5 Aplikasi yang Digunakan AI Specialist untuk Memudahkan Pekerjaan

5 aplikasi AI pilihan para AI specialist yang membantu pekerjaan dan belajar jadi lebih efisien serta menarik bagi remaja dan orang tua.
Claude, NotebookLM, Gamma, Nano Banana, dan Granola menawarkan fungsi berbeda mulai dari menulis natural, ubah catatan jadi podcast, hingga mencatat otomatis dari rekaman suara.
Aplikasi-aplikasi ini dinilai membuat proses belajar dan bekerja lebih cepat, kreatif, serta meningkatkan kepercayaan diri pengguna muda dalam menghasilkan karya berkualitas.
Penggunaan AI atau kecerdasan buatan nampaknya sudah jadi teman sehari-hari banyak orang, termasuk Mama dan anak remaja, ya?
Mulai dari bikin tugas sekolah, desain presentasi, sampai catat jadwal belajar, semua bisa lebih cepat pakai AI. Tapi tahu nggak, Ma? Ternyata ada perbedaan besar antara aplikasi AI yang biasa dipakai pemula dengan yang dipakai para AI specialist.
Seorang AI specialist @theo.aii dalam akun Instagram-nya membagikan perbandingan aplikasi umum vs aplikasi level atas yang hasilnya jauh lebih maksimal.
Nah, aplikasi-aplikasi ini sangat cocok untuk Mama yang ingin mengajak remaja belajar lebih efektif dan kekinian untuk memudahkan pekerjaan
Berikut Popmama.com rangkumkan rekomendasi aplikasi yang digunakan AI specialist biar belajar dan berkarya makin seru.
1. Claude, bikin tulisan pendek yang lebih natural

ChatGPT jadi salah satu aplikasi berbasis AI yang sangat umum dan banyak digunakan. Selain memudhakan dalam banyak pekerjaan, biasanya aplikasi ini memudahkan pengguna untuk bikin pesan email atau ngerjain tugas bahasa.
Memang cepat sih, Ma, tapi kadang hasilnya terlalu kaku seperti robot dan terasa formal banget. Nah, cobain deh aplikasi Claude yang banyak dipakai para AI specialist.
Kemampuan copywriting-nya lebih natural seperti tulisan manusia asli. Bisa memudahkan anak membuat pesan email, esai, atau sekadar cerita pendek dengan hasil yang lebih mengalir dan enak dibaca.
Aplikasi ini ocok banget buat anak mama latihan menulis kreatif, serta dinilai lebih baik dalam memahami konteks emosi, jadi pesan yang disampaikan terasa lebih tulus.
2. NotebookLM, ubah catatan jadi podcast seru

Belajar dari Coursera atau baca rangkuman panjang dari buku teks memang bagus, tapi kadang remaja cepat bosan dan matanya lebih cepat lelah menatap layar.
Apalagi kalau materinya tebal dan penuh istilah asing, bikin semangat belajar bisa turun drastis pastinya, Ma.
Sebagai alternatif, coba deh aplikasi NotebookLM yang bisa mengubah ringkasan pelajaran atau catatan menjadi podcast layaknya obrolan santai dua orang.
Jadi, sambil anak bersih-bersih di kamar atau naik kendaraan umum ke sekolah, mereka cukup dengerin materi seperti mendengar cerita seru.
Ini dinilai lebih praktis karena bisa diputar kapan dan di mana saja, dan yang terpenting bikin belajar nggak membosankan. Sangat cocok untuk anak-anak yang lebih mudah menyerap materi dengan cara ini.
3. Gamma, buat presentasi dalam hitungan detik

Sama seperti ChatGPT, Canva juga jadi satu aplikasi andalan banyak orang yang bisa mempermudah pekerjaa. Setuju nggak, Ma?
Di aplikasi Canva, anak juga bisa bikin slide cantik dengan berbagai template. Tapi kalau anak remaja sedang dikejar waktu karena tugas presentasi dikumpul besok pagi, AI specialist menyarankan pakai Gamma.
Nggak perlu waktu lama untuk memilih template dan memasukkan bahan materi, cukup kasih topik atau tempel teks dari tugas sekolah, dalam hitungan detik Gamma akan membuat presentasi lengkap dengan desain menarik, layout rapi, dan siap pakai.
Bahkan, Ma, aplikasi Gamma juga bisa menambahkan ilustrasi dan poin-poin penting secara otomatis, lho. Pastinya ini bikin anak nggak perlu repot bikin desain dari nol, tapi hasilnya tetap rapi.
4. Nano Banana, bikin gambar jadi lebih realistis

Midjourney terkenal sebagai pembuat gambar keren dengan gaya artistik yang memukau. Tapi sayangnya, kadang hasilnya terlalu abstrak atau stylized gitu, Ma, bikin remaja merasa kurang realistis.
Selain itu, Midjourney juga berbayar dan dinilai agak rumit untuk pemula. Makanya banyak AI specialist beralih ke Nano Banana yang bisa menghasilkan gambar lebih lucu, menggemaskan, dan sekaligus realistis.
Remaja bisa pakai ini untuk bikin ilustrasi tugas seni, kartu ucapan untuk teman, atau konten media sosial yang menarik perhatian dengan gambar yang lebih nyata dan sangat Gen Z friendly nih, Ma.
5. Granola, lebih praktis buat mencatat

Banyak orang termasuk anak remaja yang pakai Notion untuk menulis catatan pelajaran, jadwal tugas, atau ide-ide kreatif.
Tapi, aplikasi ini tetap harus diketik manual, yang seringkali bikin informasi penting mungkin terlewat dan jadi berantakan jika tidak didetailkan.
Nah, AI specialist biasanya menyarankan Granola, Ma, sebuah aplikasi yang bisa merekam suara saat anak remaja sedang mengikuti pelajaran, rapat kelompok, atau wawancara untuk tugas sekolah.
Jadi, secara otomatis Granola akan mengubah rekaman menjadi catatan rapi yang sudah tersusun per topik. Tentunya hal ini bikin catatannya langsung tersinkron ke Notion tanpa perlu repot mengetik ulang.
Dengan aplikasi ini, anak tetap bisa membaca ulang materi yang diajarkan tanpa perlu repot mencatat, cukup fokus mendengarkan dan biarkan aplikasinya bekerja.
Di tengah banyaknya penggunaan AI yang disalahgunakan, nyatanya ada banyak aplikasi yang justru memudahkan pekerjaan, termasuk membantu anak belajar dan bekerja dengan lebih cerdas dan seru.
Selain itu, deretan aplikasi di atas juga bikin anak mama jadi lebih percaya diri karena hasil kerja mereka lebih maksimal dengan waktu yang lebih singkat.
Mama atau anak remaja mama ada yang sudah pernah mencoba kelima aplikasi di atas belum, nih?


















