7 Inspirasi Tren Foto Kekinian yang Bisa Remaja Coba

Tak perlu pakai kamera profesional lho!

30 Juni 2021

7 Inspirasi Tren Foto Kekinian Bisa Remaja Coba
Pinterest.com/Madcrayy, Irisyasmiiin, Rosereneeflaher

Selama penyebaran wabah Covid-19, Mama dan anak mungkin menghabiskan sebagian besar waktu di rumah saja karena mengurangi kegiatan jalan-jalan atau liburan. Tak jarang, hal ini bisa membuat anak bosan dan jenuh selama akhir pekan.

Selain menghabiskan waktu dengan menyaksikan film atau bermain permainan online, Mama bisa mengajak anak untuk pemotretan kreatif. Tidak perlu jauh-jauh ke studio foto, Mama dan anak bisa melakukannya di rumah lho!

Yang diperlukan hanya kamera smartphone dan beberapa barang-barang sederhana yang mudah ditemukan di rumah untuk menunjang foto menjadi lebih menarik dan cocok diunggah di media sosial.

Jika Mama bingung mencari inspirasinya, kali ini Popmama.com akan membahas 7 tema foto kekinian yang bisa dicoba bersama anak di rumah!

1. Efek lampu sorot atau spotlight

1. Efek lampu sorot atau spotlight
Pinterest.com/Aignerlajuan

Inspirasi tema pemotretan kreatif pertama adalah foto dengan efek lampu sorot atau spotlight seperti di atas. Foto ini menghasilkan bingkai lingkaran dengan anak yang berfokus di tengah bingkai tersebut. Anak juga bisa memainkan bayangan dirinya agar foto jadi lebih menarik.

Agar mendapatkan hasil foto dengan efek lampu sorot atau spotlight, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Siapkan karton bekas tisu gulung dan selotip
  2. Jika tidak punya karton bekas tisu gulung, Mama bisa menggulung kertas karton yang direkatkan dengan selotip di bagian ujungnya luarnya.
  3. Berikan lem/double tip di bagian ujung dalam karton, agar lipatan bagian dalam tidak terangkat
  4. Tempelkan gulungan karton ke bagian kamera dan flash-nya menggunakan selotip.
  5. Pilih latar belakang tembok yang polos dan berwarna terang, seperti putih.
  6. Hidupkan flash atau senter yang ada di smartphone agar flash tetap menyala. Hindari penggunaan flash yang berkedip.
  7. Untuk cahaya sorot yang lebih kecil Mama dapat memajukan kamera, sedangkan jika ingin yang lebar, Mama dapat memundurkan kamera dan memanfaatkan fitur zoom-in.
  8. Nah kini anak siap berpose!

2. Foto aesthetic menggunakan kupu-kupu

2. Foto aesthetic menggunakan kupu-kupu
Pinterest.com/Rosereneeflaher

Akhir-akhir ini motif kupu-kupu sedang menjadi tren di kalangan remaja, mulai dari pakaian hingga aksesori. Tak hanya itu, Mama juga bisa menggunakan “kupu-kupu” untuk menunjang foto anak lebih estetik dan menarik.

Agar mendapatkan hasil foto seperti di atas, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Mama bisa membeli stiker atau jepitan kupu-kupu terlebih dahulu. Jika tidak ada Mama bisa membuatnya sendiri dengan mencetaknya menggunakan printer dan kertas karton.
  2. Dengan menggunakan jepitan atau bobby pin, rekatkan dengan selotip di bagian dalam gambar/stiker kupu-kupu agar bisa dijepitkan di rambut anak.
  3. Jepit gambar kupu-kupu ke rambut anak, di sini anak bisa berkreasi untuk menentukan letak kupu-kupu.
  4. Setelah itu, Mama bisa memilih latar foto di halaman atau teras rumah dengan pencahayaan natural.
  5. Sekarang anak sudah siap berpose, ia juga bisa menggunakan jepitan kupu-kupu nya sebagai properti yang dipegang lho!

Editors' Picks

3. Pemotretan a la studio foto

3. Pemotretan a la studio foto
Pinterest.com/Irisyasmiiin

Berbeda dengan dua inspirasi di atas yang lebih menonjolkan sisi wajah anak, kini anak juga bisa foto seluruh badan atau full body dengan efek pemotretan a la studio foto. Namun, Mama juga perlu menyiapkan ruangan yang cukup luas agar bisa mengambil foto anak secara full body.

Agar mendapatkan hasil pemotretan a la studio foto, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Siapkan koran bekas yang sudah tidak terpakai.
  2. Tempelkan setiap lembaran koran ke tembok, semakin besar area semakin baik. Jangan lupa untuk menempelkannya di lantai.
  3. Anak bisa memilih aksesori dan properti untuk menunjang fotonya seperti kacamata hitam, kursi, dan lain-lain.
  4. Saat “studio” sudah siap, kini anak bisa berpose bebas sesuka hati!

4. Mencoba foto klasik dengan properti bunga

4. Mencoba foto klasik properti bunga
Pinterest.com/Lupstelag

Bunga juga jadi salah satu properti favorit yang sering digunakan model fotografi, hal ini karena bunga bisa membuat foto menjadi lebih berwarna dan klasik. Anak bisa berpose dengan karangan bunga, atau bunga yang dihias di dinding sebagai latar. Yuk coba!

Agar mendapatkan hasil foto seperti di atas, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Siapkan karangan bunga, anak bisa menggunakan karangan bunga palsu agar bunga terlihat lebih segar dan awet.
  2. Mama bisa memilih latar belakang foto dengan suasana taman seperti di halaman belakang rumah dengan pencahayaan natural.
  3. Di sini Mama juga bisa menggunakan properti kupu-kupu yang digunakan sebelumnya lho!
  4. Langkah-langkah yang sederhana bukan? Langsung atur pose anak atau biarkan ia berpose bebas ya Ma!

5. Tren foto menggunakan cermin

5. Tren foto menggunakan cermin
Pinterest.com/Thegingerwanderlust

Foto menggunakan cermin juga menjadi tren akhir-akhir ini, bahkan Mama tidak perlu menyiapkan cermin yang besar. Cermin kecil pun bisa membuat foto anak menjadi lebih penuh estetika dan menarik. Langkah-langkahnya pun sangat mudah dan sederhana.

Agar mendapatkan hasil foto seperti di atas, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Mama bisa menyiapkan cermin tanpa bingkai atau cermin dengan bingkai, ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan foto. Jika ingin menampilkan foto yang berfokus pada wajah maka bisa menggunakan cermin yang kecil saja.
  2. Letakkan cermin di meja menggunakan sandaran atau anak bisa memegangnya. Namun ingatkan anak harus hati-hati karena beberapa cermin tanpa bingkai seringkali ada bagian yang tajam.
  3. Minta anak untuk bercermin secara natural.
  4. Mama bisa memotret anak dari arah bagian belakang anak. Namun pastikan tidak ada bayangan kamera atau Mama di cermin.
  5. Anak bisa menggunakan properti seperti bunga agar foto terlihat lebih berwarna.

6. Efek bayangan dari kain renda

6. Efek bayangan dari kain renda
Pinterest.com/Estefaniawijayaa

Detail menarik pada kain renda yang disinari cahaya dapat menciptakan bayangan yang menarik pada kulit anak. Selain menggunakan kain renda, anak juga bisa menggunakan kain brokat untuk menghasilkan bayangan yang indah.

Agar mendapatkan hasil foto seperti di atas, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Minta anak untuk berdiri di dekat jendela untuk mendapatkan cahaya alami yang lebih natural. Selain jendela, anak juga bisa berfoto di area halaman atau teras
  2. Kerudungkan kain renda/brokat, namun pastikan bagian depan kain memiliki banyak sisa sehingga menampilkan efek bayangan pada wajah anak dengan baik
  3. Ambil foto anak dari bagian dalam ujung depan kain. Mama bisa menggambil dari sudut depan dan bawah untuk hasil bayangan yang lebih menarik.
  4. Mama juga bisa mengayunkan perlahan kain untuk mendapatkan efek kain seolah tertiup angin.

7. Foto di dalam bingkai

7. Foto dalam bingkai
Pinterest.com/Madcrayy

Jika Mama memiliki pigura atau bingkai foto di rumah yang tidak terpakai, jangan langsung di buang ya! Karena bisa dimanfaatkan sebagai properti foto. Pada tema kali ini Mama bisa membuat anak seolah-olah berada di dalam bingkai foto.

Agar mendapatkan hasil foto seperti di atas, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Siapkan pigura foto, buka bagian belakangnya dan lepas kacanya dengan hati-hati.
  2. Siapkan juga latar foto yang diinginkan, di sini anak bisa bebas memiliki ingin foto di dalam atau di halaman rumah.
  3. Minta anak untuk memegang pigura foto, lalu ia siap berpose deh!

Nah itu dia Ma,7 tema foto kekinian yang bisa dicoba bersama anak di rumah. Sebelum mengunggah foto, anak bisa mengeditnya dengan memberikan warna atau meningkatkan kualitas pencahayaan foto dengan baik.

Jangan lupa untuk tetap memberikan pengawasan pada anak sebelum menggunggah ke media sosial ya Ma, selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.