Gusi Bayi Bisa Terluka Saat Tumbuh Gigi, Begini Cara Mengatasinya

Rewelnya si Kecil bisa jadi karena gusi yang meradang dan luka

29 Agustus 2019

Gusi Bayi Bisa Terluka Saat Tumbuh Gigi, Begini Cara Mengatasinya
freepik.com

Tumbuh gigi merupakan tahap pertumbuhan bayi yang pada umumnya mulai muncul pada usia enam bulan. Tahapan ini merupakan sebuah milestone yang menggembirakan. Namun, bagi bayi proses ini ternyata terasa tidak nyaman lho, Ma.

Pada masa tumbuh gigi, bayi bisa mengalami perdarahan ringan pada gusi. Kondisi ini biasanya diiringi dengan memar, nyeri dan bengkak yang menyakitkan. Maka itu, tak heran jika bayi rewel dan mudah menangis saat tumbuh gigi karena itulah caranya mengungkapkan ketidaknyaman yang dirasakannya. 

Tak perlu panik, Ma. Berikut Popmama.com bagikan bagaimana cara mengatasi rasa tidak nyaman serta jika terjadi luka pada gusi bayi yang sedang tumbuh gigi, dilansir dari livestrong.com:

Editors' Picks

Tanda-tanda Bayi Mau Tumbuh Gigi

Tanda-tanda Bayi Mau Tumbuh Gigi
Pexels.com/Daria Shevtsova

Saat bayi sedang tumbuh gigi, ia terlihat selalu ingin mengisap dan mengunyah jari atau benda yang teksturnya keras. Selain tanda tersebut, proses tumbuh gigi pada bayi juga tak jarang disertai dengan gejala fisiologis lain, misalnya mengeluarkan air liur, mengalami ruam dan peradangan di sekitar mulut, penurunan nafsu makan, rewel dan tak jarang mengalami demam.

Cara bayi menenangkan dirinya sendiri dalam tahap ini, seringkali justru membuat gusinya terluka. Orangtua perlu mengecek, apakah gusi berdarah yang dialami bayi dikarenakan tumbuh gigi. Periksalah gusi bayi, jika terdapat bintik-bintik kecil atau sudah muncul ujung gigi yang menonjol keluar, bisa dipastikan rewel dan rasa sakitnya karena giginya akan muncul.

Langkah Mengatasi Gusi Luka karena Tumbuh Gigi

Langkah Mengatasi Gusi Luka karena Tumbuh Gigi
Freepik/phduet

Rasa tak nyaman yang timbul akibat tumbuh gigi memang membuat bayi gelisah. Ia pun rewel, terus menangis bahkan marah. Berikut ini beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk menenangkan bayi yang sedang tumbuh gigi:

  • Gunakan jari tangan Mama atau kain yang bersih dan lembut untuk menggosok dan memijat lembut gusi bayi. Berikan sedikit tekanan saat menggosok untuk membuat bayi lebih nyaman
  • Berikan teether atau mainan berbentuk lingkaran yang mudah digenggam untuk meredakan rasa gatal di gusi bayi. Pilih teether yang terbuat dari bahan aman dikunyah bayi
  • Simpan teether dalam lemari es. Efek dingin akan membuat gusi bayi terasa nyaman. Tetapi hindari menyimpannya di freezer agar tidak membahayakan gusi bayi
  • Untuk bayi usia enam bulan atau lebih, berikan camilan sehat, seperti potongan apel, wortel dan makanan lain yang teksturnya agak keras. Tujuannya agar makanan-makanan ini bisa dikunyah dan digigit bayi untuk memberikan efek nyaman pada gusi

Jika si Kecil tidak menunjukkan gejala apapun, selain gusi berdarah dan gejala khas tumbuh gigi, berarti kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Mama menemukan gejala lain dalam keseharian anak, seperti mogok makan, demam tinggi, diare, sembelit, muntah, dan dehidrasi, sebaiknya segera bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan tepat.

Cara Merawat Kebersihan Gigi dan Gusi Bayi

Cara Merawat Kebersihan Gigi Gusi Bayi
center.babygaga.com

Gigi bayi sebenarnya sudah mulai terbentuk dan berkembang sejak dalam kandungan. Seiring dengan proses pertumbuhan bayi, ujung gigi yang mulai muncul tak jarang menyebabkan terjadinya perdarahan pada gusi. Meski hal ini normal terjadi, tetapi orangtua harus waspada. Gusi yang terluka dan mengalami peradangan, bisa jadi merupakan indikasi dari pertumbuhan bakteri di sekitar area mulut anak.

Karena itulah, penting menjaga kesehatan gigi dan gusi sejak bayi. Secara rutin, bersihkan gigi dan gusi bayi dengan menggunakan kain bersih tiap kali selesai makan dan menjelang tidur. Jika gigi bayi telah tumbuh, gunakan sikat gigi kecil yang lembut khusus untuk balita dan gosok giginya tanpa menggunakan pasta gigi.

Baca Juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.