Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ratusan Pelajar Belajar Diplomasi dan Kepemimpinan di Bekasi

Ratusan Pelajar Belajar Diplomasi dan Kepemimpinan di Bekasi
Dok. AYIMUN
Intinya Sih
  • Sebanyak 200 delegasi muda dari 61 sekolah mengikuti konferensi diplomasi AYIMUN di Bekasi, membahas isu global seperti cyberbullying dan perlindungan pengetahuan obat tradisional.

  • Kegiatan ini hasil kolaborasi International Global Network dan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien, didukung tokoh penting termasuk Menteri Pendidikan serta Wali Kota Bekasi untuk menumbuhkan calon pemimpin global.

  • Simulasi konferensi internasional ini melatih anak berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan bernegosiasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri serta kesadaran global generasi muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mama, mengasah jiwa kepemimpinan anak bisa dimulai dengan memberikan mereka ruang untuk menyuarakan ide secara terarah. 

Pada pertengahan April 2026 kemarin, sebanyak 200 delegasi muda yang berasal dari 61 sekolah jenjang SD hingga perguruan tinggi berkumpul di Bekasi. 

Mereka hadir untuk mengikuti konferensi diplomasi AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN yang digelar di Four Points by Sheraton Bekasi dengan membawa semangat Connecting Dreams.

Berikut Popmama.com telah merangkum detail kegiatan yang penuh inspirasi ini.

Table of Content

1. Keseruan simulasi sidang dan isu global yang diangkat

1. Keseruan simulasi sidang dan isu global yang diangkat

Simulasi Konferensi Internasional Al-Muhajirin di Bekasi
Dok. AYIMUN

Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar transformatif melalui simulasi konferensi internasional yang sangat komprehensif. Peserta dibagi ke dalam dua dewan utama sesuai dengan kategori usia mereka. 

Untuk peserta junior usia 11-14 tahun, mereka bergabung dalam dewan UNESCO untuk membahas solusi seputar cyberbullying demi menciptakan ruang digital yang aman bagi pelajar. 

Sementara itu, peserta kategori reguler usia 15 tahun ke atas masuk ke dalam dewan WHO guna mendiskusikan perlindungan pengetahuan obat tradisional serta validasi ilmiahnya.

Seluruh sesi diskusi ini dipandu oleh para moderator atau chairs berpengalaman, di antaranya Fatima Massa asal Spanyol, Zara Pang asal Malaysia, serta Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose dari Indonesia.

2. Kolaborasi strategis dan dukungan tokoh penting

Pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan simulasi konferensi Al-Muhajirin MUN
Dok. AYIMUN

Penyelenggaraan konferensi ini merupakan bentuk kolaborasi antara International Global Network (IGN) dengan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai. 

Perlu Mama ketahui bahwa program-program dari IGN sendiri telah masuk dalam 5 besar simulasi konferensi internasional terbaik di Asia dan sudah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. 

Bagi siswa di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program AGILE dan penilaian akhir dari program besar bertajuk Global Perspectives.

Dukungan besar juga datang dari tokoh-tokoh penting yang hadir langsung memberikan motivasi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan bermutu untuk semua demi menyiapkan pemimpin global di masa depan. 

Selain itu, hadir pula Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, serta Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafiudin, B.Comm, ST, dan President IGN, Muhammad Fahrizal, yang memberikan semangat agar para delegasi tidak takut untuk bermimpi tinggi.

3. Manfaat untuk melatih keterampilan masa depan anak

Simulasi Konferensi Internasional Al-Muhajirin di Bekasi
Dok. AYIMUN

Melalui program edukasi ini, anak tidak hanya sekadar memperoleh pemahaman mengenai isu-isu global yang sedang terjadi. Keikutsertaan dalam simulasi diplomasi membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, serta kemampuan negosiasi yang sangat esensial. 

Selain itu, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri sehingga anak lebih nyaman saat harus bersosialisasi dan menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang.

Dengan melihat beragam perspektif dunia, anak diharapkan bisa tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki kesadaran global dan mampu memecahkan masalah secara diplomatis. 

Ruang eksplorasi seperti inilah yang dibutuhkan agar setiap anak muda berani melangkah lebih jauh untuk menemukan potensi terbaik mereka sesuai dengan bakat masing-masing.

Kira-kira isu global apa yang paling sering ditanyakan oleh anak saat Mama sedang menemaninya membaca berita atau menonton televisi di rumah?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More