Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Anak Gampang Tidur saat Diajak Berkendara? Ini Penjelasannya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Gerakan mengayun dari kendaraan menenangkan sistem saraf bayi karena menyerupai sensasi di dalam kandungan.

  • Deru mesin kendaraan menghasilkan white noise yang meniru suara dari rahim dan membantu meredam suara keras.

  • Saat berkendara, serebrum bayi bekerja lebih ringan karena rangsangan stabil, ditambah rasa aman dari kehadiran orangtua.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat diajak bepergian, banyak bayi yang tampak mudah terlelap begitu kendaraan mulai melaju. Bahkan, tak sedikit orangtua yang menjadikan momen berkendara sebagai “cara ampuh” untuk menidurkan si Kecil. Rupanya, kebiasaan ini bukan tanpa alasan, Ma.

Ada penjelasan ilmiah yang mengungkap apa yang terjadi pada tubuh bayi saat berada di dalam kendaraan. Kombinasi gerakan mengayun diketahui dapat membantu menenangkan sistem saraf anak. Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. Yeni Quinta Mondiani, yang dikutip dari situs resmi IPB.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan kenapa anak gampang tidur saat diajak berkendara. Yuk, simak, Ma!

1. Gerakan mengayun

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. Yeni Quinta Mondiani, menjelaskan bahwa saat kendaraan bergerak, muncul kombinasi suara mesin dan getaran yang menghasilkan gerakan seperti mengayun. Gerakan ini terjadi secara lembut dan berulang.

Bagi bayi, sensasi tersebut terasa familiar karena mirip dengan kondisi saat berada di dalam kandungan. Ritme yang stabil ini membantu tubuh bayi menyesuaikan diri dalam keadaan yang lebih tenang. Sistem saraf dan detak jantung pun menjadi lebih teratur, sehingga bayi merasa nyaman dan lebih mudah rileks selama perjalanan.

“Penelitian menunjukkan bahwa gerakan mengayun yang lembut dan konstan dapat mengatur sistem saraf pusat dan sistem jantung bayi secara terkoordinasi sehingga membuat mereka lebih tenang,” jelas Yeni.

2. White noise

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain gerakan mengayun, deruan mesin kendaraan yang stabil juga dapat menenangkan bayi. Suara ini disebut sebagai white noise, yaitu suara yang terdengar konstan dan tidak berubah-ubah. Deruan ini juga dapat menyerupai suara yang familiar bagi bayi sejak berada di dalam kandungan.

Selain itu, white noise juga membantu meredam suara lain yang lebih keras atau tiba-tiba, sehingga tidak terlalu merangsang otak bayi. Suara yang stabil ini membuat otak bayi lebih mudah masuk ke kondisi yang tenang.

“Deru mesin kendaraan ini menghasilkan jenis white noise yang dapat meniru suara yang familiar bagi bayi saat masih berada di dalam rahim, sekaligus menutupi suara keras lain yang dapat menstimulasi otak bayi,” ucap Yeni.

3. Peran serebrum

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Serebrum adalah bagian otak yang berfungsi memproses rangsangan dari lingkungan sekitar. Pada bayi, bagian ini masih sangat peka dan biasanya aktif untuk mengenali perubahan, seperti suara tiba-tiba atau gerakan yang tidak terduga.

Saat bayi berada di dalam kendaraan, rangsangan yang diterima cenderung stabil dan tidak banyak berubah. Kondisi ini membuat serebrum tidak perlu bekerja terlalu aktif dalam memproses informasi. Kerja otak yang lebih ringan membuat tubuh bayi berada dalam kondisi lebih tenang, sehingga ia lebih mudah merasa mengantuk dan tertidur selama perjalanan.

4. Bayi merasa aman karena orangtua di dekatnya

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat berada di kendaraan, bayi menyadari bahwa orangtuanya tetap berada di dekatnya. Kedekatan ini membuat bayi merasa aman dan tidak cemas. Rasa aman tersebut membantu bayi tetap tenang dan tidak mudah terganggu oleh suara atau aktivitas di luar kendaraan.

“balita tahu orangtuanya berada di dekatnya dan merasa aman sehingga memungkinkan bayi menonaktifkan rangsangan dari dunia luar dan benar-benar rileks hingga tertidur,” ungkap Yeni.

Apakah Aman Membiarkan Bayi Tidur saat Diajak Berkendara?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Membiarkan bayi tertidur saat diajak berkendara memang diperbolehkan, selama orangtua memperhatikan faktor keamanannya. Saat menggunakan mobil, bayi sebaiknya ditempatkan di car seat yang terpasang dengan benar sesuai petunjuk.

Ketua Komite Eksekutif Dewan Pencegahan Cedera, Kekerasan, dan Keracunan dari American Academy of Pediatrics, Dr. Ben Hoffman, menyatakan bahwa bayi aman tidur di dalam mobil untuk waktu singkat, selama diikat dengan benar di kursi mobil yang terpasang dengan tepat.

Saat berkendara menggunakan motor, keamanan bayi perlu diperhatikan dengan lebih cermat. Pastikan bayi dipeluk dengan erat atau menggunakan perlengkapan pengaman, seperti gendongan khusus bayi atau sabuk pengikat yang aman, agar tubuhnya tetap stabil dan tidak mudah tergeser.

Hal yang Bisa Dilakukan agar Bayi Tidak Tertidur saat Diajak Berkendara

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama mungkin khawatir soal waktu tidur bayi saat perjalanan. Jika bayi tertidur dalam perjalanan pulang, saat sampai di rumah ia bisa jadi terlalu aktif dan sulit diajak istirahat.

Sebaliknya, bila bayi tertidur saat perjalanan pergi, ada risiko ia masih mengantuk ketika tiba di tujuan dan tidak bisa beraktivitas dengan nyaman. Untuk membantu bayi tetap terjaga selama perjalanan, Mama bisa melakukan beberapa langkah ini:

  1. Pastikan bayi tidak terlalu lelah sebelum berangkat, karena kelelahan akan membuatnya mudah tertidur.

  2. Hindari perjalanan 30–45 menit sebelum waktu tidur siang agar bayi tetap bisa mengikuti jadwal tidurnya.

  3. Jangan memberi botol susu atau empeng selama perjalanan, karena mengisap benda tersebut sangat menenangkan dan dapat memicu kantuk.

  4. Alihkan perhatian bayi dengan mengajak bicara, bernyanyi, atau bermain ringan agar matanya tetap terbuka.

  5. Sesekali berhenti dan ajak bayi keluar untuk menghirup udara segar atau melihat pemandangan baru, sehingga suasana berubah dan ia tetap terjaga.

Nah, itu dia penjelasan kenapa anak gampang tidur saat diajak berkendara. Semoga, membantu, ya, Mama!

Editorial Team