. Artinya, kekurangan zat besi dapat berisiko membuat bayi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk duduk, berdiri, dna berjalan dibandingkan teman sebayanya.
Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Bayi

Kondisi tersebut dapat dihindari dengan pemberian makanan yang optimal dan tepat pada bayi. Lantas, bagaimana pola makan yang membantu meningkatkan zat besi pada bayi?
Hal yang dapat Mama perhatikan sebagai langkah mencegah kekurangan zat besi meliputi:
- ASI eksklusif: Mama dapat mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
- Susu tinggi zat besi: Jika bayi mengonsumsi susu formula, perhatikan kandungan susu yang kaya akan zat besi agar lebih optimal.
- MPASI kaya zat besi: Asupan makanan yang dikonsumsi si Kecil sebaiknya juga kaya akan zat besi yang bisa didapat dari bahan-bahan seperti daging, telur, sereal bayi, dan sayuran hijau (bayam)
- Suplemen zat besi: Pemberian suplemen juga diperbolehkan pada bayi yang disusui setelah 4-6 bulan.
Selain mengupayakan berbagai cara di atas, penting untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mengoptimalkan upaya pencegahan kekurangan zat besi pada bayi. Jika terdapat tanda-tanda di atas, segera bawa si Kecil ke dokter agar penanganannya cepat.
Itu dia penjelasan mengenai tanda bayi kekurangan zat besi. Dicatat, ya Ma!





















