7 Fakta Menarik Green Newspaper, Koran di Jepang yang Bisa Tumbuh Tanaman

- Green Newspaper diluncurkan di Jepang pada 4 Mei 2016 oleh The Mainichi Shimbunsha untuk memperingati Hari Penghijauan dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
- Koran ini dibuat dari kertas biodegradable dengan tinta nabati serta berisi biji tanaman yang bisa tumbuh menjadi bunga atau herbal setelah ditanam.
- Inovasi ini menjadi bagian kampanye lingkungan luas dan menginspirasi penggunaan kertas tanam di berbagai negara untuk produk ramah bumi lainnya.
Inovasi negara Jepang seakan tidak ada habisnya!
Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, berbagai inovasi ramah bumi terus bermunculan dari berbagai negara. Salah satu yang sempat mencuri perhatian datang dari Jepang melalui Green Newspaper, sebuah koran unik yang dapat ditanam setelah selesai dibaca.
Berbeda dengan koran konvensional, Green Newspaper dibuat menggunakan bahan yang dapat terurai secara alami dan mengandung biji tanaman di dalamnya. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana sebuah produk sehari-hari dapat dirancang agar lebih berkelanjutan dan minim limbah.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa fakta menarik tentang Green Newspaper dari Jepang.
1. Diluncurkan untuk memperingati Hari Penghijauan Jepang

Green Newspaper pertama kali diterbitkan pada 4 Mei 2016, bertepatan dengan Greenery Day atau Hari Penghijauan di Jepang.
Edisi khusus ini diterbitkan oleh The Mainichi Shimbunsha, salah satu perusahaan surat kabar terbesar di Jepang, sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
2. Menggunakan kertas yang dapat terurai secara alami

Salah satu keunikan Green Newspaper terletak pada materialnya.
Koran ini dicetak menggunakan kertas yang 100 persen biodegradable atau dapat terurai secara alami. Dengan begitu, kertas tidak akan menjadi limbah jangka panjang setelah digunakan.
3. Dicetak dengan tinta berbahan nabati

Tak hanya kertasnya yang ramah lingkungan, tinta yang digunakan juga berasal dari bahan nabati.
Penggunaan tinta berbasis tumbuhan membuat kertas lebih aman saat ditanam dan tidak meninggalkan residu kimia yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
4. Di dalam kertasnya terdapat biji tanaman

Hal yang membuat Green Newspaper berbeda dari koran biasa adalah adanya biji tanaman yang disisipkan ke dalam lembar kertas.
Biji tersebut bisa berupa bunga maupun tanaman herbal. Setelah koran selesai digunakan, pembaca dapat merobek kertas lalu menanamnya di dalam tanah atau pot.
5. Bisa tumbuh menjadi bunga atau tanaman herbal

Jika dirawat dengan baik, biji yang tertanam di dalam kertas akan mulai berkecambah dalam beberapa minggu.
Hasil akhirnya bisa berupa bunga yang menarik serangga penyerbuk seperti kupu-kupu atau tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menjadi bagian dari kampanye lingkungan yang lebih luas

Green Newspaper bukan sekadar produk cetak unik.
Saat peluncurannya, inisiatif ini juga dibarengi dengan berbagai kegiatan edukasi dan acara publik mengenai daur ulang, pengelolaan limbah, serta gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa media cetak juga dapat berperan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
7. Menginspirasi penggunaan kertas tanam di berbagai negara

Kesuksesan Green Newspaper menarik perhatian dunia dan menginspirasi berbagai inovasi serupa di negara lain.
Saat ini, konsep kertas tanam mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kartu ucapan, undangan, label produk, hingga kemasan ramah lingkungan. Setelah digunakan, produk-produk tersebut dapat ditanam sehingga tidak berakhir sebagai sampah.
Itulah beberapa fakta menarik tentang Green Newspaper, inovasi unik dari Jepang yang mengubah koran bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Konsep ini menjadi salah satu contoh bagaimana ide sederhana dapat membantu mengurangi limbah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

















