Saat bayi sudah mulai menikmati makanan pendamping ASI, ini waktunya Mama berkreasi dengan aneka menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga baik untuk kesehatannya. Dimulai dengan menu tunggal (seperti puree sayur atau puree buah), kemudian Mama bisa mulai berkreasi dengan menambahkan menu lain, atau rempah-rempah.
Ya, ketika bayi sudah berusia sekitar 8 bulan, Mama bisa mulai menambahkan rempah yang menambah cita rasa dan manfaat pada makanan anak. Contoh rempah yang bisa diberikan pada anak, misalnya: bawang putih dan jahe. Bagaimana dengan gula dan garam? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebaiknya MPASI memang tidak ditambahkan gula dan garam hingga anak berusia lebih dari 12 bulan ya, Ma.
Nah, bicara tentang rempah untuk bayi, jahe adalah salah satu tambahan yang bisa Mama berikan. Ini tidak hanya memberikan aroma yang menggoda pada makanan si Kecil, tetapi juga memberi banyak manfaat untuk tubuhnya.
Apakah jahe aman untuk bayi? Ya, walau pedas, namun jahe aman untuk bayi asalkan tidak diberikan terlalu banyak. Ketika anak sudah lebih dari 8 bulan, Mama bisa mengenalkan sedikit jahe pada makanan anak. Namun untuk memastikan apakah anak Mama bisa menunjukkan reaksi negatif pada jahe, konsultasikan dulu pada dokter anak, ya.
Setidaknya ada 7 manfaat jahe untuk bayi. Penasaran? Simak info penting berikut ini, Ma.
