Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Kota Terbaik untuk Belajar di Luar Negeri 2027, Seoul Posisi Satu

4 min read
10 Kota Terbaik untuk Belajar di Luar Negeri 2027, Seoul Posisi Satu
Pexels/Airlangga Jati
  • QS Best Student Cities 2027 menilai 150 kota berdasarkan kualitas universitas, peluang kerja, keterjangkauan, keberagaman, daya tarik kota, dan pengalaman mahasiswa.

  • Seoul berada di posisi pertama, diikuti Tokyo, London, Melbourne, serta Sydney dan Munich yang berbagi posisi kelima.

  • Asia semakin kompetitif sebagai tujuan pendidikan internasional, sementara orangtua tetap perlu mempertimbangkan jurusan, biaya, visa, budaya, bahasa, dan keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih kota untuk belajar terutama ketika anak kuliah di luar negeri bukan hanya soal kampus mana yang punya reputasi terbaik. Biaya hidup, peluang kerja, keamanan, kualitas hidup, hingga pengalaman mahasiswa juga ikut menentukan kenyamanan selama menempuh pendidikan.

QS Best Student Cities 2027 menilai 150 kota di 59 sistem pendidikan tinggi berdasarkan enam faktor, yaitu kualitas universitas, aktivitas pemberi kerja, keterjangkauan, keberagaman mahasiswa, daya tarik kota, dan pengalaman mahasiswa.

Menariknya, kawasan Asia semakin mendominasi daftar tahun ini. Seoul kembali menempati posisi pertama, disusul Tokyo di posisi kedua.

Berikut Popmama.com rangkum kota-kota terbaik untuk pelajar berdasarkan QS Best Student Cities 2027.

  1. 1. Seoul, Korea Selatan

    Seoul, Korea Selatan
    Pexels/준섭 윤

    Seoul kembali berada di posisi pertama QS Best Student Cities 2027 untuk tahun kedua berturut-turut. Kota ini unggul dalam kualitas universitas dan aktivitas pemberi kerja.

    Selain dikenal punya banyak kampus berkualitas, Seoul juga menawarkan peluang kerja yang kuat, khususnya di bidang teknologi, keuangan, dan industri kreatif. Biaya hidupnya juga dinilai masih cukup kompetitif dibanding sejumlah kota besar dunia.

  2. 2. Tokyo, Jepang

    Tokyo, Jepang
    Unsplash/Louie Martinez

    Tokyo berada di posisi kedua dan menjadi salah satu kota terkuat dalam kategori aktivitas pemberi kerja.

    Kota ini cocok untuk pelajar yang ingin berada dekat dengan pusat bisnis, teknologi, dan industri besar. Tokyo juga memiliki reputasi tinggi dalam kualitas hidup dan daya tarik kota, meski biaya hidupnya perlu diperhitungkan dengan matang.

  3. 3. London, Inggris

    London, Inggris
    Pexels/Daria Agafonova

    London menempati posisi ketiga berkat kekuatan universitas dan pengalaman mahasiswa yang tinggi.

    Banyak institusi pendidikan ternama berada di kota ini, sehingga pilihan program studinya sangat beragam. Namun, biaya hidup dan biaya pendidikan tetap menjadi faktor penting bagi keluarga yang mempertimbangkan London sebagai tujuan studi.

  4. 4. Melbourne, Australia

    Melbourne, Australia
    Pexels/Robert Stokoe

    Melbourne menduduki posisi keempat dan mencatat nilai tinggi pada keberagaman mahasiswa internasional.

    Kota ini dikenal memiliki komunitas pelajar yang multikultural, kualitas hidup yang baik, serta lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa dari berbagai negara.

  5. 5. Sydney, Australia

    Sydney, Australia
    Pexels/Alec Doualetas

    Sydney berbagi posisi kelima dengan Munich. Kekuatan utamanya terletak pada kualitas universitas dan tingkat kelayakan hidup.

    Selain kampus berkualitas, Sydney juga menawarkan lingkungan internasional yang kuat. Lokasinya di kawasan Asia Pasifik membuat kota ini cukup strategis bagi pelajar yang ingin menjelajahi wilayah sekitarnya selama masa studi.

  6. 6. Munich, Jerman

    Munich, Jerman
    Pexels/Arlind D

    Munich juga berada di posisi kelima dan mendapat nilai tinggi untuk pengalaman mahasiswa serta keterjangkauan.

    Kota ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi pelajar yang mencari kombinasi antara kualitas akademik, lingkungan hidup yang nyaman, dan biaya yang relatif lebih terkontrol dibanding beberapa kota besar lain di Eropa.

  7. 7. Paris, Prancis

    Paris, Prancis
    Unsplash/chriskaridis

    Paris menempati posisi ketujuh dengan kekuatan pada universitas dan aspek keterjangkauan.

    Selain dikenal sebagai pusat budaya, Paris juga memiliki banyak institusi pendidikan tinggi yang kuat. Lingkungan internasionalnya membuat kota ini menarik bagi pelajar dari berbagai negara.

  8. 8. Berlin, Jerman

    Berlin, Jerman
    Unsplash/Arlind Photography

    Berlin berada di posisi kedelapan dan menonjol pada aspek student voice serta desirability.

    Kota ini dinilai punya pengalaman mahasiswa yang kuat dan lingkungan yang mendukung gaya hidup pelajar. Berlin juga dikenal sebagai kota yang dinamis, kreatif, dan multikultural.

  9. 9. Vienna, Austria

    Vienna, Austria
    Unsplash/Dan V

    Vienna menempati posisi kesembilan dan mencatat skor tinggi dalam kualitas hidup serta perkembangan institusi pendidikannya.

    Kota ini dikenal nyaman, teratur, dan aman. Faktor tersebut membuat Vienna cukup menarik bagi pelajar internasional yang mencari keseimbangan antara akademik dan kualitas hidup.

  10. 10. Zurich, Swiss

    Zurich, Swiss
    Unsplash/Aho

    Zurich menutup daftar 10 besar. Kota ini unggul dalam aspek internasionalisasi dan riset. Meski biaya hidupnya cukup tinggi, Zurich menawarkan kualitas pendidikan, fasilitas riset, dan lingkungan akademik yang sangat kuat.

    Selain 10 besar tersebut, beberapa kota Asia lain juga mengalami kenaikan signifikan. Singapore berada di posisi ke-11, Taipei di posisi ke-14, Kuala Lumpur di posisi ke-15, dan Kyoto di posisi ke-16.

    Tren ini menunjukkan bahwa Asia semakin kompetitif sebagai tujuan pendidikan internasional. Kualitas universitas, peluang kerja, biaya hidup yang relatif lebih terjangkau di sejumlah kota, serta pengalaman mahasiswa yang positif menjadi faktor utama yang mendorong posisi kawasan ini.

    Bagi orangtua yang sedang membantu anak memilih tujuan kuliah di luar negeri, ranking seperti ini bisa menjadi referensi awal. Namun, keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan jurusan, biaya, visa, budaya, bahasa, keamanan, serta kesiapan anak untuk hidup mandiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More