Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Panduan Mudah Ajarkan Coding untuk Anak SD dan Rekomendasi Aplikasinya

coding untuk anak sd
Freepik
Intinya sih...
  • Belajar coding untuk anak SD memiliki manfaat besar untuk melatih logika, problem-solving, dan kreativitas.
  • Untuk anak kelas 1-3 SD, belajar coding dilakukan lewat konsep visual seperti sequencing, loops, dan events.
  • Anak kelas 4-6 SD dapat belajar coding yang lebih kompleks dengan materi conditionals, variables, functions, dan koordinat dasar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era digital, anak-anak sudah sangat akrab dengan gadget. Tapi, sebagai orangtua, pernahkah Mama berpikir untuk mengajak mereka dari sekadar memainkan aplikasi menjadi menciptakannya sendiri?

Inilah saatnya mengenalkan coding untuk anak SD pada anak-anak di rumah.

Belajar coding untuk anak usia sekolah dasar bukan bertujuan menjadikan mereka programmer cilik dalam sekejap, Ma, melainkan melatih cara berpikir logis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah.

Lalu, bagaimana cara memulainya yang seru dan tidak membebani?

Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan panduan lengkap seputar materi dan rekomendasi aplikasi belajar coding untuk anak SD.

Table of Content

1. Manfaat belajar coding untuk anak SD

1. Manfaat belajar coding untuk anak SD

coding untuk anak sd
Freepik

Mengajarkan coding untuk anak SD bukan sekadar untuk menciptakan anak yang menjadi seorang progammer, tapi juga punya banyak manfaat yang berguna untuk masa depannya.

Jika dibiasakan sejak masih duduk di bangku SD, kegiatan ini sangat baik untuk mengasah logika dan pola pikir komputasional. Mereka akan belajar memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang teratur, seperti sedang menyusun resep kue.

Belajar coding juga meningkatkan kemampuan problem-solving dan ketekunan pada anak, Ma. Saat program atau gamenya error, anak akan belajar menganalisa kesalahan atau debugging dan mencoba lagi.

Nah, proses inilah yang mengajarkan resilience dan kepuasan ketika berhasil menyelesaikan tantangan.

Dengan coding, anak juga akan terdorong kreativitasnya, karena coding adalah kanvas digital di mana anak bisa menciptakan game, animasi, atau cerita interaktif sesuai imajinasinya.

Jadi, pembelajaran coding untuk anak bermanfaat sebagai bekal literasi digital yang sangat berharga untuk masa depannya.

2. Coding untuk anak kelas 1-3 SD, belajar lewat visual

coding untuk anak sd
Freepik/fwstudio

Untuk anak di kelas awal yakn kelas 1-3, materi coding harus fokus pada konsep visual tanpa teks. Tujuannya adalah mengenalkan logika dasar melalui permainan yang menyenangkan.

Coding untuk anak SD kelas 1-3 mengajarkan materi Sequencing atau urutan perintah, di mana anak memahami bahwa instruksi harus diberikan secara berurutan agar karakter bergerak sesuai keinginan.

Selanjutnya, anak bisa dikenalkan dengan konsep Loops atau perulangan. Misalnya, menggunakan perintah "maju" yang diulang lima kali alih-alih menulis perintah "maju" sebanyak lima baris.

Konsep Events atau kejadian seperti "jika-maka" juga mulai diperkenalkan, contohnya "jika menabrak dinding, maka akan berbalik".

Di tahap ini, anak juga belajar debugging secara visual, yaitu mencari kesalahan dalam susunan balok perintah yang mereka buat. Aplikasi yang digunakan biasanya sangat intuitif dengan ikon-ikon menarik, sehingga mereka merasa seperti bermain puzzle.

3. Coding untuk anak kelas 4-6 SD, belajar lebih kompleks

coding untuk anak sd
Freepik

Sementara untuk anak yang kelasnya lebih tinggi, takni kelas 4-6, mereka biasanya sudah lebih siap untuk materi coding yang lebih kompleks.

Anak SD usia ini biasanya akan mulai bertransisi dari ikon visual ke blok coding yang sudah mengandung teks, meski masih dengan sistem drag-and-drop.

Materi utama yang diajarkan adalah Conditionals, yaitu logika "Jika... Maka ... Jika Tidak" yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam program. Misalnya, "Jika sedang hujan, maka kita pakai jas hujan. Jika tidak hujan, maka kita bisa pakai topi saja."

Kemudian, mereka diperkenalkan dengan Variables, yaitu "wadah" untuk menyimpan data yang bisa berubah, seperti skor dalam game. Konsep Functions atau fungsi juga diajarkan, yang merupakan pengelompokkan beberapa perintah menjadi satu blok yang dapat digunakan berulang kali.

Materi lainnya adalah memahami sistem Koordinat dasar seperti sumbu X dan Y untuk mengendalikan pergerakan objek di layar. Dengan penguasaan konsep-konsep ini, anak sudah bisa membuat proyek seperti game atau animasi interaktif yang cukup rumit dan personal.

4. Rekomendasi aplikasi belajar coding untuk anak SD

coding untuk anak sd
Freepik

Setelah mengetahui dasar materi yang bisa diajarkan pada anak, Mama juga perlu aplikasi yang tepat untuk bantu menentukan keseruan belajar coding anak.

Untuk kelas 1-3, ScratchJr adalah pilihan sempurna di tablet. Aplikasi ini menggunakan balok grafis untuk membuat karakter bergerak dan bercerita. Code.org juga sangat direkomendasikan karena menyajikan tutorial dengan karakter populer seperti Minecraft dalam sesi "Hour of Code" yang singkat dan seru.

Untuk anak kelas 4-6, platform Scratch dari MIT adalah yang terpopuler. Di sini, anak bisa membuat proyek yang lebih detail dan berbagi dengan komunitas online. Tynker juga bagus karena punya jalur belajar terstruktur hingga ke bahasa Python dan JavaScript.

Kalau anak mama gemar bermain Minecraft, aplikasi Minecraft: Education Edition adalah pilihan tepat untuk belajar coding. Mereka bisa menggunakan blok perintah atau Python untuk mengontrol dunia game tersebut, sehingga belajar terasa seperti bermain.

5. Tips orangtua dalam mendampingi anak belajar coding

coding untuk anak sd
Freepik/lifeforstock

Meski belum banyak atau sangat jarang sekolah yang memberikan pembelajaran coding untuk anak SD, Mama dan Papa tetap bisa mengajarkan anak dengan pembelajaran tersebut dari rumah.

Tak perlu jadi ahli coding untuk bisa mendukung pembelajaran anak, cukuo jadi "teman belajar" baginya. Katakan, "Wah, Mama juga penasaran, yuk kita cari solusinya sama-sama!".

Pendekatan ini akan bantu mengurangi tekanan, sehingga anak merasa belajar coding jadi lebih menyenangkan. Selain itu, pendekatan seperti ini juga bisa memperkuat ikatan antara anak dan orangtua.

Ajak anak untuk fokus pada proses belajarnya, bukan hanya hasil akhir. Puji usaha, ketekunan, dan kreativitas mereka saat menyelesaikan masalah. Begitu sebaliknya saat anak mengalami kegagalan menemukan bug, jadikan ini sebagai sebagai bagian dari petualangan belajar yang wajar.

Last but not least, ciptakan keseimbangan dengan mengajak anak merancang alur game atau karakter di kertas sebelum diimplementasikan ke komputer atau laptop. Dengan tips sederhana ini, kita bisa menjadi pendukung utama dalam perjalanan seru anak dalam mengenal dunia coding.

Mengenalkan coding untuk anak SD adalah investasi berharga untuk melatih logika, kreativitas, dan ketekunan mereka. Dengan pendekatan yang fun dan sesuai usia, anak bisa tumbuh menjadi generasi yang tak hanya pandai menggunakan teknologi, tapi juga memahami dan menciptakannya.

Selamat menemani anak mama berpetualang di dunia coding, Ma!

Mengapa Anak SD Perlu Belajar Coding?

Apakah belajar coding dapat membantu anak menjadi pengguna teknologi yang cerdas?

Ya. Di Indonesia, anak-anak sangat akrab dengan gadget dan media sosial. Belajar coding membantu anak memahami cara kerja teknologi, tidak hanya main game, tapi juga mengerti ada aturan, logika, dan proses. Ini menumbuhkan kesadaran digital dan mengurangi ketergantungan konsumtif pada gawai.

Apakah belajar coding bisa menguatkan kemampuan akademik dasar yang sering menjadi tantangan anak SD?

Banyak anak SD masih kesulitan dalam matematika, pemecahan soal cerita, dan berpikir runtut. Coding secara alami melatih anak untuk membaca instruksi dengan teliti, berpikir sebab–akibat, dan menyelesaikan masalah langkah demi Langkah.

Apakah belajar coding tepat untuk mengajarkan disiplin dan tanggung jawab pada anak SD?

Dalam coding, satu kesalahan kecil bisa membuat program tidak berjalan. Anak belajar bahwa setiap langkah punya konsekuensi, tugas harus diselesaikan dengan teliti, hasil tidak instan, perlu proses. Coding melatih anak untuk bertanggung jawab pada prosesnya sendiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Erick akbar
Novy Agrina
Erick akbar
EditorErick akbar
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

7 Rekomendasi Film Netflix Edukatif Anak, Orangtua Wajib Tahu

22 Jan 2026, 14:21 WIBBig Kid