Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Cara Menanamkan Jiwa Bisnis pada Anak untuk Bekal Masa Depan
Magnific/freepik
  • Menanamkan jiwa bisnis pada anak penting untuk membentuk karakter mandiri, kreatif, dan pantang menyerah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
  • Orangtua dianjurkan membantu anak menemukan minatnya, mengajarkan manajemen keuangan sejak dini, serta memberi dukungan agar hobi bisa berkembang menjadi peluang usaha.
  • Pengalaman nyata seperti program SisBerdaya memberi kesempatan anak belajar langsung berinteraksi dengan pelanggan dan mempraktikkan keterampilan digital dalam dunia bisnis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menumbuhkan jiwa bisnis pada anak remaja bukanlah sekadar tentang mengajari mereka cara berjualan, tapi sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk karakter mandiri, kreatif, dan pantang menyerah yang akan sangat berguna di masa depan mereka.

Di era yang serba dinamis ini, memiliki kemampuan berwirausaha menjadi salah satu bekal paling berharga, Ma. Anak yang sudah dikenalkan dengan dunia bisnis sejak dini biasanya akan lebih berani mengambil keputusan, pandai mengelola keuangan, dan tidak mudah patah semangat saat menghadapi tantangan.

Nah, kemampuan seperti inilah yang tak hanya berguna untuk berdagang, tapi juga untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.

Kalau Mama ingin mulai membekali anak dengan jiwa wirausaha, ada banyak jalan yang bisa ditempuh. Langsung saja, berikut Popmama.com rangkumkan 3 cara membangun jiwa bisnis pada anak sejak dini.

1. Biarkan anak menemukan minat dan bakatnya

Magnific/freepik

Sebelum mengajarkan anak jiwa berbisnis, orangtua perlu memahami dahulu apa yang disukai oleh anak agar tidak memaksakan kehendaknya.

Karena jiwa berbisnis atau wirausaha sering kali lahir dari hal-hal yang disukai anak, Ma.

Caranya adalah mulai mengamati apa yang membuat anak bersemangat, apakah itu membuat kerajinan tangan, memasak, atau bahkan menulis cerita.

Kalau sudah terlihat apa yang disukai anak, Mama bisa menjadi penyemangat anak dengan memberi dukungan pada mereka untuk mengembangkan hobi tersebut menjadi sesuatu yang lebih produktif.

Proses menemukan dan menekuni minat ini adalah fondasi awal yang penting. Sebab, bisnis yang dijalankan dengan passion biasanya lebih mudah bertahan dan berkembang, seperti yang terlihat pada beragam produk yang dijual oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.

2. Ajarkan manajemen keuangan sejak dini

Magnific/jcomp

Pelajaran paling praktis yang bisa Mama ajarkan agar anak punya jiwa berbisnis adalah mengelola uang. Kalau anak terbiasa bijak dalam mengelola uang, ini tentu bisa jadi langkah awal dalam memulai suatu usaha.

Mulailah dengan hal sederhana seperti memberikan uang saku dan mengajari mereka untuk menabung sebagian, lalu mengalokasikannya untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan.

Nah, kalau sudah terbiasa dengan metode demikian, baru deh Mama bisa perlahan mengajak anak membuka suatu usaha dengan menghitung modal dan keuntungan dari kegiatan bisnis kecil yang akan dilakukan, misalnya berjualan kerajinan tangan di sekolah.

Kemampuan ini akan menjadi bekal yang tak ternilai saat mereka dewasa dan mengelola usahanya sendiri, Ma, karena mengajarkan gaya hidup finansial yang sehat sejak dini adalah investasi jangka panjang.

3. Beri pengalaman nyata lewat kegiatan atau program tertentu

Dok. SisBerdaya

Selain pendidikan yang bisa kita praktikkan dari rumah, Mama juga bisa mengajarkan anak lewat pengalaman langsung yang merupakan guru terbaik bagi anak.

Berikan anak kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan di dunia nyata. Salah satu inspirasinya datang dari program SisBerdaya, yang memberikan panggung bagi pelaku UMKM untuk memamerkan karya mereka.

Program yang digagas DANA dan Ant International ini bahkan membawa para finalisnya untuk terjun langsung berjualan di acara besar seperti Semasa Piknik, yang merupakan kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Seperti yang diungkapkan oleh Director of Communications DANA, Olavina Harahap, “Ini adalah momentum emas bagi para perempuan pengusaha dan penyandang disabilitas untuk memperkecil jarak dengan pelanggan, sekaligus mempraktikkan langsung ilmu serta keterampilan digital yang telah mereka serap selama sesi mentoring.”

Pengalaman ini menjadi momentum untuk memperkecil jarak dengan pelanggan, sekaligus mempraktikkan langsung ilmu serta keterampilan digital yang telah mereka serap.

Dari ribuan pendaftar, para finalis terpilih karena proposal bisnis mereka dinilai meyakinkan dan punya potensi berkembang Ini membuktikan bahwa dengan persiapan dan praktik langsung, siapa pun bisa mengembangkan usahanya.

Nah, untuk anak remaja mama, ini tentu menjadi contoh bahwa dengan keberanian dan ketekunan, mereka bisa mengubah ide menjadi nyata.

Para finalis SisBerdaya yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha kering kentang hingga penulis novel, menunjukkan bahwa tidak ada batasan untuk berkarya.

Itu dia 3 cara yang bisa Mama ajarkan pada anak agar punya jiwa bisnis sejak dini. Kemampuan seperti ini tentunya adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan instan.

Dengan bimbingan yang tepat dan pemberian pengalaman nyata, Mama telah membantu memersiapkan anak untuk masa depan yang lebih cerah dan mandiri.

Editorial Team

Related Article