Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Tidur Ngorok, Apakah Berbahaya? Cek Faktanya!

Bayi Tidur Ngorok, Apakah Berbahaya? Cek Faktanya!
Magnific/jcomp
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Ngorok saat bayi tidur umumnya bukan tanda kondisi berbahaya, karena sistem pernapasannya masih berkembang dan biasanya membaik seiring pertumbuhan.

  • Penyebab ngorok dapat meliputi laring yang masih lunak, hidung tersumbat atau pilek, udara terlalu kering, septum bengkok bawaan, serta risiko lebih tinggi pada kondisi genetik tertentu.

  • Untuk membantu kenyamanan bayi, jaga kebersihan hidung dengan saline bila diperlukan, gunakan humidifier kabut dingin, pastikan tempat tidur datar dan aman, serta rekam tidur bayi untuk konsultasi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat bayi tidur pulas, suara ngorok yang tiba-tiba terdengar mungkin cukup bikin Mama was-was.

Apalagi kalau baru pertama kali mengalaminya, wajar jika Mama langsung kepikiran apakah si Kecil sedang mengalami gangguan pernapasan atau ada masalah kesehatan lainnya.

Lantas, apakah bayi tidur ngorok itu berbahaya? Cek faktanya dalam artikel Popmama.com tentang bayi tidur ngorok berikut ini.

Bayi yang Tidur Ngorok Apakah Berbahaya?

Bayi yang Tidur Ngorok, Apakah Berbahaya?
Magnific/jcomp

Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang tidur ngorok bukanlah suatu tanda berbahaya dari kondisi apapun.

Suara ngorok yang terdengar saat bayi tidur disebabkan oleh sistem pernapasan yang belum bekerja sempurna karena masih dalam tahap awal perkembangan.

Apa Penyebab Suara Ngorok pada Bayi?

Apa Penyebab Suara Ngorok pada Bayi?
Magnific/freepic.diller

Dikutip dari Parents, salah satu penyebabnya adalah laring yang masih lunak sehingga lebih mudah bergetar saat udara melewati saluran napas.

Kondisi ini disebut laryngomalacia dan umumnya membaik seiring bayi bertambah besar. Selain itu, hidung tersumbat atau pilek juga bisa membuat bayi lebih sulit bernapas melalui hidung saat tidur sehingga terdengar ngorok.

Lingkungan tidur yang terlalu kering dan septum hidung yang bengkok sejak lahir juga bisa menjadi penyebab lainnya.

Bayi dengan kondisi genetik tertentu, seperti Down Syndrome, juga lebih berisiko mengalami ngorok saat tidur.

Cara Membantu Bayi Tidur Lebih Nyaman

Cara Membantu Bayi Tidur Lebih Nyaman
Magnific/jcomp

Mama tentu ingin si Kecil bisa tidur nyenyak tanpa terganggu suara ngorok.

Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat bayi lebih nyaman saat tidur, terutama jika ngorok disebabkan oleh hidung tersumbat atau kondisi lingkungan.

Mengutip dari The Bump, Mama bisa pastikan hidung bayi tetap bersih, misalnya menggunakan tetes saline (larutan air garam steril) jika diperlukan, dan gunakan cool-mist humidifier untuk menjaga udara tetap lembap. Pastikan juga bayi tidur di permukaan yang datar dan aman.

Jika Mama masih khawatir, coba rekam suara atau video saat bayi tidur untuk ditunjukkan kepada dokter. Ini bisa membantu dokter menilai apakah ada tanda bayi kesulitan bernapas atau tidak.

Itulah penjelasan tentang bayi tidur ngorok apakah berbahaya. Mama nggak perlu panik karena ngorok pada bayi tergolong normal dan akan menghilang seiring bertumbuhnya si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More