Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

8 Makanan yang Bahaya Dikonsumsi Bayi, Belum Bisa Dicerna!

8 Makanan yang Bahaya Dikonsumsi Bayi, Belum Bisa Dicerna!
Ilustrasi bayi makan MPASI (Pexels/Meruyert Gonullu)
  • Bayi yang memasuki fase MPASI perlu menghindari madu sebelum usia satu tahun karena spora Clostridium botulinum dapat berkembang di usus dan menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf.
  • Kacang utuh atau selai kacang padat, telur mentah atau setengah matang, makanan lengket, serta makanan laut mentah berisiko memicu tersedak atau keracunan pada bayi.
  • Batasi makanan tinggi garam dan gula tambahan; hindari ikan tinggi merkuri serta keju lunak berjamur tidak dipasteurisasi karena dapat mengganggu ginjal, perkembangan saraf, atau membawa bakteri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi yang sudah memasuki fase MPASI sebaiknya dikenalkan dengan berbagai jenis makanan. Namun, tidak semua makanan bisa dikonsumsi oleh si Kecil, Ma.

Beberapa makanan bahkan dilarang dikonsumsi bayi di bawah satu tahun. Kondisi si Kecil yang masih dalam tahap tumbuh kembang membuatnya cukup rentan, sehingga asupan makanannya juga perlu diperhatikan.

Untuk itu, hindari memberikan makanan yang belum bisa dicerna dengan baik oleh bayi, Ma. Ada apa saja, ya?

Ini dia daftar makanan yang bahaya dikonsumsi bayi yang telah Popmama.com berikut ini. Dicatat, Ma!

  1. 1. Madu

    Madu
    ilustrasi madu dapat mengurangi peradangan dan noda hitam akibat bentol (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

    Madu sebagai obat herbal yang meningkatkan daya tahan tubuh membuat banyak orangtua berpikir untuk memberikan pada bayi mereka. Padahal, madu menjadi salah satu yang tidak boleh dikonsumsi bayi di bawah satu tahun.

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengonsumsi madu berisiko menyebabkan bayi botulisme atau keracunan makanan akibat spora bakteri Clostridium botulinum

    Pada orang dewasa, pertumbuhan spora tersebut dapat dicegah, namun bayi belum mampu mencegahnya sehingga berisiko berkembangbiak di usus dan menghasilkan racun berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf si Kecil.

  2. 2. Kacang utuh dan selai kacang

    Kacang utuh dan selai kacang
    ilustrasi selai kacang (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

    Kacang juga menjadi salah satu makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya pada bayi Mama. Jangan berikan kacang utuh karena dapat memicu tersedak.

    Pemberian selai kacang pada bayi juga sebaiknya dihindari karena konsistensinya yang cukup padat dibandingkan jenis selai pada umumnya. Selai kacang akan sulit dicerna oleh si Kecil sehingga dapat memicu tersedak.   

  3. 3. Telur mentah atau setengah matang

    Telur mentah atau setengah matang
    telur mata sapi (unsplash.com/Nathan Dumlao)

    Telur yang akan dikonsumsi bayi harus dimasak hingga matang sempurna. Jangan memberikan telur mentah atau setengah matang, sebab terdapat bahaya bakteri salmonella yang dapat mengancam kesehatannya.

    Hindari telur mentah yang juga terdapat pada campuran kue yang belum matang sempurna, mayones, atau makanan yang mengandung telur mentah sebagai topping

  4. 4. Makanan asin (mengandung garam tinggi)

    Makanan asin (mengandung garam tinggi)
    ilustrasi menuangkan garam terlalu banyak (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

    Fase MPASI menjadi ajang untuk mengenalkan si Kecil dengan berbagai makanan keluarga. Namun, sebaiknya hindari pemberian makanan asin atau yang mengandung banyak garam, Ma.

    Mengutip dari NHS UK, bayi di bawah satu tahun tidak disarankan mengonsumsi banyak garam sebab dapat berpengaruh pada ginjal mereka. Batasi konsumsi natrium harian si Kecil, tidak lebih dari 1.200 mg per harinya. 

  5. 5. Makanan laut yang mengandung merkuri

    Makanan laut yang mengandung merkuri
    Ilustrasi perempuan menjual ikan dan kerang. (unsplash.com/Devi Puspita Amartha Yahya)

    Pemberian makanan laut pada bayi juga perlu diperhatikan dengan bijak. Beberapa makanan laut seperti ikan kembung, salmon, atau tuna baik dikonsumsi oleh bayi karena kaya akan nutrisi.

    Namun, Mama perlu tahu beberapa makanan laut yang tidak boleh dikonsumsi bayi karena tinggi merkuri. Beberapa ikan seperti ikan hiu, todak, marlin, dan kerang laut perlu dihindari karena memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi.

    Hewan tersebut menyerap merkuri yang terdapat di perairan dan dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf bayi jika dikonsumsi, Ma. Makanan laut yang dimakan dalam keadaan mentah juga dapat memicu keracunan, untuk itu cara memasaknya juga perlu diperhatikan. 

  6. 6. Makanan lengket (permen karet atau marshmallow)

    Makanan lengket (permen karet atau marshmallow)
    ilustrasi marshmallow (pexels.com/Votsis Panagiotis)

    Makanan dengan tekstur lengket juga tidak disarankan untuk dikonsumsi bayi, sebab dapat tersisa di tenggorokan yang membuat bayi kesulitan bernapas.

    Makanan lengket contohnya permen gummy, marshmallow, buah yang dikeringkan, atau keju mozzarella. Pastikan makanan yang diberikan pada si Kecil dapat dicerna sesuai kemampuannya, Ma.

  7. 7. Keju lunak berjamur (tidak dipasteurisasi)

    Keju lunak berjamur (tidak dipasteurisasi)
    ilustrasi blue cheese (freepik.com/valeria_aksakova)

    Keju menjadi salah satu bahan makanan yang dapat dipadu dengan MPASI sebagai variasi menu. Namun, Mama juga perlu tahu ada beberapa keju yang tidak boleh dikonsumsi bayi di bawah satu tahu.

    Mengutip NHS, keju lunak berjamur seperti brie, camembert, blue cheese, atau keju tinggi natrium tidak boleh dikonsumsi karena dapat membawa bakteri Listeria atau E. coli. Keju tersebut kebanyakan juga terbuat dari susu mentah yang tidak dipasteurisasi. 

    Sebaiknya berikan si Kecil keju dengan lemak yang terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi, contohnya keju cheddar, keju cottage, atau krim keju. 

  8. 8. Makanan dengan gula tambahan

    Makanan dengan gula tambahan
    ilustrasi makanan dengan kandungan gula tinggi (unsplash.com/Denny Müller)

    Bayi yang sedang dalam fase MPASI diusahakan untuk mengonsumsi real food dan hindari makanan dengan gula tambahan, Ma. 

    Mengutip dari Baby Center, terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti diabetes dan jantung.

    Gula tambahan merupakan gula atau sirup yang terdapat pada makanan atau minuman kemasan. Gula yang terdapat pada buah-buahan tidak termasuk dan lebih disarankan karena berasal dari bahan alami, namun konsumsinya tetap harus diperhatikan, Ma.

    Itu dia makanan yang bahaya dikonsumsi bayi sehingga perlu dihindari hingga bayi setidaknya berusia satu tahun.

    Banyak kandungan yang belum bisa dicerna dengan baik oleh bayi, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More