Thecybersafetylady.com.au
Studi yang dilakukan oleh University of East Anglia (UEA) dan Birkbeck, University of London, meneliti respons otak dari 48 bayi berusia 10 bulan menggunakan elektroensefalografi (EEG) saat mereka menonton klip 40 detik dari Fantasia Disney secara berulang.
Tim peneliti menemukan bahwa mereka dapat memprediksi apakah bayi tersebut akan menikmati menonton TV dengan tempo cepat 6 bulan kemudian. Menurut para peneliti, ini dapat membantu perdebatan yang sedang berlangsung seputar paparan TV dini untuk bayi.
Lingkungan sensorik di sekitar bayi dan anak kecil sangat kompleks dan berantakan, tetapi kemampuan untuk memerhatikan sesuatu adalah salah satu tonggak perkembangan pertama pada bayi. Bahkan sebelum mereka dapat mengajukan pertanyaan, anak-anak sangat bervariasi dalam seberapa besar dorongan mereka untuk menjelajahi lingkungan sekitar dan terlibat dengan pemandangan atau suara baru.
Dalam studi ini, para peneliti ingin mengetahui mengapa bayi tampak sangat berbeda dalam cara mereka mencari stimulasi sensorik visual baru (yaitu, tertarik pada benda-benda berkilau, warna-warna cerah, atau gambar bergerak di TV).
Ada beberapa teori untuk menjelaskan perbedaan tersebut, termasuk bayi yang kurang sensitif akan mencari lebih sedikit stimulasi dan beberapa bayi mungkin hanya memproses informasi dan mencari stimulasi baru lebih sering.
Namun, para peneliti ingin menguji teori ketiga dengan menunjukkan bahwa bayi yang lebih menyukai hal-hal baru mungkin mencari stimulasi yang lebih beragam.
Untuk melakukan ini, para peneliti melihat bagaimana gelombang otak bayi merespons gangguan acak pada klip tersebut. Ini berupa papan catur hitam putih yang tiba-tiba muncul di layar. Secara spesifik, mereka mengamati seberapa cepat bayi-bayi tersebut mengalihkan perhatian mereka dari video yang berulang ke papan catur.
Para peneliti kemudian meminta orangtua dan pengasuh untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan sensorik anak mereka. Termasuk apakah mereka menikmati menonton acara TV yang cepat dan berwarna cerah. Mereka menindaklanjuti dengan kuesioner kedua yang serupa enam bulan kemudian.
Saat bayi-bayi tersebut menonton klip video yang berulang, respons EEG memberi tahu peneliti bahwa mereka mempelajari isinya. Peneliti memperkirakan bahwa, seiring video menjadi kurang baru dan karenanya kurang menarik perhatian mereka, mereka akan mulai memperhatikan papan catur.
Tetapi beberapa bayi mulai merespons papan catur lebih awal saat masih mempelajari video tersebut, menunjukkan bahwa anak-anak ini sudah cukup dengan informasi lama. Sebaliknya, yang lain tetap terlibat dengan video tersebut bahkan ketika tidak banyak yang bisa dipelajari darinya.